Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi jalan tol. Foto: Ist

Ilustrasi jalan tol. Foto: Ist

Indonesia Infrastructure Finance Gelar PUB Obligasi Rp 3 Triliun.

Nabil Al Faruq, Senin, 25 November 2019 | 17:30 WIB

JAKARTA, Investor.id –  PT Indonesia Infrastructure Finance (IFF) berencana menggelar Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) I dengan total target  Rp 3 triliun. Sedangkan penerbitan tahap pertama PUB I ditargetkan senilai Rp 1,5 triliun.

Perseroan telah menunjuk PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (TRIM), CGS-CIMB Sekuritas Indonesia, PT Danareksa Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, dan PT Indo Premier Sekuritas sebagai joint lead underwriter (JLU) surat utang tersebut. Adapun, wali amanat yang ditunjuk adalah PT Bank Mega Tbk (MEGA).

Obligasi tersebut rencananya diterbitkan dalam tiga seri. Obligasi seri A dengan tenor 370 hari dan bunga 6,35%-6,95%. Seri B dengan tenor 3 tahun dan bunga 7,20%-7,80%. Sedangkan Seri C dengan tenor 5 tahun dan bunga 7,5%-8,2%.

“Kami yakin obligasi ini akan terserap dengan baik oleh pasar didukung kuatnya prospek IFF. Selain itu, perseroan telah meraih peringkat triple A dari oleh PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo),” ujar Presiden Direktur IFF Reynaldi Hermansjah dalam konferensi pers, Senin (25/11).

Penawaran umum obligasi ini akan digelar pada 13-16 Desember 2019. Kemudian penerbitannya ditargetkan pada 18 Desember 2019, dan pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 19 Desember 2019.

Dia mengatakan, dana hasil emisi obligasi ini berkelanjutan I ini akan digunakan untuk membiayai ekspansi bisnis dan pembayaran kembali utang IIF. “Sebanyak 70% akan digunakan untuk refinancing. Kemudian sisanya untuk membiayai penambahan tiga core sektor industry di social infrastrucure yakni kesehatan, edukasi, dan pariwisata. Hingga kini perseroan telah ekspansi di 8 core industri,” ujar Direktur IFF Hilda Savitri.

Pembangunan infrastruktur merupakan salah satu prioritas pemerintah Indonesia, sehingga diperkirakan infrastruktur nasional akan terus berkembang di masa mendatang. Peluang ini memberikan kesempatan bagi IIF untuk mempercepat dan meningkatkan pasrtisipasi sektor swasta dalam pembiyaan pembangunan infrastruktur di Indonesia.

IIF sebelumnya telah mengucurkan fasilitas kredit cash deficiency support (CDS) kepada anak usaha PT Waskita Toll, yaitu PT Pemalang-Batang Toll Road (PBTR), senilai Rp 600 miliar. Fasilitas pinjaman ini bertujuan mendukung pemenuhan dana tunai pengeoperasian jalan tol.

Penandatanganan fasilitas pinjaman CDS tersebut dilakukan Presiden Direktur IIF Reynaldi Hermansjah dan Presiden Direktur PBTR Supriyono. Penandatanganan tersebut juga dihadiri Direktur Utama Waskita Toll Road Herwidiakto dan juga dihadiri perwakilan PT Sumber Mitra Jaya selaku pemegang saham PBTR dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk sebagai Agen.

PBTR merupakan pemegang konsesi ruas tol Pemalang-Batang sepanjang 39,2 kilo meter yang telah beroperasi komersial sejak Desember 2018. PBTR dimiliki PT Waskita Karya Tbk (WSKT) melalui anak usahanya PT Waskita Toll Road dengan kepemilikan 60% saham.

Reynaldi mengatakan, pemberian fasilitas CDS ini menegaskan komitmen IIF sebagai penyedia pembiayaan infrastruktur di Indonesia. Kesepakatan ini juga merupakan pencapaian penting bagi IIF, karena dapat memberikan solusi pembiayaan inovatif yang sulit diberikan oleh bank konvensional.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA