Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi investasi. Foto: rawpixel (Pixabay)

Ilustrasi investasi. Foto: rawpixel (Pixabay)

Merdeka Gold, SMF, dan Bussan Finance Tawarkan Surat Utang Rp 4,05 Triliun

Farid Firdaus, (jauhari_id)  Selasa, 30 Juni 2020 | 10:58 WIB

JAKARTA, investor.id – Sebanyak tiga perusahaan bersiap masuk ke pasar surat utang dengan target emisi hingga Rp 4,05 triliun. Aksi ini menambah daftar emiten yang telah menyampaikan prospektus penawaran obligasi serta sukuk yang semakin marak.

Secara rinci, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) menawarkan obligasi Rp 1,4 triliun, PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) merancang penerbitan hingga Rp 2,45 triliun, dan PT Bussan Auto Finance menargetkan emisi sukuk dan obligasi senilai Rp 200 miliar.

Merdeka Gold melangsungkan Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) I tahap I dalam dua seri, yakni bertenor satu tahun dan tiga tahun. Besaran bunga akan diumumkan kemudian. Perseroan telah meraih hasil pemeringkatan surat utang, yakni A dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Para penjamin emisi (underwriter) obligasi adalah PT Indo Premier Sekuritas, PT CIMB Niaga Sekuritas, dan PT Sucor Sekuritas.

“Dana hasil penawaran obligasi akan digunakan perseroan untuk pembayaran sebagian utang berdasarkan perjanjian fasilitas US$ 100 juta. Pembayaran akan dilakukan kepada para kreditur melalui UOB Ltd sebagai agen fasilitas,” jelas manajemen Merdeka Gold dalam keterangan resmi.

Emiten pertambangan emas ini menjadwalkan masa penawaran awal sejak 29 Juni-10 Juli 2020. Perseroan menargetkan meraih pernyataan efektif dari otoritas terkait aksi korporasi ini pada 22 Juli 2020, sehingga penawaran umum bisa berlangsung pada 24 dan 27 Juli 2020. Pencatatan obligasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditargetkan 3 Agustus 2020.

Sementara itu, SMF telah menetapkan besaran bunga pada PUB V tahap IV senilai Rp 2,11 triliun, dan sukuk mudharabah I tahap II Rp 346 miliar. Untuk obligasi akan terbagi dalam dua seri, yakni seri A senilai Rp 1,69 triliun berbunga 6,75% yang akan jatuh tempo pada 24 Juli 2021 dan seri B senilai Rp 424 miliar berbunga 8,1% yang akan jatuh tempo pada 14 Juli 2025.

Untuk sukuk, SMF menawarkan bagi hasil 6,75% dengan jangka waktu 370 hari atau jatuh tempo pada 24 Juli 2021. Para underwriter yang menangani aksi penerbitan adalah PT Bahana Sekuritas, PT BNI Sekuritas, PT Danareksa Sekuritas, Indo Premier Sekuritas, PT RHB Sekuritas Indonesia, dan PT Trimegah Sekuritas.

SMF telah mengantongi hasil pemeringkatan AAA dan AAA (sy) dari Pefindo untuk penerbitan obligasi dan sukuk ini. Perseroan siap melakukan penawaran umum pada 9 Juli 2020 dan jadwal pencatatan obligasi pada 15 Juli 2020.

“Seluruh dana hasil penawaran akan digunakan untuk menggantikan sebagian dana ekuitas yang telah disalurkan sebagai pinjaman kepada penyalur Kredit Kepemilikan Rumah (KPR). Per 31 Maret 2020, jumlahnya mencapai Rp 4,13 triliun,” ungkap manajemen SMF.

Penawaran obligasi dan sukuk juga dilakukan oleh Bussan Auto Finance melalui PUB I tahap I dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan tahap I, yang masing-masing sebesar Rp 100 miliar. Surat utang ini akan bertenor 3 tahun, dan besaran bunga serta imbal hasil diumumkan kemudian. Pefindo telah menyematkan peringkat AAA untuk obligasi dan sukuk. Sementara, Indo Premier Sekuritas bertanggung jawab sebagai penjamin emisi.

Bussan Auto Finance terlebih dahulu melihat minat investor selama masa penawaran awal sejak 24 Juni-6 Juli 2020. Kemudian, masa penawaran umum dijadwalkan 20-21 Juli 2020, dan tanggal pencatatan pada 27 Juli 2020. Hasil emisi akan diserap untuk kebutuhan modal kerja perseroan.

Marak

Berdasarkan catatan Investor Daily, setidaknya ada 6 perusahaan yang sudah menyampaikan pengumuman untuk penawaran surat utang pada Juli 2020. Enam perusahaan tersebut adalah PT Pegadaian melalui PUB IV tahap II senilai Rp 1,5 triliun dan sukuk mudharabah berkelanjutan I tahap II Rp 500 miliar. Kemudian, PT Mandala Multi Finance Tbk (MFIN) dengan PUB IV tahap I senilai Rp 500 miliar dan PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) merilis PUB I tahap I Rp 500 miliar.

Tak ketinggalan, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (Indonesia Eximbank) meluncurkan PUB V tahap I senilai Rp 900 miliar, beserta sukuk mudharabah berkelanjutan II tahap I Rp 100 miliar. Selain itu, PT Indomobil Finance Indonesia turut besaing melalui PUB IV tahap I senilai Rp 1,5 triliun, dan PT Elnusa Tbk (ELSA) merancang sukuk ijarah I tahap I senilai Rp 700 miliar.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN