Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi investasi. Foto: Pixabay

Ilustrasi investasi. Foto: Pixabay

Enam Perusahaan Realisasikan Penerbitan MTN Rp 2,38 Triliun

Gita Rossiana, Kamis, 26 Maret 2020 | 21:11 WIB

JAKARTA, investor.id – Total penerbitan surat utang jangka menengah (medium term notes/MTN) selama Januari hingga 26 Maret 2020 mencapai Rp 2,38 triliun. MTN tersebut diterbitkan oleh enam perusahaan.

Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), penerbitan MTN terbagi dalam dua mata uang, yakni rupiah dan dolar AS. Untuk penerbitan MTN rupiah, nilai penerbitannya sebesar Rp 1,27 triliun. Sedangkan nilai penerbitan MTN dolar AS sebesar US$ 68,5 juta atau setara dengan Rp 1,11 triliun.

Adapun perusahaan yang merealisasikan penerbitan MTN sejak Januari hingga 26 Maret 2020 adalah PT Pindo Deli Pulp and Paper Mills. Perseroan merilis MTN dalam mata uang rupiah dan dolar AS. MTN pertama didistribusikan secara elektronik pada 22 Januari 2020 dengan nilai pokok Rp 700 miliar. MTN ini memiliki tenor tiga tahun dan tingkat bunga 10,5% per tahun. Bertindak sebagai agen pemantau adalah PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), sedangkan PT Sinarmas Sekuritas sebagai arranger.

Pindo Deli juga menerbitkan MTN dalam mata uang dolar AS dengan nilai pokok US$ 12,5 juta. Surat utang ini memiliki tenor tiga tahun dengan tingkat bunga 6% per tahun.

Selanjutnya, PT Nusantara Indah Cemerlang yang menerbitkan dua MTN. Perseroan juga menerbitkan MTN dalam mata uang rupiah dan dolar AS. MTN rupiah diterbitkan dengan nilai pokok Rp 350 miliar dan tingkat bunga 10% per tahun. MTN ini bertenor 48 bulan. PT Adilracita Sekuritas Indonesia bertindak sebagai arranger.

Sedangkan MTN dalam dolar AS diterbitkan dengan nilai pokok US$ 50 juta. Surat utang ini bertenor 48 bulan dan tingkat bunga 7% per tahun. PT Adilracita Sekuritas Indonesia juga bertindak sebagai arranger dalam penerbitan MTN ini.

Di lain pihak, Perum Perumnas menerbitkan MTN senilai Rp 100 miliar. MTN tersebut bertenor lima tahun dengan tingkat bunga 11,75% per tahun. PT Bank Bukopin Tbk (BBKP) bertindak sebagai wali amanat.

Selain itu, PT Multi Sandang Tamajaya menerbitkan MTN sebesar Rp 75 miliar. Jangka waktu surat utang ini lima tahun dengan tingkat bunga 12% per tahun. PT Mandiri Sekuritas bertindak sebagai arranger.

Selanjutnya, PT Graha Informatika Nusantara yang menerbitkan MTN sebesar Rp 50 miliar dengan tenor tiga tahun. MTN ini memiliki tingkat bunga 11% per tahun. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) bertindak sebagai wali amanat.

Terakhir adalah PT ALP Petro Industry yang menerbitkan MTN dalam mata uang dolar AS dengan nilai pokok US$ 6 juta. Tingkat bunga dari MTN ini 4,12% per tahun dan memiliki tenor dua tahun. PT Sucor Sekuritas bertindak sebagai arranger.

Sebelumnya, PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memperkirakan penerbitan MTN akan mendominasi tahun ini. Hal itu berdasarkan permintaan pemeringkatan surat utang. “Memang mandat MTN tergolong banyak,” kata Kepala Pemeringkatan Jasa Keuangan Pefindo Hendro Utomo.

Maraknya penerbitan MTN tahun ini, menurut dia, kemungkinan dipengaruhi oleh terbitnya peraturan baru Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yaitu POJK Nomor 20/POJK.04/2019 tentang penerbitan efek bersifat utang atau sukuk yang dilakukan tanpa penawaran umum (EBUS) atau yang biasa disebut surat utang jangka menegah atau MTN yang akan berlaku mulai Juni 2020.

“Peraturan tersebut akan memperketat penerbitan MTN dengan target mulai berlaku Juni 2020. Hal ini kemungkinan mendorong sejumlah korporasi mempercepat emisi atau dilakukan sebelum peraturan baru tersebut berlaku,” ujarnya.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN