Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Deputi Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Djustini Septiana (kanan)

Deputi Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Djustini Septiana (kanan)

Jumlah Investor Pasar Modal Syariah Meningkat di Tengah Pandemi 

Jumat, 16 Juli 2021 | 12:22 WIB
Nabil Alfaruq (nabil.alfaruq@beritasatumedia.com)

JAKARTA — Jumlah investor pasar modal syariah di tengah pandemi Covid-19 ini mengalami peningkatan yang signifikan. Pertumbuhan ini diharapkan akan terus berlanjut kedepannya.

Deputi Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Djustini Septiana mengatakan, data sharia online trading system user menunjukan pertumbuhan 33,43% secara year to date (ytd) menjadi 97,75 ribu pengguna hingga Mei 2021. Jumlah islamic mutual fund investor juga tumbuh 41,22% ytd menjadi 682,69 ribu pengguna.

Corporate sukuk investor juga mengalami peningkatan sebesar 9,65% secara ytd atau menjadi 818 investor. “Menariknya adalah selama pandemi ini jumlah investor di Indonesia untuk islamic market tumbuh signifikan, kami berharap ini terus terjadi hingga periode selanjutnya,” ujar dia dalam acara The Future of Islamic Capital Market, Kamis (15/7).

Djustini juga menyampaikan, kapitalisasi pasar dari saham syariah yang tercatat pada indeks ISSI berada di 47% atau setara dengan US$ 241,3 miliar hingga 2 Juli 2021. Sementara jumlah saham syariah sebesar 56% atau setara 459 miliar saham.

Untuk sukuk korporasi outstanding value nya sebesar 8% atau setara dengan US$ 2,6 miliar. Adapun jumlah sukuk saat ini sebanyak 181 sukuk atau setara 21% dari seluruh sukuk korporasi yang diterbitkan. 

Tren pertumbuhan investor syariah
Tren pertumbuhan investor syariah

Kemudian, net asset value reksa dana syariah tercatat sebesar 7% atau setara dengan US$ 2,9 miliar, serta jumlah produk saat ini mencapai 292 atau setara 13%. Sedangkan sovereign sukuk tercatat 19% atau setara US$ 75,8 miliar dengan jumlah sukuk sebanyak 70 atau setara 28%.

Untuk diketahui, kapitalisasi pasar pada indeks ISSI mengalami pergerakan yang fluktuatif dan yang tertinggi berada di 2019 sebesar US$ 267 miliar. “Pada 2020 mengalami penurunan ke level US$ 239 miliar yang disebabkan oleh pandemi Covid-19. Sementara Juli 2021 meningkat kembali menjadi US$ 241 miliar, diharapkan terus meningkat sampai akhir tahun,” ujar dia.

Lebih lanjut, porsi dari reksa dana syariah didominasi oleh offshore mutual fund sebesar 39,4% dari total aset net value islamic mutual fund. Kemudian diikuti oleh reksa dana pasar uang sebesar 19,63%.

“Sementara untuk net asset value dari tahun 2019 sampai 2020 tren pergerakannya meningkat menjadi US$ 5,31 miliar, sedangkan pada Juli 2021 mengalami penurunan hingga 50% menjadi US$ 2,87 miliar. Hal ini disebabkan oleh perubahan kebijakan investasi,” ujar dia. (bil)

Editor : Frans (ftagawai@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN