Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi rapat. Foto: rawpixel (Pixabay)

Ilustrasi rapat. Foto: rawpixel (Pixabay)

Induk Usaha Golden Energy Rilis Surat Utang US$ 285 Juta

Minggu, 9 Mei 2021 | 12:05 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Golden Energy and Resources Ltd (GEAR), induk usaha PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS), menerbitkan surat utang global (senior notes) senilai US$ 285 juta. Surat utang tersebut diterbitkan dengan kupon 8,5% per tahun.

Group Corporate Secretary GEAR Pauline Lee menjelaskan, senior notes ini akan dijamin oleh Golden Investment yang berbasis di Australia. Surat utang unit usaha Grup Sinarmas tersebut berjangka waktu lima tahun dengan jatuh tempo pada 14 Mei 2026.

"Pembayaran kupon akan dilakukan setiap tahun sejak 14 Mei 2021 hingga 14 Mei 2026, dengan pembayaran kupon pertama pada 14 November 2021," ungkap Pauline dalam keterangan tertulis kepada Bursa Efek Singapura (SGX).

Sebelumnya, Golden Energy Mines, anak usaha GEAR, membatalkan rencana penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue, yang awalnya bertujuan untuk memenuhi ketentuan batas minimal saham yang beredar di publik (free float).

Pembatalan dilakukan setelah pemegang saham pengendali Golden Energy, yaitu GEAR, mendivestasi sahamnya di Golden Energy. Hal ini membuat jumlah free float Golden Energy di Bursa Efek Indonesia (BEI) telah sesuai ketentuan, yaitu minimum 7,5% saham.

“Memperhatikan kondisi keuangan perseroan yang sangat sehat, manajemen akan mengajukan pembatalan pelaksanaan rights issue kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK),” kata Direktur Golden Energy Mines Suhendra dalam paparan publik insidentil perseroan, belum lama ini.

GEAR selaku pemegang 62,48% saham Golden Energy sebelumnya telah menjual 4,5% saham Golden Energy kepada Ascend, yang merupakan entitas berbentuk fund/collective investment scheme yang dikelola oleh manajer investasi, Ascend Capital Advisors Pte Ltd. Ascend Capital Advisors memiliki lisensi dari Monetary Authority of Singapore.

Tahun ini, Golden Energy mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar US$ 9 juta guna mendukung kapasitas perseroan. Hingga tiga bulan pertama ini, capex yang berasal dari kas internal itu telah digunakan sebanyak US$ 1 juta.

Presiden Direktur Golden Energy Mines Bonifasius mengatakan, perseroan tengah mengajukan revisi target atau Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) 2021. Hal itu didorong oleh permintaan dan harga batu bara yang tengah meningkat. Apalagi, target penjualan dalam negeri perseroan yang tahun ini sebesar US$ 175 juta, sekitar 80% atau US$ 159 juta telah tercapai hanya dalam tiga bulan pertama tahun ini.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN