Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
IHSG di Bursa Efek Indonesia. Foto ilustrasi: Beritasatu.com

IHSG di Bursa Efek Indonesia. Foto ilustrasi: Beritasatu.com

Dukung Pertumbuhan, BEI Dorong ASN Investasi Obligasi

Kamis, 11 Juli 2019 | 11:43 WIB

SOLO, investor.id- Bursa Efek Indonesia (BEI) mendorong Aparatur Sipil Negara (ASN) melakukan investasi Obligasi Negara SBR 007 sekaligus ikut mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

"SBR 007 ini merupakan surat utang yang dikeluarkan oleh pemerintah dengan kupon atau tingkat bunga imbal hasil 7,5 persen/tahun," kata Kepala BEI Surakarta M Wira Adibrata di Solo, Kamis, seperti dilansir Antara.

Ia mengatakan kupon tersebut lebih tinggi dibandingkan suku bunga simpanan yang berkisar 5-6 persen/tahun.

Menurut dia, dengan membeli SBR 007 masyarakat tidak hanya berinvestasi tetapi juga terlibat membantu pemerintah dalam menopang perekonomian nasional.

"Artinya dengan membeli SBR 007 kita berkontribusi dalam pembangunan perekonomian kita," katanya.

Ia mengatakan obligasi tersebut diperuntukkan khusus segmen ritel sehingga diharapkan seluruh lapisan masyarakat dapat membelinya.

Ia mengatakan sosialisasi terkait surat utang kepada ASN tersebut sudah dilakukan beberapa waktu lalu. Pada kesempatan itu ia juga mengarahkan para ASN agar melakukan pengelolaan keuangan yang bijak dan bisa mengenali mana investasi legal dan ilegal.

"Karena tidak sedikit ASN menjadi sasaran penipuan berkedok investasi. Pada prinsipnya untuk menghindari investasi bodong masyarakat harus memahami prinsip berinvestasi," katanya.

Menurut dia, beberapa langkah yang harus dilakukan di antaranya memastikan legalitas perusahaan yang menawarkan investasi, caranya dengan mengecek di OJK atau di BEI jika terkait dengan pasar modal.

"Selain itu kenali risiko yang ada karena setiap investasi pasti ada risiko. Hal lain yang perlu diketahui adalah investasi tersebut memberikan imbal hasil yang wajar atau masuk akal karena diperlukan waktu untuk hasil maksimal, tidak ada keuntungan instan," katanya. (gr)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN