Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Perdagangan obligasi di bursa.

Perdagangan obligasi di bursa.

Jatuh Tempo Obligasi Negara Tahun Ini Capai Rp 51,7 Triliun

Senin, 6 Januari 2020 | 22:05 WIB
Thereis Love Kalla (thereis.kalla@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatat tiga obligasi milik Pemerintah Republik Indonesia akan jatuh tempo pada 2020. Total nilai jumlah pokok obligasi tersebut mencapai Rp 51,77 triliun.

Berdasarkan data KSEI, Senin (6/1), obligasi pemerintah yang akan jatuh tempo tahun ini adalah Obligasi Negara Republik Indonesia Seri FR0031. Obligasi senilai Rp 17,89 triliun ini diterbitkan pada 17 Juni 2005 dengan tingkat bunga 11% dan akan jatuh tempo pada 15 November 2020.

Selanjutnya, Obligasi Negara Republik Indonesia Seri ORI014 yang diterbitkan pada 26 Oktober 2017. Surat utang ini akan jatuh tempo pada 15 Oktober 2020. Adapun obligasi senilai Rp 8,94 triliun ini memiliki tingkat bunga sebesar 5,85%.

Selain itu, Obligasi Negara Republik Indonesia Seri VR0031 senilai Rp 25,32 triliun akan jatuh tempo pada 25 Juli 2020. Adapun VROO31 yang diterbitkan pada 3 Desember 2002 ini memiliki tingkat bunga sebesar 9,5%.

Sementara itu, berdasarkan kalender Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan RI tercatat pemerintah akan menerbitkan Surat Berharga Negara (SBN) sebanyak 13 kali dalam periode kuartal I-2020.

Dalam periode tersebut, terdiri dari penerbitan Surat Perbendaharaan Negara (SPN) konvensional dan syariah (SPNS), Surat Utang Negara (SUN), dan Project-based Sukuk (PBS). Target dari penerbitan SBN sepanjang kuartal pertama 2020 tersebut mencapai Rp 165,5 triliun.

Terkait penerbitan SBN, Menteri Keuangan Sri Mulyani pernah mengatakan telah menyusun strategi sesuai dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020. “Akan terus memantau perkembangan pasar dari sisi domestik dan internasional. Kita akan sesuai dengan UU APBN 2020 jadi harus terus memantau secara teliti perkembangan market. Kalau dari sisi issue domestik atau internasional  yang mana sangat reguler kondisi market kebutuhan pembiayaan kita,” jelasnya.

Selain itu, untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam APBN 2020, pemerintah akan melakukan lelang Surat Utang Negara (SUN) pada Selasa (7/1). Adapun target indikatif lelang mencapai Rp 15 triliun, sedangkan target maksimal Rp 22,5 triliun.

Adapun obligasi yang akan dilelang yaitu Surat Perbendaharaan Negara (SPN), SPN12200410 dengan tingkat kupon diskonto dan tenggat jatuh tempo pada 10 April 2020. Kemudian  SPN12210108 dengan jatuh tempo pada 8 Januari 2021 dengan tingkat kupon diskonto.

Sedangkan obligasi negara dengan seri FR0081 dibuka kembali dengan tingkat kupon sebesar 6,5% dan jatuh tempo 15 Juni 2025. Obligasi negara seri FR0082 yang dibuka kembali dengan tingkat kupon sebesar 7%  dan tenor 15 September 2030. Seri FR0080 dengan tingkat kupon 7,5% dengan tenor 15 Juni 2035. Seri FR0083 dengan tingkat kupon 7,5% dan tenor 15 April 2040. Seri FR0076 dengan tingkat kupon 7,37% dan jatuh tempo pada 15 Mei 2046.

Obligasi Korporasi

Sementara itu, KSEI juga mencatat lima obligasi korporasi akan jatuh tempo pada Januari 2020. Total nilai pokok obligasi tersebut mencapai Rp 2,68 triliun.

Obligasi yang jatuh tempo tersebut adalah obligasi Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank. Pada 2015, LPEI menerbitkan obligasi berkelanjutan tahap IV senilai Rp 1,5 triliun yang terbagi dalam dua seri. Tahun ini, obligasi yang jatuh tempo merupakan seri B senilai Rp 700 miliar bertenor 5 tahun dengan tingkat bunga 9,75%. Obligasi Berkelanjutan Indonesia Eximbank II Tahap IV Tahun 2015 Seri B ini jatuh tempo pada 7 Januari.

Setelah LPEI, obligasi Perusahaan Listrik Negara (PLN) akan jatuh tempo pada 12 Januari. Obligasi tersebut merupakan Obligasi PLN XI Tahun 2010 Seri B senilai Rp 1,78 triliun dengan tingkat bunga 12,55%. Obligasi ini merupakan bagian dari penerbitan Obligasi PLN XI Tahun 2010 sebesar Rp 2,7 triliun, dengan seri A senilai Rp 920 miliar berjangka waktu 7 tahun dan tingkat bunga 11,95%.

Selanjutnya, Obligasi Berkelanjutan I Greenwood Sejahtera Tahap I Tahun 2014 Rp 72 miliar yang akan jatuh tempo pada 14 Januari. Obligasi tersebut memiliki tingkat bunga 14,25%. Surat utang ini merupakan bagian dari Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) I PT Greenwood Sejahtera Tbk (GWSA) senilai total Rp 1,5 triliun.

Lalu, Obligasi Berkelanjutan II Bank UOB Indonesia Tahap I Tahun 2019 sebesar Rp 100 miliar yang akan jatuh tempo pada 19 Januari. Surat utang ini merupakan bagian dari PUB II dengan target dana Rp 3 triliun. Obligasi yang akan jatuh tempo memiliki tingkat bunga tetap 8,2% dengan jangka waktu 370 hari.

Kemudian, obligasi PT Kapuas Prima Coal Tbk (ZINC) sebesar Rp 26 miliar yang akan jatuh tempo pada 21 Januari. Surat utang ini merupakan bagian dari Obligasi I Kapuas Prima Coal Tahun 2018 sebesar Rp 73 miliar. Adapun obligasi yang akan jatuh tempo itu adalah seri B Obligasi I Kapuas Prima Coal Tahun 2018.

Perseran menawarkan obligasi dalam lima seri, yaitu Seri A berjangka waktu 370 hari dengan jumlah pokok Rp 4,6 miliar dan tingkat suku bunga 13,35%, serta seri B dengan nilai pokok Rp 26 miliar berjangka waktu satu tahun satu bulan dan tingkat bunga 13,35%.

Sedangkan Seri C senilai Rp 1 miliar memiliki tingkat bunga tetap 14,25% dan bertenor dua tahun. Seri D senilai Rp 18,4 miliar dengan tingkat bunga tetap 16,3% dan berjangka waktu tiga tahun. Seri E sebesar Rp 23 miliar dengan tingkat bunga 16,8% dan berjangka waktu lima tahun.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN