Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Salah satu pabrik Duniatex. Foto: Perseroan.

Salah satu pabrik Duniatex. Foto: Perseroan.

Kupon Obligasi Jatuh Tempo September, Begini Kesiapan Duniatex Group

Farid Firdaus, Sabtu, 10 Agustus 2019 | 09:00 WIB

JAKARTA, investor.id – Permasalahan yang menjadi fokus Duniatex Group saat ini adalah keterlambatan pembayaran bunga senilai US$ 13,4 juta yang merupakan kewajiban salah satu anak usaha perseroan, yakni PT Delta Dunia Sandang Textile (DDST), pada 10 Juli lalu. Bunga tersebut merupakan bunga dari pinjaman sindikasi senilai US$ 260 juta yang dipimpin oleh HSBC dan BNP Paribas.

Direktur AJ Capital Advisory Fransiscus Alip mengatakan, sebagai konsultan yang ditunjuk sebagai penasihat keuangan Duniatex Group, pihaknya memperkirakan bahwa keterlambatan atas pelunasan bunga tersebut dipicu oleh likuiditas DDST yang ketat.

Hal tersebut salah satunya dipicu oleh efek perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok, yang menyebabkan adanya persaingan harga tidak sehat. Margin DDST pun menjadi menipis. “Ini hipotesa sementara, tapi nanti kita akan lihat lagi apa penyebab lainnya setelah perhitungan cash flow selesai,” kata Alip di Jakarta, Jumat (9/8).

Kondisi yang dihadapi DDST ini, lanjut Alip, tidak berhubungan dengan obligasi yang diterbitkan anak usaha Duniatex lainnya, yakni PT Delta Merlin Dunia Textile (DMDT), senilai US$ 300 juta pada Maret 2019. Pembayaran kupon pertama global bond tersebut akan jatuh tempo pada September 2019. Global bond ini memiliki kupon 8,65% per tahun dan akan jatuh tempo pada 2024.

Pihaknya memastikan, dana pembayaran kupon obligasi DMDT senilai US$ 12,9 juta bakal ditarik dari rekening penampungan bunga (Interest Reserve Account) dan akan dibayarkan sesuai dengan tanggal yang telah ditetapkan.

Sebagai informasi, kemampuan DMDT ini sempat diragukan oleh lembaga pemeringkat internasional, Fitch Ratings, yang memangkas peringkat utang DMDT dari B- menjadi CCC- pada 24 Juli 2019. Fitch Ratings menilai posisi kas DMDT yang sebesar Rp 700 miliar per Maret 2019 tak cukup untuk pembayaran bunga.

Sebelumnya, Standard & Poors (S&Ps) juga memangkas peringkat utang perusahaan dari BB- menjadi CCC- pada 16 Juli 2019. Kondisi ini sempat mengejutkan pasar lantaran banyak bank dalam negeri dan asing yang menjadi kreditur salah satu perusahaan tekstil terbesar di Indonesia ini.

Teranyar, laporan debtwire per 25 Juli 2019 menyebutkan, Duniatex Group diperkirakan memiliki total utang senilai US$ 2 miliar. Ini dengan memasukkan utang yang juga dimiliki oleh anak usaha Duniatex yang bergerak di bisnis properti.

Dalam laporan itu disebutkan, para kreditur Duniatex Group, antara lain Indonesia Eximbank, Nobu Bank, Rabobank, Panin Syariah, BRI Syariah, BPD Jawa Tengah, Bank Mandiri, Bank Mualamat, BNI Syariah, dan BPD Banten.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA