Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pabrik PT Chandra Asri Petrochemical di Cilegon, Banten. ( Foto: M Defrizal/GLOBE ASIA )

Pabrik PT Chandra Asri Petrochemical di Cilegon, Banten. ( Foto: M Defrizal/GLOBE ASIA )

Chandra Asri Petrochemical Peroleh Peringkat idAA-

Nabil Al Faruq, Selasa, 8 Oktober 2019 | 15:29 WIB

JAKARTA, investor.id – Lembaga Pemeringkatan Indonesia (Pefindo) menegaskan peringkat idAA- untuk Obligasi I/2016, Obligasi Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) I tahun 2017-2018, dan PUB II tahun 2018-2019 milik PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA).

Outlook yang diberikan kepada perseroan adalah stabil. Terkait dengan Obligasi I/2016 Seri A senilai Rp 361,4 miliar yang akan jatuh tempo pada 22 Desember 2019, Chandra Asri berencana akan melunasinya dengan menggunakan dana internal. “Per 30 Juni 2019, perseroan memiliki kas dan setara kas sekitar US% 649 juta,” ujar manajemen Pefindo dalam keterangan tertulis, pada Selasa (8/10).

Pefindo menilai, peringkat tersebut mencerminkan posisi terdepan perseroan dalam industri petrokimia dalam negeri yang didukung oleh sinergi dengan partner strategis, operasi yang terintegrasi secara vertikal dengan fasilitas pendukung yang memadai, dan ukuran-ukuran struktur permodalan yang konservatif serta proteksi arus kas yang kuat.

“Namun, sensitivitas terhadap siklus industri dan risiko terhadap volatilitas selisih antara biaya bahan baku dan harga produk, serta risiko yang terkait dengan ekspansi fasilitas petrokimia membatasi peringkat,” ujar manajemen Pefindo.

Sebagai informasi, emiken berkode saham TPIA akan mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sekitar US$ 294 juta pada tahun depan. Dana tersebut akan digunakan untuk pengembangan bisnis dan ekspansi perseroan.

Direktur Perseroan Asri Suryandi mengungkapkan, Chandra Asri akan menggunakan kas perusahaan untuk memenuhi belanja modal tersebut. Saat ini, perseroan masih memiliki kas sekitar US$ 649 juta per semester I-2019.

Menurut dia, perseroan juga diperkirakan akan menerbitkan surat utang untuk memenuhi capex. Namun, Chandra Asri masih mempertimbangkan kondisi pasa sebelum menerbitkan instrumen tersebut.

Dana dari capex tersebut, salah satunya akan digunakan untuk penyelesaian pembangunan dua pabrik pada kuartal III-2020. Dua pabrik tersebut adalah Methyl-butyl ether (MTBE) dan Butene-I yang dibangun dengan investasi sekitar US$ 130,5 juta.

Lebih lanjut, perseroan juga berencana untuk merger dengan PT Petrokimia Butadiene Indonesia (PBI). Penggabungan tersebut bertujuan untuk menekan beban administrasi, dan aksi tersebut ditargetkan efektif per 1 Januari 2020.

Penggabungan tersebut dilakukan karena kehadiran Petrokimia Butadiene sebagai badan hukum yang terpisah menyebabkan adanya beban administrasi tambahan kepada perusahaan. Pasalnya, kehadiran Petrokimia Butadiene menyebabkan penagihan biaya antar perusahaan dan penempatan karyawan.

Perseroan melakukan merger tersebut supaya terjadi integrasi proses produksi dan pemetaan produk. Selain itu, perusahaan juga bisa melakukan sinergi akuntansi dan pengadaan. Penggabungan akan meningkatkan efisiensi dan efektivitas kegiatan usaha sehari-hari, sehingga bisa menguntungkan seluruh pemangku kepentingan. (c03)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA