Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI). Foto: Perseroan.

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI). Foto: Perseroan.

BRI Berpeluang Terbitkan Obligasi Tahun Ini

Kamis, 7 Januari 2021 | 22:50 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) berpeluang untuk menerbitkan obligasi tahun ini. Namun, aksi korporasi tersebut tetap akan disesuaikan dengan kondisi likuiditas perseroan.

Sekretaris Perusahaan BRI Aestika Oryza Gunarto mengatakan, kondisi likuiditas perseroan masih terjaga dengan rasio kredit terhadap DPK (loan to deposits ratio/LDR) sebesar 84,23% per Oktober 2020. Meski demikian, BRI tetap menyediakan ruang untuk pendanaan non-DPK, baik melalui penerbitan obligasi maupun pinjaman, di dalam Rencana Bisnis Bank (RBB). "Ruang penerbitan dana non-DPK akan dilakukan sesuai kebutuhan dan kondisi likuiditas bank," kata dia kepada Investor Daily, Kamis (7/1).

Adapun dari dana penerbitan obligasi atau pinjaman ini akan digunakan untuk memperkuat struktur liabilitas dan meningkatkan net stable funding ratio. Selain itu, dananya akan digunakan untuk menjaga likuiditas dan menyiapkan sumber pendanaan untuk ekspansi kredit.

Tahun ini, BRI menargetkan pertumbuhan kredit sebesar 6% dibandingkan 2020. Ekspansi kredit ini, menurut Aestika, akan difokuskan untuk segmen usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). "BRI menjaga komposisi kredit UMKM minimal 80% dan akan bergerak naik ke depannya," jelas dia.

Sementara itu, Direktur Utama BRI Sunarso mengungkapkan, pihaknya optimistis menyambut tahun 2021, meskipun kondisi ekonomi dunia masih penuh dengan ketidakpastian akibat pandemi Covid-19. Tahun ini, BRI fokus untuk menyelamatkan UMKM agar bisa bangkit lebih cepat. 

"Tahun 2021 mood-nya masih krisis, namun saya optimistis kinerja BRI akan lebih baik dibandingkan dengan 2020. Tahun ini, kami fokus untuk menyelamatkan UMKM melalui restrukturisasi dan penyaluran stimulus pemerintah, dan untuk tahun 2021 kami akan membangkitkan UMKM untuk menggerakkan kembali roda perekonomian nasional," terang dia.

Sepanjang 2020, BRI juga menjadi partner strategis pemerintah terkait penyaluran stimulus program percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Tercatat, BRI telah merestrukturisasi pinjaman senilai Rp 218,6 triliun kepada 2,8 juta debitur, menyalurkan subsidi bunga UMKM senilai Rp 5,5 triliun kepada lebih dari 6,6 juta penerima, menyalurkan kredit usaha rakyat (KUR) mikro senilai Rp 116,9 triliun kepada 4,4 juta debitur, dan KUR muper mikro sebesar Rp 8,5 triliun kepada 972 ribu pelaku UMKM.

Selain itu, BRI telah menyalurkan Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM) senilai Rp 18,5 triliun kepada 7,7 juta penerima, serta menyalurkan kredit dengan penjaminan kepada 13,8 ribu nasabah UMKM dengan total nilai Rp 8,34 triliun. Strategi BRI yang memilih fokus untuk menjaga fundamental kinerja, berbarengan dengan menyalurkan berbagai program stimulus pemerintah nyatanya diapresiasi oleh investor. 

Sementara itu, pada penutupan perdagangan saham tahun 2020, saham BBRI bertengger di posisi Rp 4.170. Harga saham tersebut tumbuh nyaris dua kali lipat dibandingkan harga terendah BBRI pada 18 Mei 2020 yang sebesar Rp 2.160.

Kenaikan harga saham tersebut membuat kapitalisasi pasar BBRI kembali menembus angka Rp 500 triliun, tepatnya mencapai Rp 514 triliun pada penutupan perdagangan saham tahun 2020. Pencapaian tersebut sekaligus menempatkan BRI sebagai BUMN dengan kapitalisasi pasar terbesar di Indonesia.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN