Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Salah satu kegiatan di pabrik Indofood CBP. Foto: dok.

Salah satu kegiatan di pabrik Indofood CBP. Foto: dok.

Mantul! Investor Berebut Obligasi Indofood CBP, Pesanan Capai Rp 162 Triliun

Senin, 7 Juni 2021 | 06:10 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) menerbitkan obligasi global (global bond) senilai US$ 1,75 miliar atau setara Rp 25 triliun. Surat utang itu diburu investor dengan total pesanan mencapai US$ 11,4 miliar atau sekitar Rp 162 triliun.

Seperti dilansir oleh BondEvalue, untuk tranche pertama, Indofood CBP menerbitkan global bond sebesar US$ 1,15 miliar. Obligasi tersebut bertenor 10 tahun dan tingkat bunga 3,39%. Dari obligasi itu, perseroan mendapatkan permintaan atau pesanan dari investor sebesar US$ 7,4 miliar atau 6,4 kali lebih besar dari obligasi yang diterbitkan.

Kemudian, untuk tranche kedua, Indofood CBP menerbitkan global bond senilai US$ 600 juta dengan tenor 30 tahun dan tingkat bunga 4,47%. Obligasi ini kelebihan permintaan 6,7 kali atau mencapai US$ 4 miliar.

Sebelumnya, dalam keterangan tertulis kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Indofood CBP menyampaikan rencana penerbitan global bond untuk membayar atau membiayai kembali (refinancing) pinjaman saat perseroan mengakuisisi Pinehill Company. Anak usaha PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) itu telah menuntaskan akuisisi Pinehill pada 27 Agustus 2020, dengan nilai US$ 2,99 miliar atau ketika itu setara Rp 41,56 triliun.

Untuk mendukung aksi korporasi tersebut, perseroan menunjuk delapan institusi asing sebagai joint bookrunners, yakni UBS AG cabang Singapura, Deutsche Bank AG cabang Singapura, dan Mizuho Securities Pte Ltd (Singapura). “Lainnya yaitu SMCB Nikko Capital Markets Ltd, DBS Bank Ltd, Mandiri Securities Pte Ltd, Natixis (Singapura), dan OCBC Corp Ltd,” jelas Sekretaris Perusahaan Indofood CBP Gideon A Putro.

Lanjutkan Pertumbuhan

Indofood CBP diyakini masih bertenaga untuk melanjutkan pertumbuhan tahun ini, meskipun telah terjadi lonjakan kinerja keuangan pada 2020. Pertumbuhan tahun ini bakal didukung oleh peningkatan permintaan dan Pinehill Company. Sedangkan kenaikan harga bahan baku menjadi faktor penekan marjin keuntungan pada 2021.

Analis Trimegah Sekuritas Indonesia Heribertus Ariando dan Darien Sanusi mengungkapkan, lonjakan kinerja keuangan Indofood CBP tahun lalu, terutama pada kuartal IV, memperkuat keyakinan terhadap berlanjutnya peningkatan kinerja pada tahun ini.

“Sementara, sentimen positif terhadap pergerakan harga saham ICBP datang dari tuntasnya akuisisi Pinehill Company yang bakal turut menopang pertumbuhan Indofood CBP. Adapun rata-rata pertumbuhan laba bersih perseroan mencapai 15% dalam kurun waktu 2021-2023,” tulis Heribertus dan Darien dalam risetnya.

Di sisi lain, kenaikan harga komoditas bakal berimbas pada marjin keuntungan tahun ini. Sebab itu, Heribertus dan Darien memangkas target laba bersih Indofood CBP tahun ini sekitar 7% dan 1% pada 2022. Meski demikian, saham ICBP tetap direkomendasikan beli dengan target harga dipertahankan sebesar Rp 12.300.

Target harga tersebut mempertimbangkan proyeksi peningkatan laba bersih inti Indofood CBP menjadi Rp 6,17 triliun dibandingkan laba inti tahun lalu Rp 5,3 triliun. Begitu juga dengan pendapatan ditargetkan meningkat menjadi Rp 55,89 triliun pada 2021 dibandingkan raihan tahun 2020 senilai Rp 46,64 triliun.

Sebelumnya, Indofood CBP menuntaskan pembelian seluruh saham PT Indofood Fritolay Makmur (IFL) yang dimiliki Fritolay Netherlands BV, afiliasi dari PepsiCo Inc. Indofood CBP membeli sebesar 49% dari total seluruh saham yang telah diterbitkan IFL dengan nilai transaksi Rp 494 miliar yang akan didanai oleh kas internal perseroan.

Dengan dilakukannya transaksi tersebut, IFL akan mengakhiri perjanjian lisensi dengan PepsiCo Inc setelah IFL menuntaskan semua proses persiapan penghentian produksi dan penjualan produk merk milik PepsiCo. Aksi korporasi tersebut harus diselesaikan dalam waktu 6 bulan sejak dilakukan transaksi.

“Fritolay, PepsiCo dan pihak afiliasi lainnya tidak boleh memproduksi, mengemas, menjual, memasarkan, atau mendistribusikan produk makanan ringan apapun di Indonesia yang bersaing dengan produk IFL selama 3 tahun sejak berakhirnya masa transisi,” jelas manajemen.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN