Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Tower Bersama. Foto ilustrasi: dok. Investor Daily

Tower Bersama. Foto ilustrasi: dok. Investor Daily

GLOBAL BOND US$ 700 JUTA DISETUJUI

Desember, Tower Bersama Tawarkan Obligasi Rp 750 Miliar

Jumat, 13 November 2020 | 13:02 WIB
Farid Firdaus (farid.firdaus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) berencana menawarkan obligasi senilai Rp 750 miliar pada Desember 2020. Sementara itu, perseroan telah meraih persetujuan pemegang saham atas rencana penerbitan obligasi global (global bond) maksimal US$ 700 juta yang diperkirakan meluncur pada 2021.

Chief Financial Officer (CFO) Tower Bersama Infrastructure Helmy Yusman Santoso mengatakan, setelah perseroan berhasil menerbitkan obligasi berkelanjutan IV tahap I senilai Rp 700 miliar pada September, perseroan akan menggelar penerbitan tahap II pada Desember. Dana hasil emisi obligasi akan digunakan untuk pelunasan kembali (refinancing) utang.

“Saat ini, kami sedang proses administrasi, obligasi rupiah akan terdiri dari dua seri, dan semoga mendapat tingkat bunga yang menarik seiring dengan tren suku bunga acuan Bank Indonesia yang rendah,” jelas dia kepada Investor Daily.

Sebelumnya, Fitch Indonesia memberikan peringkat AA- pada penerbitan obligasi berkelanjutan IV tahap I.  Adapun program obligasi berkelanjutan IV Tower Bersama memiliki total target dana hingga Rp 7 triliun yang berlaku selama dua tahun.

Sementara itu, Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Kamis (12/11), menyetujui rencana perseroan menerbitkan sebanyak-banyaknya global bond US$ 700 juta. Persetujuan ini berlaku untuk satu tahun dan aksi penerbitan ini akan memberikan alternatif pendanaan bagi perseroan.

Menurut Helmy, perseroan tidak terburu-buru untuk menerbitan global bond lantaran terlebih dahulu mencermati kondisi pasar. Aksi ini juga disesuaikan dengan kondisi likuiditas serta sumber pendanaan perseroan. “Nantinya emisi global bond akan digunakan untuk melunasi kewajiban yang akan jatuh tempo maupun mempercepat pelunasan utang,” jelas dia.

Jika berjalan mulus, aksi ini akan menjadi global bond keempat Tower Bersama yang dicatatkan di Bursa Efek Singapura (SGX). Sebelumnya, perseroan memiliki senior notes US$ 300 juta yang telah dilunasi pada Mei 2017, kemudian senior notes US$ 350 juta yang jatuh tempo 10 Februari 2022 dengan tingkat bunga 5,25%. Terakhir, senior notes US$ 350 juta yang jatuh tempo 21 Januari 2025 dengan tingkat bunga 4,625%.

Ekspansi

Tower Bersama membidik tambahan 3.000 penyewa (tenant) baru secara organik pada 2021. Perseroan akan agresif membangun menara telekomunikasi, serta membuka peluang akuisisi menara milik operator ataupun membeli saham perusahaan menara.

Menurut Helmy, target penambahan tenant baru perseroan pada 2021 sama dengan 2020, yakni 3.000 tenant. Perseroan mempertimbangkan akuisisi, jika ada perusahan atau aset menara telekomunikasi yang prospektif, baik secara lokasi maupun valuasi aset.

“Ke depan, kesempatan akuisisi menara baru selalu ada, hanya kita selalu menilai apakah menara tersebut menarik dari segi lokasi. Total menara perusahaan sudah 15.893 site per Juni 2020 yang menyebar di berbagai lokasi,” jelas dia, baru-baru ini.

Dia menegaskan, jika ada peluang akuisisi namun secara valuasi dan lokasi belum cocok dengan portofolio menara perseroan, maka pihaknya tidak akan memaksa strategi anorganik. Selama ini, strategi perseroan adalah agresif membangun menara sesuai pesanan operator.

Adapun strategi yang ekspansi tercermin dari realisasi penambahan tenant sebanyak 2.517, yang terdiri atas 370 site telekomunikasi dan 2.147 kolokasi selama semester I-2020. Dengan total penyewaan menara telekomunikasi sebanyak 30.918, maka rasio kolokasi Tower Bersama menjadi 1,96 per Juni 2020.

Helmy optimistis, industri menara telekomunikasi terus tumbuh positif. Perseroan pun memiliki kontrak jangka panjang dari operator telekomunikasi. Hal tersebut membuat industri ini tergolong defensif. Tower Bersama membukukan rata-rata pertumbuhan tahunan (compound annual growth rate/CAGR) penyewaan 21,9% dari 2010 hingga kuartal II-2020. Sedangkan CAGR EBITDA pada periode yang sama 25,9%.

Sementara itu, perseroan berupaya menjaga tetap sehat rasio-rasio keuangan. Semisal, perseroan melakukan refinancing obligasi lama dengan yang baru sehingga mendapatkan tingkat bunga lebih rendah.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN