Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi perusahaan. Foto: Pixabay.

Ilustrasi perusahaan. Foto: Pixabay.

Mulai Ekspansif, Bank Gencar Terbitkan Obligasi Tahun Ini

Minggu, 25 April 2021 | 21:58 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Penerbitan obligasi perbankan diprediksi marak tahun ini, seiring dengan mulai pulihnya penyaluran kredit perbankan. Setelah meredanya pandemi Covid 19, perbankan mulai ekspansif dalam menyalurkan kredit.

Analis Divisi Pemeringkatan Jasa Keuangan PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) Danan Dito menjelaskan, adanya pandemi Covid-19 membuat perbankan sedikit menahan penyaluran kredit. Namun saat ini bank mulai menunjukkan tanda-tanda ingin meningkatkan penyaluran kredit. "Bank akan meningkatkan penyaluran kredit, meski sekarang masih konservatif bank sangat ingin ekspansi, namun beberapa sektor masih berhati-hati," jelas dia.

Danan mengungkapkan, untuk mendukung penyaluran kredit itu, perbankan tentunya membutuhkan pendanaan. Penerbitan obligasi, menurut Danan menjadi salah satu pilihan. Pasalnya, meski bank memiliki likuiditas yang melimpah, namun dana yang dimiliki perbankan merupakan tenor pendek sehingga akan terjadi mismatch dengan penyaluran kredit. "Karena itu dibutuhkan penerbitan obligasi sebab selain bisa berfungsi untuk ekspansi, tetapi juga bisa untuk reprofiling mismatch kredit dan pendanaan," ujar dia.

Sejumlah bank memang berencana menerbitkan surat utang tahun ini. Salah satunya adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) yang akan menerbitkan sustainability bond atau obligasi berkelanjutan perdana senilai US$ 300 juta atau sekitar Rp 4,35 triliun. Dana dari obligasi ini akan digunakan untuk pendanaan proyek berwawasan lingkungan dan program sosial.

Obligasi ini memiliki tenor 5 tahun dan kupon 2%. Perseroan telah menunjuk Deutsche Bank, HSBC, dan Mandiri Sekuritas sebagai Joint Lead Managers dalam penerbitan obligasi hijau ini.

Selain Bank Mandiri, ada PT Bank Mandiri Taspen atau Bank Mantap yang menerbitkan obligasi Berkelanjutan I Bank Mandiri Taspen Tahun 2021 dengan jumlah emisi sebesar Rp 2 triliun. Dana yang diperoleh dari penawaran umum obligasi ini akan dipergunakan untuk modal kerja dalam rangka kegiatan usaha penyaluran kredit dan untuk memperbaiki struktur pendanaan perseroan.

Dalam prospektus yang disampaikan, obligasi ini terbagi menjadi dua seri, pertama, Seri A, jumlah obligasi yang ditawarkan sebesar Rp 800 miliar dengan tingkat bunga tetap sebesar 6,5% dengan tenor selama tiga tahun. Seri B, jumlah obligasi yang ditawarkan sebesar Rp 1,2 triliun dengan tingkat bunga tetap sebesar 7,25%.

Adapun berdasarkan mandat yang diterima Pefindo pada 15 April 2021 terdapat 3 bank yang akan menerbitkan surat utang dengan nilai Rp 2,4 triliun. Selain perbankan, ada beberapa sektor lain yang akan menerbitkan surat utang tahun ini seperti industri pembiayaan sebanyak 3 perusahaan dengan nilai Rp 6,3 triliun.

Selain industri pembiayaan, multifinance yang bergerak dalam pembiayaan konsumer juga tercatat akan banyak menerbitkan surat utang, yakni sebanyak empat perusahaan dengan nilai Rp 5,8 triliun. Selanjutnya adalah perusahaan konstruksi sebanyak tiga perusahaan dengan nilai Rp 5,5 triliun. Sementara sisanya berasal dari berbagai sektor.

Sementara secara total, sampai 15 April 2021, Pefindo telah menerima mandat surat utang sebesar Rp 45,27 triliun. Adanya mandat ini diharapkan bisa menopang penerbitan surat utang tahun ini di kisaran Rp 122-159 triliun. Sedangkan hingga kuartal I-2021, Pefindo mencatat penerbitan surat utang sebesar Rp 23,21 triliun. Nilai ini meningkat 15,9% dibandingkan kuartal I-2020 yang mencapai Rp 20,02 triliun.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN