Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi kesepakatan bisnis. Foto: Gerd Altmann (Pixabay)

Ilustrasi kesepakatan bisnis. Foto: Gerd Altmann (Pixabay)

Batavia Finance dan Jaya Ancol Siapkan Dana Pelunasan Obligasi Rp 550 Miliar

Rabu, 21 April 2021 | 13:40 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id - PT Batavia Prosperindo Finance Tbk (BPFI) dan PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) menyatakan kesiapannya untuk melunasi obligasi jatuh tempo. Total pokok obligasi jatuh tempo kedua perusahaan tersebut mencapai Rp 550 miliar.

Direktur Batavia Prosperindo Finance Indah Mulyawan mengatakan, Obligasi Berkelanjutan II Batavia Prosperindo Finance Tahap II tahun 2020 akan jatuh tempo pada 14 Mei 2021. Perseroan menyatakan kesiapan untuk membayar pokok obligasi senilai Rp 200 miliar tersebut.

"Perseroan sudah menyiapkan dana untuk membayar pokok obligasi tersebut dan upaya-upaya yang dilakukan pada saat akan jatuh tempo," jelas Indah dalam keterbukaan informasi, Rabu (21/4).

Batavia Finance telah memperoleh dana untuk melunasi pokok obligasi itu dari fasilitas kredit dari bank yang menjadi mitra perseroan. Selain iu, pendanaan bersumber dari kas internal perusahaan.

Sementara itu, obligasi jatuh tempo Pembangunan Jaya Ancol pada 18 Mei 2021. Sekretaris Perusahaan Pembangunan Jaya Ancol Agung Praptono menjelaskan, yang jatuh tempo tersebut adalah obligasi berkelanjutan I Jaya Ancol Tahap II Tahun 2018 Seri B sebesar Rp 350 miliar.

Sebelumnya, Head of Economic Research PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) Fikri Permana mengatakan, total surat utang jatuh tempo tahun ini mencapai Rp 125,4 triliun. Apabila surat utang tersebut dibiayai kembali (refinancing) dengan menerbitkan surat utang baru, maka bisa mendukung penerbitan surat utang tahun ini di kisaran Rp 122-159 triliun.

Selain surat utang jatuh tempo itu, hal lain yang bisa mendukung penerbitan surat utang tahun ini adalah mandat penerbitan surat utang yang diterima Pefindo. Hingga 15 April 2021, Pefindo menerima mandat penerbitan surat utang sebesar Rp 45,27 triliun.

Kepala Divisi Pemeringkatan Korporasi Pefindo Niken Indriarsih menjelaskan, mandat yang diterima ini berasal dari 39 korporasi. Dari 39 perusahaan itu, industri pembiayaan tercatat yang paling banyak akan menerbitkan surat utang, yakni sebanyak 3 perusahaan dengan nilai Rp 6,3 triliun.

Di luar industri pembiayaan, multifinance yang bergerak dalam pembiayaan konsumer juga tercatat akan banyak menerbitkan surat utang, yakni sebanyak 4 perusahaan dengan nilai Rp 5,8 triliun. Selanjutnya adalah perusahaan konstruksi sebanyak 3 perusahaan dengan nilai Rp 5,5 triliun. Sementara sisanya berasal dari berbagai sektor.

Dilihat dari jenisnya, Niken menjelaskan, mandat penerbitan surat utang paling banyak berbentuk penawaran umum berkelanjutan (PUB) sebesar Rp 16,33 triliun. Kemudian berbentuk obligasi sebesar Rp 7,32 triliun, sukuk sebesar Rp 7,9 triliun dan jenis lainnya.

Sementara hingga kuartal I-2021, penerbitan surat utang sudah mulai positif. Pefindo mencatat, penerbitan surat utang pada kuartal I-2021 mencapai Rp 23,21 triliun atau meningkat 15,9% dibandingkan kuartal I-2020 yang mencapai Rp 20,02 triliun.

 

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN