Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi perdagangan efek. Foto: Lorenzo Cafaro (Pixabay)

Ilustrasi perdagangan efek. Foto: Lorenzo Cafaro (Pixabay)

ARAH SUN SEPEKAN

Harga SUN Cenderung Bergerak Bervariasi

Gita Rossiana, Senin, 9 September 2019 | 08:08 WIB

JAKARTA, Investor.id – Harga surat utang negara (SUN) diproyeksikan bergerak bervariasi dengan kecenderungan naik sepanjang pekan ini. Pergerakan harga SUN didominasi sentimen yang datang dari luar negeri. Begitu juga dengan imbal hasil atau yield obligasi diperkirakan bergerak bervariatif.

Associate Director Head of Research and Investment PT Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan, sentimen global akan tetap menjadi fokus perhatian investor pekan ini. Sentimen pertama adalah dari pidato Jerome Powell di Zurich terkait indikasi The Fed akan kembali memangkas suku bunga acuan sebesar 25 bps bulan ini.

The Fed kemungkinan melihat bahwa sentimen negatif ekonomi yang datang perang dagang masih bisa di atas dengan baik, sehingga tidak menghambat pertumbuhan. Apalagi, dalam beberapa waktu ke dilakukan pertemuan tingkat wakil menteri antara Tiongkok dan Amerika Serikat untuk membahas perang dagang. "Hal ini tentunya akan menjadi hal yang baik bagi investor," ujar dia kepada Investor Daily di Jakarta Minggu (8/9).

Selain sentimen dari Asi, Nico mengatakan, pergerakan harga SUN akan dipengaruhi berita yang datang dari pertemuan Bank Sentral Eropa pada 12 September ini. Pertemuan Bank Sentral Eropa diperkirakan mengambil kebijakan penting, seperti penurunan tingkat suku bunga acuan, kendati masih ada masalah Brexit yang belum terselesaikan.

"Bank sentral Eropa berpotensi menurunkan suku bunga karena penurunan purchasing manage index pada sektor composite, jasa, dan manufacture. Oleh sebab itu pertemuan tersebut akan menjadi sesuatu yang layak ditunggu," ujar dia.

Sentimen pasar obligasi dari dalam negeri, ujar Nico, tidak terlalu signifikan dan belum menjadi perhatian investor. Beberapa data yang dirilis pekan ini, seperti penjualan otomotif. “Namun pekan depan, banyak sentimen dalam negeri yang ditunggu investor, seperti rilis data neraca perdagangan dan juga hasil pertemuan Bank Indonesia,” teranya.

Di tengah minimnya sentimen dari domestik tersebut, SUN sepanjang pekan ini berpeluang bergerak bervariatif. SUN tenor lima tahun akan bergerak di angka 6,68-6,78%, tenor 10 tahun pada level 7,28-7,35%, tenor 15 tahun di angka 7,7-7,77%, dan tenor 20 tahun di angka 7,85-7,92%.

Nico merekomendasikan, investor untuk memilih obligasi jangka pendek sebagai pilihan investasi. Pasalnya, instrumen tersebut merupakan pilihan tepat untuk meredam tingkat volatilitas yang ada di pasar. "Namun jangan kehilangan momen juga untuk mendapatkan capital gain. Oleh sebab itu porsinya adalah 70% untuk obligasi jangka pendek, 30% obligasi jangka panjang," ungkap dia.

Pandangan hampir sama diungkapkan Associate Director Fixed Income PT Anugerah Sekuritas Indonesia Ramdhan Ario Maruto. Menurut dia, harga SUN pekan ini cenderung akan bergerak terbatas. Meskipun pasar obligasi masih didukung daya beli investor yang masih tinggi. "Minat investor terhadap SUN masih tinggi, sehingga pelemahan lebih kecil. SUN pekan ini diperkirakan bergerak di kisaran 7,2%," kata dia.

Ramdhan menilai, faktor eksternal akan menjadi sentimen utama penggerak harga SUN pekan ini. "Pengaruh eksternal yang tidak bisa dikontrol akan menjadi faktor utama penyebab fluktuasi pasar SUN, karena investor asing banyak mengenggam hot money," terang dia.

Meskipun demikian, Ramdhan menilai, pasar SUN Indonesia masih menarik sebagai sarana investasi. Hal ini mendorong pemodal asing mulai membeli SUN secara perlahan-lahan. "Yield SUN Indonesia masih menarik, sehingga penguatan harga dan masuknya modal asing akan sangat terbuka," terang dia.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA