Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Chandra Asri. Foto: beritasatu.com

Chandra Asri. Foto: beritasatu.com

Chandra Asri Buka Opsi Emisi Obligasi di Atas Rp 2 Triliun

Jumat, 13 November 2020 | 23:02 WIB
Farid Firdaus (farid.firdaus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – PT Chandra Asri Petrochemcial Tbk (TPIA) akan mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) minimal US$ 60 juta pada 2021. Perseroan juga terbuka menggalang dana melalui penerbitan obligasi pada 2021 dengan nilai yang diperkirakan lebih tinggi dibanding 2020 sebesar Rp 2,35 triliun.

Direktur Keuangan Chandra Asri Petrochemical Andre Khor mengatakan, pihaknya masih menyusun anggaran untuk 2021. Namun, perseroan setidaknya menyediakan capex rutin sekitar US$ 60 juta untuk aktivitas umum pabrik yang sudah ada supaya berjalan optimal.

“Anggaran capex akan sangat tergantung dari pandemi Covid-19. Sementara perencanaan pabrik baru CAP II juga menyesuaikan kondisi ke depan,” jelas dia saat pemaparan publik virtual, Jumat (13/11).

Seperti diketahui, perseroan terus menjajaki sejumlah mitra strategis potensial untuk proyek CAP II yang senilai US$ 5 miliar. Pandemi Covid-19 membuat penetapan final investment decision (FID) CAP II diperkirakan baru terjadi pada 2022.

Andre menambahkan, pihaknya juga berencana mencari pendanaan eksternal dari pasar obligasi pada tahun depan. Selama ini, perseroan selalu mendapat respon positif dari investor obligasi, sehingga target emisi penerbitan 2021 diperkirakan bisa melebihi realisasi emisi obligasi 2020.

Hingga November ini, Chandra Asri tercatat telah tiga kali menggelar penawaran obligasi. Perseroan meraih Rp 750 miliar melalui Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) II tahap III pada Februari. Kemudian, perseroan mengantongi dana Rp 1,6 triliun melalui PUB III tahap I dan II. Penerbitan surat utang tersebut masing-masing diselesaikan pada Agustus dan Oktober.

Adapun, PUB III masih menyisakan plafon sebesar Rp 3,4 triliun, dari total target emisi Rp 5 triliun. PUB III memiliki periode penerbitan selama 2020-2022.

Hingga September 2020, Chandra Asri memiliki likuiditas yang kuatr sebesar US$ 797 juta. Nilai ini terdiri dari US$ 516 juta dalam bentuk kas dan setara kas, US$ 228 juta revolving credit facility yang tersedia, dan US$ 53 juta marketable securities.

Perseroan sebelumnya telah mempercepat pelunasan utang atas pinjaman jangka panjang dengan jaminan dan pembelian kembali obligasi USS untuk mengurangi utang berbunga dari US$ 945 juta pada 30 Juni 2020 menjadi US$ 836 juta pada 30 September 2020.

JV Baru

Sementara itu, Direktur Chandra Asri Petrochemical Suryandi mengatakan, perseroan melakukan finalisasi pembentukan perusahaan patungan (joint venture/JV) dengan Royal Vopak sebagai persiapan investasi pembangunan infrastruktur pendukung komplek CAP II.

“Saya belum bisa sebutkan porsi masing-masing kepemilikan saham.Vopak sudah sangat berpengalaman di infrastruktur tangki dan jetty.  Kerja sama dengan Vopak diharapkan membantu pertumbuhan perseroan,” jelas dia.

Chandra Asri membukukan pendapatan bersih US$ 1,26 miliar hingga kuartal III-2020, atau turun 8,6% dibanding periode sama tahun lalu US$ 1,38 miliar. Hal ini sebagai akibat harga penjualan rata-rata produk yang lebih rendah terutama untuk olefins dan polyolefins.

Harga penjualan rata-rata produk perseroan turun menjadi US$ 780 per ton dari US$ 996 per ton, dimana harga pasar global ethylene dan polyethylene turun tajam. Di sisi lain, volume penjualan perseroan meningkat 17% menjadi 1.626 kilo ton hingga kuartal III-2020, dari 1.394 kilo ton pada periode sama tahun lalu.

Lebih lanjut, perang dagang Amerika Serikat (AS) dan pandemi global turut menekan EBITDA perseroan. Selama Januari-September 2020, perseroan mencatat EBITDA US$ 65,5 juta, dibanding periode sama tahun lalu US$ 155,4 juta.

Namun demikian, kinerja perseroan berhasil mengalami perbaikan selama tiga bulan atau Juli-September 2020. Selama tiga bulan tersebut, perseroan membukukan EBITDA US$ 61 juta dan laba bersih US$ 21 juta, dibanding kuartal sebelumnya yang mencetak EBITDA US$ 18 juta dan rugi bersih US$ 22 juta. Hingga kuartal III-2020, perseroan telah menyerap belanja modal sebanyak US$ 102,9 juta, dari total anggaran US$ 135 juta.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN