Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Perdagangan obligasi di bursa

Perdagangan obligasi di bursa

BEI Catatkan 5 Obligasi Korporasi Senilai Rp 5,73 Triliun dalam Sepekan

Sabtu, 5 September 2020 | 11:09 WIB
Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Pergerakan pasar saham selama sepekan terakhir, 31 Agustus – 4 September 2020 tercatat mengalami pelemahan. Semua indikator perdagangan tampak menurun dibanding pekan sebelumnya. IHSG tercatat melemah 2% ditutup pada level 5.239,851 sementara nilai kapitalisasi pasar menurun 1,9% menjadi Rp Rp6.081,396.

Kendati pasar saham dilanda tekanan, pada saat bersamaan, aktivitas pencatatan obligasi di BEI justru berlangsung semarak. Dalam sepekan, terdapat 5 perusahaan mencatatkan Obligasi Berkelanjutan dengan total emisi mencapai Rp 5,733 triliun.

Sekretaris Perusahaan BEI, Yulianto Aji Sadono mengatakan, selain 5 pencatatan obligasi BEI juga mencatatkan saham perdana PT Pinago Utama Tbk dengan kode saham PNGO. Saham yang dicacatkan di papan pengembangan BEI ini bergerak pada bidang industri perkebunan kelapa sawit dan karet di Sumatera Selatan.

“PNGO masuk pada sektor Agriculture dengan subsektor Plantation dan merupakan emiten ke-37 yang listing di BEI sepanjang tahun ini,” urai Aji yang dikutip dari keterangan tertulis yang diterima redaksi, Jumat malam (4/9/2020).

Dari IPO tersebut, dengan harga perdana Rp 250 per saham, PNGO meraih dana seger Rp 39,06 miliar.

Sementara aktivitas pencatatan obligasi diuraikan Aji dimulai pada, Rabu (2/9/2020) oleh PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero) yang menerbitkan Obligasi I Perusahaan Pengelolaan Aset Tahun 2020 dengan nilai nominal sebesar Rp642,10 miliar. PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) memberikan peringkat idA (Single A) dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk bertindak sebagai Wali Amanat dalam emisi ini.

Kemudian pada keesokan hari tepatnya Kamis (3/9/2020) PT Astra Sedaya Finance menerbitkan Obligasi Berkelanjutan V Astra Sedaya Finance Tahap I Tahun 2020 dengan nilai nominal sebesar Rp1,5 triliun. PEFINDO memberikan peringkat idAAA(TripleA) dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk bertindak sebagai Wali Amanat dalam emisi ini.

Pada akhir pekan atau Jumat (4/9/2020) dalam satu hari terdapat hat-trick pencatatan Obligasi di BEI, pertama datang dari PT Profesional Telekomunikasi Indonesia yang menerbitkan Obligasi Berkelanjutan II Protelindo Tahap I Tahun 2020 dengan nilai nominal sebesar Rp151 miliar. PT Fitch Rating Indonesia (Fitch) memberikan peringkat AAAidn (TripleA) dan PT Bank Permata Tbk bertindak sebagai Wali Amanat dalam emisi ini.

Selanjutnya atau yang kedua yaitu PT Pupuk Indonesia (Persero) menerbitkan Obligasi Berkelanjutan II Pupuk Indonesia Tahap I Tahun 2020 dengan nilai nominal sebesar Rp2,44 triliun. Fitch kembali menyematkan peringkat AAAidn (TripleA) dan PT Bank Mega Tbk bertindak sebagai Wali Amanat dalam emisi ini.

Obligasi ketiga yang dicatatkan PT Bank Commonwealth menerbitkan Obligasi I Bank Commonwealth Tahun 2020 dengan nilai nominal sebesar Rp1 trilliun. Pada Obligasi ini Fitch juga memberikan peringkat yang sama dari dua obligasi Sebelumnya yaitu AAAidn (TripleA). Bertindak sebagai Wali Amanat dalam emisi ini adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

BEI mencatat, sepanjang tahun 2020, total emisi Obligasi dan Sukuk berjumlah 63 emisi dari 45 Perusahaan Tercatat senilai Rp51,61 triliun. Total emisi Obligasi dan Sukuk yang tercatat di BEI sampai dengan saat ini berjumlah 449 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp430,96 triliun dan US$ 47,5 juta dan diterbitkan oleh 123 Perusahaan Tercatat.

Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 108 seri dengan nilai nominal Rp3.335,19 triliun dan US$400 juta. Efek Beragun Aset (EBA) sebanyak 10 emisi senilai Rp7,63 triliun.

 

 

Editor : Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN