Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi perusahaan. Foto: Pixabay.

Ilustrasi perusahaan. Foto: Pixabay.

Duh, 'Multifinance' Sulit Pinjam ke Bank, Terbitkan Obligasi?

Rabu, 17 Februari 2021 | 06:45 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Penerbitan obligasi oleh perusahaan pembiayaan (multifinance) diyakini masih marak tahun ini. Hal itu didukung oleh bisnis pembiayaan yang diperkirakan kembali pulih, seiring dengan peningkatan penjualan mobil.

Penerbitan obligasi bakal didominasi oleh multifinance kelas menengah dan atas. Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Suwandi Wiratno mengatakan, pada masa pandemi saat ini, industri multifinance agak sulit mendapatkan pendanaan dari perbankan. Perbankan juga kemungkinan lebih ketat dalam mengucurkan kredit.

Oleh karena itu, penerbitan obligasi menjadi solusi yang paling tepat untuk mendapatkan dana murah. "Kalaupun menerbitkan obligasi, perusahaan pembiayaan menengah ke atas yang teraffiliasi dengan perusahaaan otomotif maupun perbankan lebih banyak mendapatkan kesempatan karena peringkat korporasinya jauh lebih bagus," ujar dia kepada Investor Daily, Selasa (16/2).

Sementara itu, perusahaan pembiayaan yang tidak terafiliasi dengan perbankan atau produsen otomotif cenderung lebih sulit mendapatkan pendanaan. Namun, Suwandi tetap optimistis multifinance yang memiliki kinerja bagus, meski mereka tidak memiliki afiliasi tetap mudah mendapatkan pendanaan. "Perusahaan yang bagus tetap akan mudah mendapatkan pendanaan. Bahkan, mereka dicari oleh bank," jelas dia.

Di lain pihak, analis Divisi Pemeringkatan Jasa Keuangan PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) Danan Dito mengatakan, penerbitan surat utang multifinance akan membaik tahun ini. Hal ini didukung oleh membaiknya penjualan otomotif pada 2021, meski tidak sebaik sebelum pandemi Covid-19. "Ditopang pula oleh banyaknya surat utang jatuh tempo tahun ini," kata dia.

Penopang lainnya adalah adanya relaksasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk industri pembiayaan. Di dalam relaksasi itu, ada kemudahan atau fleksibilitas bagi industri multifinance untuk menerbitkan medium term notes (MTN) dan surat utang lainnya.

Berdasarkan data Pefindo, nilai penerbitan surat utang pada 2020 mencapai Rp 96,6 triliun. Penerbitan ini dalam bentuk obligasi sebesar Rp 80,05 triliun dan MTN sebesar Rp 6,75 triliun. Sisanya dalam bentuk surat utang lainnya. Dilihat dari industrinya, multifinance tercatat menerbitkan obligasi sebesar Rp 14,35 triliun. Kemudian, lembaga keuangan khusus sebesar Rp 12,28 triliun.

Sementara itu, mandat obligasi yang diterima Pefindo sampai 11 Januari 2021 mencapai Rp 33,24 triliun. Lagi-lagi, multifinance tercatat menjadi perusahaan yang terbanyak dalam menerbitkan obligasi, yakni sebanyak tiga perusahaan dengan nilai Rp 8,2 triliun.

Kemudian, Direktur Utama PT Adira Dinamika Multfinance Tbk (Adira Finance) Hafid Hadeli mengatakan, selama pandemi Covid-19, perseroan menjaga likuiditas dengan tetap mempertahankan pembiayaan yang diterima dari induk usahanya, yakni Mitsubishi UFJ Financial Group (MUFG). Pinjaman ini diperoleh tahun lalu dengan nilai sebesar Rp 4 triliun. "Kami menjaga standby facility dari MUFG supaya likuiditas tetap terjaga dan rating juga tetap terpelihara," jelas dia.

Lebih lanjut, perseroan juga berencana menerbitkan surat utang untuk bisa menambah likuiditas apabila diperlukan. Penerbitan surat utang ini juga dilakukan sebagai bagian dari diversifikasi pendanaan. Meski demikian, perseroan belum bisa secara eksplisit mengungkapkan hal tersebut. "Penerbitan surat utang digelar, ketika bunga obligasi dinilai bagus," ujar dia.

Adapun Pefindo menegaskan peringkat AAA untuk kredit korporasi dan obligasi Adira Finance yang masih beredar. Selain itu, Pefindo menegaskan peringkat Sukuk Adira Finance yang masih beredar pada peringkat AAA(sy). Prospek untuk peringkat kredit tersebut adalah stabil.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN