Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. Foto: Perseroan.

PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. Foto: Perseroan.

Obligasi Chandra Asri Diburu Investor

Jumat, 7 Mei 2021 | 06:03 WIB
Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA), perusahaan petrokimia terintegrasi terbesar di Indonesia, menyelesaikan penawaran umum berkelanjutan obligasi yang pertama tahun ini senilai Rp 1 triliun. Surat utang tersebut diburu investor hingga kelebihan permintaan (oversubscribed).

Ini adalah penerbitan pertama setelah Chandra Asri mengumumkan keberhasilannya dalam mengendalikan bisnis selama pandemi Covid-19 untuk mencapai kinerja keuangan yang solid dan menjaga neraca yang kokoh. Perseroan membukukan laba bersih setelah pajak sebesar US$ 51,5 juta pada 2020 dan US$ 85 juta pada kuartal I-2021.

Penerbitan ini diarahkan pada tenor yang lebih panjang agar lebih sesuai dengan rencana pertumbuhan jangka panjang perseroan, dengan kupon sebesar 7,8% untuk seri A tenor 3 tahun sebesar Rp 50 miliar, 8,5% untuk seri B tenor 5 tahun senilai Rp 587,95 miliar, dan 9% untuk seri C tenor 7 tahun senilai Rp 362,05 miliar.

PT BCA Sekuritas, PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia, dan PT Bahana Sekuritas mendukung perseroan dalam penawaran obligasi tersebut, dengan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) sebagai wali amanat. Transaksi ini menandai keberhasilan Chandra Asri dalam memasuki pasar fixed income domestik. Obligasi tersebut merupakan bagian dari Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) III senilai total Rp 5 triliun selama periode 2020-2022.

“Dengan lebih dari Rp 6,1 triliun yang telah diterbitkan sejak awal dan banyak investor yang senang hingga saat ini, program obligasi kami menawarkan pilihan yang kredibel bagi investor yang ingin meningkatkan imbal hasil mereka, diimbangi dengan fokus holistik dalam mempertahankan standar environmental, social, and governance (ESG) yang tinggi,” kata Presiden Direktur Chandra Asri Petrochemical Erwin Ciputra dalam keterangan tertulis, Kamis (6/5).

Menurut dia, penerbitan tersebut kembali mendapat peringkat AA- dari Pefindo, lembaga pemeringkat kredit tertua dan terpercaya di Indonesia. Pefindo menilai sangat kuat kapasitas Chandra Asri untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjang atas surat utang dibandingkan penerbit obligasi Indonesia lainnya.

Dana hasil penerbitan obligasi akan digunakan untuk mendanai modal kerja Chandra Asri, seiring dengan persiapan perseroan untuk pertumbuhan yang berkelanjutan guna memenuhi kebutuhan pasar domestik.

Surat Utang Global

Chandra Asri juga berencana membeli kembali (buyback) surat utang global (global notes) senilai US$ 300 juta. Pembelian kembali dilakukan untuk meningkatkan likuiditas perseroan.

Adapun dalam rangka buyback tersebut, perseroan melakukan tender offer yang dimulai sejak 3 Mei hingga 14 Mei 2021 sebagai tenggat batas awal dan 28 Mei sebagai tenggat batas terakhir. Target dari nilai pokok tender offer ini maksimal US$ 75 juta.

“Perusahaan melakukan tender offer ini untuk mengoptimalkan dan mengelola kas internalnya, profil utang, dan struktur modal," jelas manajemen dalam keterangan tertulis kepada Bursa Efek Singapura (SGX).

Chandra Asri berencana membayar bunga pinjaman dan surat utangnya dengan kas internal. Global notes yang akan dibeli kembali itu diterbitkan pada 2017 dan akan jatuh tempo pada 2024. Nilai pokok dari surat utang ini sebesar US$ 300 juta. Nilai outstanding-nya sebesar US$ 267,8 juta. Tingkat bunga dari surat utang tersebut sebesar 4,95%.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN