Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Adi Sarana Armada Tbk. Foto ilustrasi: IST

PT Adi Sarana Armada Tbk. Foto ilustrasi: IST

IFC Siap Beli Obligasi Konversi Adi Sarana

Selasa, 10 November 2020 | 06:51 WIB
Farid Firdaus (farid.firdaus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) bersiap menggalang dana hingga Rp 450 miliar melalui penawaran umum terbatas dengan menerbitkan obligasi konversi. Anggota Bank Dunia, International Finance Corporation (IFC) menjadi pembeli siaga aksi korporasi tersebut.

Adi Sarana akan menawarkan hingga 600 juta obligasi konversi yang bisa ditukar dengan saham baru. Perseroan menetapkan harga pelaksanaan konversi menjadi saham baru sebesar Rp 750 per obligasi. PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) telah memberikan peringkat A- untuk obligasi konversi ini.

Presiden Direktur Adi Sarana Armada Prodjo Sunarjanto mengatakan, instrumen obligasi konversi dipilih karena bersifat zero coupon. Pihaknya telah mendekati IFC sejak lama dan melewati penilaian yang ketat. “IFC melihat potensi terhadap bisnis kami,” kata dia kepada Investor Daily, Senin (9/11).

Setiap pemegang 453 saham lama perseroan yang tercatat pada 7 Januari 2021 berhak memperoleh 80 hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) saham baru. Setiap satu HMETD memberikan hak kepada pemegangannya untuk membeli satu obligasi konversi.

“Konversi dari obligasi menjadi saham dapat dilakukan sejak tanggal emisi hingga sebelum jatuh tempo obligasi konversi yaitu 7 tahun atau pada 20 Januari 2028,” ungkap manajemen dalam prospektus.

Sebanyak lima pemegang saham Adi Sarana telah menyatakan tidak akan mengeksekusi haknya untuk menyerap obligasi konversi, dan mengalihkannya kepada IFC. Hal ini telah disampaikan melalui surat pernyataan pada 6 November.

Rinciannya, PT Adi Dinamika Investindo akan mengalihkan 150,45 juta HMETD kepada IFC, PT Daya Adicipta Mustika mengalihkan 115,03 HMTED, Prodjo Surnarjanto Sekar Pantjawati mengalihkan 59,98 juta HMETD, Permadi Rachmat mengalihkan 31,28 juta HMETD, dan Erida mengalihkan 19,16 juta HMETD.

“Berdasarkan surat pernyataan 4 November 2020, IFC menyatakan akan menerima pengalihan dan melaksanakan seluruh HMETD yang diterima dari Adi Dinamika, Daya Adicipta, Prodjo Sunarjanto Sekar Pantjawati, Permadi Rachmat, dan Erida,” jelas manajemen.

Jika setelah alokasi tersebut masih terdapat sisa obligasi konversi yang belum dilaksanakan, maka seluruh sisa akan dibeli oleh IFC secara tunai dengan jumlah maksimal Rp 450 miliar.

Dengan asumsi IFC melaksanakan kewajibannya dan obligasi konversi ditukar menjadi saham, maka terjadi perubahan struktur pemegang saham. IFC akan masuk menjadi pemegang saham dengan porsi 9,4%.

Sementara itu, kepemilikan Adi Dinamika menjadi 21,31% dari sebelumnya 25,08%, Daya Adicpita menjadi 16,30% dari 19,17%, Prodjo Sunarjanto menjadi 8,50% dari 10%, Permadi Rachmat menjadi 4,43% dari 5,21%, dan Erida menjadi 2,72% dari 3,19%. Sedangkan publik tetap menguasai 37,34% saham dengan asumsi pemegang saham publik seluruhnya mengeksekusi HMETD.

Jika masyarakat tidak melaksanakan HMETD, IFC akan menyerap saham baru tersebut. Pada skenario ini, kepemilikan IFC dalam Adi Sarana akan bertambah menjadi 15% dan porsi masyarakat menciut menjadi 31,74%.

Sebagai informasi, apabila obligasi konversi tidak dikonversi menjadi saham pada saat jatuh tempo, maka Adi Sarana wajib melunasi obligasi konversi  ditambah dengan yield to maturity sebesar 3,5% per tahun.

Penggunaan Dana

Adi Sarana berencana menggunakan sekitar 51,5% dana hasil emisi penerbitan obligasi konversi untuk pengembangan usaha yang akan disalurkan ke anak-anak usaha.

Anak usaha tersebut antara lain PT Tri Adi Bersama, PT Adi Sarana Logistik, PT Surya Fajar Indonesia, PT Adi Sarana Investindo, dan anak perusahaan dengan bidang jasa reparasi elektronik yang akan didirikan pada kemudian hari. Selain itu, sisanya 48,5% dana akan digunakan untuk pelunasan utang.

Perseroan sebelumnya telah mengantongi restu pemegang saham atas aksi ini pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) paa 19 Agustus silam. Perseroan menargetkan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 17 Desember 2020 dan recording date pada 7 Januari 2021.

Adi Sarana menjadwalkan distribusi HMETD pada 8 Januari 2021, kemudian pencatatan hasil HMETD di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 11 Januari 2021. Alhasil, periode perdagangan HMETD akan berlangsung pada 11-15 Januari 2021.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN