Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi: Obligasi Negara Ritail/IST

Ilustrasi: Obligasi Negara Ritail/IST

PASAR HARGA OBLIGASI NEGARA SEPEKAN

Harga SUN Diproyeksikan Cenderung Turun

Senin, 7 September 2020 | 08:48 WIB
Nabil Alfaruq (nabil.alfaruq@beritasatumedia.com)

JAKARTA, Investor.id - Harga Surat Utang Negara (SUN) diproyeksikan cenderung turun dipicu aliran dana asing ke luar (capital outflow) sepanjang pekan ini. Sedangkan imbal hasil (yield) obligasi negara bertenor 10 tahun cenderung naik tipis.

Head of Economy Research Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) Fikri C Permana mengatakan, yield SUN bertenor 10 tahun diproyeksikan bergerak dalam rentang 6,91-7,21%. Pergerakan ini juga dipengaruhi global capital flow ke Amerika Serikat (AS) bersamaan dengan penurunan dan juga yiled US treasury 10 tahun yang cenderung naik.

“Investor kemungkinan melanjutkan aksi meninggalkan asset class dari negara berkembang, termasuk Indonesia,” Ujar Fikri kepada Investor Daily di Jakarta, Minggu (6/9).

Pergerakan harga SUN, ungkapnya, juga bakal dipengaruhi atas hasil pembahasan independensi Bank Indonesia (BI) di DPR, hasil lelang obligasi negara yang digelar di hari Selasa, dan pergerakan rupiah. Sedangkan dari global, terdapat sentimen dari USD index dan harga minyak global. Selain itu, adanya tensi perundingan antar AS dan Tiongkok, serta jumlah pasien virus Covid-19 beserta perkembangan vaksinnya.

Berdasarkan data, pemerintah akan menggelar lelang Surat Utang Negara dengan target indikatif sebesar Rp 20 triliun hari Selasa. Fikri memperkirakan bahwa lelang tersebut akan ramai, terlebih berasal dari investor domestik yang akan memanfaatkan yield SUN yang bergerak meningkat dalam 2 minggu terakhir.

Seri obligasi negara yang dilelang, yaitu satu new issuance dan 5 seri reopening. Untuk new issuance diisi oleh SPN03201209 dan SPN12210909 dan untuk reopening diisi oleh FR0086, FR0087, FR0080, FR0083, dan FR0076. Menurut Fikri, para investor akan melirik seri SPN karena memiliki tenor yang pendek dan seri FR0080 yang menawarkan yield menarik.

Sementara itu, Associate Director of Research and Investment PT Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan, obligasi yang akan menjadi daya tarik bagi investor pada pelelangan SUN hari Selasa adalah obligasi jangka pendek. Menurut dia, obligasi jangka pendek masih menjadi primadona para investor, sebab untuk mengurangi tingkat volatilitas dan sensitifitas pergerakan harga.

Nico menambahkan, obligasi jangka panjang juga masih layak utuk dikoleksi. Hal ini dinilai berdasarkan mulai berakhirnya tahun 2020 dan persiapan para pelaku pasar untuk rebalancing portofolio tahun depan. “Mengingat tahun depan masih bermain adalah obligasi, karena ketidakpastian mengenai wabah virus corona masih akan membuat investor berhati hati untuk bermain di investasi yang memiliki tingkat resiko tinggi,” jelas dia.

Sedangkan seri yang akan menjadi daya tarik para investor di pelelangan SUN pada hari Selasa adalah FR0086 dan FR0087. Menurut dia, seri baru ini akan dilirik oleh pasar sebagai obligasi acuan tahun depan.

Kemudian, lelang yang akan dilakukan Selasa nanti memiliki target indikatif sebesar Rp 20 triliun dan target maksimal Rp 40 triliun. Niko menilai bahwa total penawaran yang akan masih bisa mencapai di atas Rp 75 triliun. Namun dengan situasi dan kondisi yang dipengaruhi oleh jumlah terinfeksi virus corona yang kian meningkat dan adanya kebijakan Bank Sentral.

“Oleh sebab itu kami melihat bahwa total yang akan diserap oleh pemerintah hanya akan berada di rentang Rp 20-Rp 25 triliun, tentu kami juga berharap bahwa yang akan diserap lebih dari Rp 25 triliun,” ujar dia.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN