Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Mandiri Tunas Finance (MTF). Foto: Beritasatu Photo / Uthan A Rachim

PT Mandiri Tunas Finance (MTF). Foto: Beritasatu Photo / Uthan A Rachim

Mandiri Tunas Finance akan Emisi Obligasi Rp 2 Triliun

Gita Rossiana, Rabu, 10 Juli 2019 | 19:16 WIB

JAKARTA, investor.id – PT Mandiri Tunas Finance (MTF) akan menerbitkan obligasi senilai Rp 2 triliun menjelang akhir Juli 2019. Penerbitan obligasi tersebut bertujuan untuk mendukung modal kerja perusahaan di bidang pembiayaan kendaraan bermotor.

Obligasi tersebut merupakan bagian dari Obligasi Berkelanjutan IV senilai total Rp 3 triliun. “Perseroan sudah menerbitkan Obligasi Berkelanjutan IV tahap I dengan nilai Rp 1 triliun,” jelas manajemen MTF dalam pengumuman resmi, Rabu (10/7).

Obligasi diterbitkan tanpa warkat dan dijamin dengan komitmen penuh. Obligasi terdiri dari dua seri, yakni Seri A memiliki nilai pokok Rp 1,34 triliun dengan tingkat bunga tetap 8,9% dan tenor tiga tahun. Sedangkan Seri B memiliki nilai pokok Rp 658 miliar dengan tingkat bunga 9,5% dan tenor lima tahun.

Perseroan akan menawarkan obligasi pada 22-23 Juli 2019. Kemudian, pada 27 Juli 2019, obligasi ini akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Adapun penjamin pelaksana emisi efek adalah PT CGS-CIMB Sekuritas Indonesia dan PT Mandiri Sekuritas. Obligasi ini berhasil mendapat peringkat AA+ dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).

Direktur Mandiri Tunas Finance Armendra pernah mengatakan, obligasi merupakan salah satu sumber pendanaan di Mandiri Tunas Finance. "Sekitar 70% dari pendanaan kami berasal dari obligasi, sisanya dari pinjaman bank," ujar dia kepada Investor Daily, baru-baru ini.

Hasil dari penerbitan obligasi ini akan digunakan untuk mendukung modal kerja perseroan di bidang pembiayaan kendaraan bermotor. Sementara itu, sampai kuartal I-2019, perseroan berhasil membukukan total pembiayaan sebesar Rp 626,69 miliar, meningkat 10,69% dibandingkan kuartal I-2018 yang mencapai Rp 566,13 miliar.

Pembiayaan ini berkontribusi terhadap pendapatan perseroan yang mencapai Rp 815,46 miliar, meningkat 7,78% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp 756,57 miliar. Pendapatan ini kemudian menghasilkan laba bersih kuartal I-2019 sebesar Rp 102,44 miliar, meningkat 4,49% dibandingkan kuartal I-2018 yang mencapai Rp98,03 miliar.

Sementara itu, berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), penerbitan obligasi masih menjadi salah satu sumber pendanaan multifinance, kendati menunjukkan penurunan pada April 2019. Hingga April 2019, penerbitan obligasi multifinance mencapai Rp 70,24 triliun atau menurun 3,5% dibandingkan posisi April 2018 yang mencapai Rp 72,16 triliun.

Di sisi lain, pendanaan yang diterima dari bank dan lembaga keuangan lainnya masih mendominasi pendanaan multifinance. Hingga April 2019, total pinjaman yang diterima multifinance mencapai Rp 277,33 triliun atau meningkat 2,46% dibandingkan April 2018 yang mencapai Rp 270,67 triliun.

Pinjaman dari dalam negeri masih mendominasi total pinjaman dengan nilai sebesar Rp 174,48 triliun. Sedangkan pinjaman yang diterima perusahaan multifinance dari luar negeri mencapai Rp 102,84 triliun.

Pendanaan ini menopang pembiayaan multifinance yang pada April 2019 mencapai Rp 440,93 triliun, meningkat 4,51% dibandingkan April 2018 yang mencapai Rp 421,88 triliun. Adapun kontributor pembiayaan terbesar berasal dari  pembiayaan multiguna sebesar Rp263,81 triliun, diikuti oleh pembiayaan investasi Rp136,01 trilun dan pembiayaan lainnya.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN