Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Logo Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank

Logo Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank

Indonesia Eximbank Siap Bayar Utang Total Rp 1,34 Triliun.

Jumat, 11 September 2020 | 15:03 WIB
Muhammad Ghafur Fadila

JAKARTA - Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau biasa dikenal dengan Indonesia Eximbank menyatakan kesiapan  membayar  utang jatuh tempo senilai Rp 1,34 triliun. Utang tersebut berasal dari dua obligasi dan satu sukuk mudharabah yang diterbitkan perusahaan. 

Kepala Divisi Financial Institution & Treasury, Emalia Tisnamisastra merinci utang yang akan jatuh tempo pada September ini adalah Obligasi Berkelanjutan IEB IV Tahap VI Tahun 2019 sebesar Rp 283 miliar, lalu Obligasi Berkelanjutan IEB II Tahap VI Tahun 2015 Seri C yang berjumlah Rp 913 miliar dan terakhir yakni Sukuk Mudharabah Berkelanjutan IEB I Tahap IV Tahun 2019 senilai Rp150 miliar.

“Hal ini sebagai komitmen kami untuk memenuhi kewajiban secara tepat waktu dan tepat jumlah, maka dari itu kami siapkan Rp 1,34 triliun sesuai dengan jumlah pokok efek bersifat utang yang akan jatuh tempo. Dana tersebut kami tempatkan pada berbagai instrumen keuangan yang likuid diantaranya penempatan pada bank,” jelasnya dalam keterangan resmi, Jumat (10/9).

Sementara itu PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) baru-baru ini menegaskan peringkat AAA atau yang tertinggi untuk Obligasi Berkelanjutan IV Tahap VII Tahun 2019 Seri A Lembaga Indonesia Eximbank senilai Rp600 miliar yang akan jatuh tempo di tanggal 9 November 2020. 

Menurut Pefindo peringkat ini diberikan seiring dengan kesiapan Perusahaan untuk melunasi obligasi yang jatuh tempo tersebut didukung oleh aset likuid Indonesia Eximbank dalam bentuk giro pada Bank Indonesia dan bank lain, serta penempatan pada bank lain, sebesar Rp8,8 triliun pada akhir Juni 2020. Selain itu meski di tengah menurunnya performa kualitas aset dan profitabilitas Perusahaan, LPEI memiliki dukungan yang kuat dari pemerintah, hal ini tercermin dari suntikan modal sebanyak Rp 5 triliun yang diberikan pada Agustus lalu.

“Kami juga melihat adanya upaya pemerintah untuk meningkatkan fungsi pengawasannya kepada Indonesia Eximbank dan mempertimbangkan peran penting Indonesia Eximbank,”jelas manajemen.

Lebih lanjut peringkat tersebut dapat diturunkan oleh manajemen apabila komitmen pemerintah untuk memperkuat permodalan Indonesia Eximbank tidak berjalan sesuai dengan UU No. 2/2009, atau bila UU baru yang lebih tinggi diberlakukan yang menghapuskan status sovereign Indonesia Eximbank. 

Sebelumnya pada awal Juli lalu, LPEI menerbitkan (emisi) obligasi dan sukuk mudharabah dengan total dana mencapai Rp 148 miliar. Adapun obligasi ditawarkan dengan jumlah dana sebesar Rp 48 miliar, sedangkan sukuk mudharabah jumlah dana yang ditawarkan mencapai Rp 100 miliar.

Berdasarkan prospektus ringkas perseroan, rencana penerbitan obligasi itu merupakan bagian dari penawaran umum berkelanjutan (PUB) V dengan target sebanyak-banyaknya sebesar Rp 22 triliun. Penawaran PUB V Tahap I 2020 mencapai Rp 48 miliar itu ditawarkan dengan bunga pokok sebesar 7,60% per tahun, dengan jangka waktu selama tiga tahun sejak tanggal emisi.(fur)

Editor : Frans (ftagawai@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN