Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi rapat. Foto: rawpixel (Pixabay)

Ilustrasi rapat. Foto: rawpixel (Pixabay)

Bussan Auto Finance Tawarkan Obligasi Rp 1,5 Triliun

Gita Rossiana, Senin, 4 November 2019 | 20:22 WIB

JAKARTA, investor.id – PT Bussan Auto Finance menerbitkan Obligasi III Tahun 2019 senilai Rp 1,5 triliun. Obligasi ini akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 11 November 2019.

Surat utang tersebut diterbitkan dalam dua seri. Seri A ditawarkan dengan nilai pokok sebesar Rp 300 miliar, tenor 370 hari, dan tingkat bunga 6,95%. Sedangkan seri B ditawarkan dengan nilai pokok Rp 1,2 triliun, tingkat bunga 8,2%, dan memiliki tenor tiga tahun.

“Bussan Auto Finance mendapatkan pernyataan efektif obligasi pada 1 November 2019. Kemudian masa penawaran dilakukan pada 4-5 November 2019. PT Indo Premier Sekuritas bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi dalam penerbitan obligasi ini,” demikian informasi yang disampaikan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Senin (4/11).

Sebelumnya, Bussan Auto Finance melakukan pelunasan pokok  dan bunga keempat Obligasi II Tahun 2018 seri A senilai Rp 508,18 miliar. Adapun jumlah pokok obligasi senilai Rp 500 miliar dan jumlah bunga keempat senilai Rp 8,18 miliar dengan tingkat bunga 6,2%.

Emisi obligasi dilakukan pada 15 Mei 2018 dan telah jatuh tempo pada 20 Mei 2019. Adapun Obligasi II Tahun 2018 seri B dengan nilai emisi Rp 500 miliar memiliki tingkat bunga 7,9% dan akan jatuh tempo pada 2021.

Bussan Auto Finance merupakan salah satu dari 11 perusahaan yang akan menerbitkan obligasi dengan nilai total Rp 22,9 triliun sampai akhir 2019. Bussan Auto Finance yang merupakan perusahaan pembiayaan menjadi sektor yang paling banyak menerbitkan obligasi bersama dengan sektor perbankan.

Berdasarkan pipeline BEI per 26 September 2019, ada empat bank yang akan menerbitkan obligasi tahun ini sebesar Rp 9 triliun. Empat bank tersebut adalah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) yang akan menerbitkan obligasi berkelanjutan III tahap I senilai Rp 5 triliun.

Kemudian, PT Bank Mandiri Taspen akan menerbitkan obligasi berkelanjutan I tahap I senilai Rp 1 triliun. Sementara, PT Bank BTPN Tbk (BTPN) akan menerbitkan obligasi berkelanjutan IV tahap I senilai Rp 1 triliun dan PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) akan menerbitkan obligasi senilai Rp 2 triliun.

Selain perbankan, sektor pembiayaan juga banyak menerbitkan obligasi. Tercatat, ada tiga perusahaan multifinance yang akan menerbitkan obligasi, yakni PT Bussan Auto Finance, yang akan menerbitkan obligasi senilai Rp 1,5 triliun. Selanjutnya, PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) yang akan menerbitkan obligasi berkelanjutan IV tahap VI senilai Rp 1,19 triliun. Selain itu, PT BCA Finance yakan menerbitkan obligasi Rp 1,5 triliun.

Di sektor lain, perusahaan milik negara, yakni PT PLN, berencana menerbitkan sukuk dan obligasi dengan nilai masing-masing Rp 797,5 miliar dan Rp 1,91 triliun. Adapun perusahaan BUMN yang lain, yakni PT Kereta Api Indonesia, berencana menerbitkan obligasi Rp 2 triliun. Tidak ketinggalan, PT Waskita Karya Tbk (WSKT) yang berencana menerbitkan obligasi Rp 3,5 triliun. Terakhir, PT Voksel Electric Tbk (VOKS) juga berencana menerbitkan obligasi Rp 500 miliar.

Sementara itu, pada akhir pekan lalu, PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk (TELE) mencatatkan obligasi berkelanjutan II tahap II tahun 2019 senilai Rp 500 miliar. Obligasi ini memiliki  tingkat bunga tetap sebesar 11,5% per tahun dengan tenor 3 tahun. Obligasi ini mendapatkan peringkat BBB+ dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Bertindak sebagai wali amanat adalah PT Bank Bukopin Tbk (BBKP).

Sementara itu, BEI mencatat total emisi obligasi dan sukuk sepanjang 2019 sudah mencapai 74 emisi dari 41 emiten senilai Rp 86,6 triliun. Sedangkan keseluruhan emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI mencapai 415 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp 440,44 triliun dan US$ 47,5 juta yang diterbitkan oleh 118 emiten. Sedangkan surat berharga negara (SBN) yang tercatat di BEI berjumlah 103 seri dengan nilai nominal Rp 2.642,18 triliun dan US$ 400 juta.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA