Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Tol Jasa Marga.

Tol Jasa Marga.

Obligasi Jasa Marga Diburu Investor

Kamis, 10 September 2020 | 10:29 WIB
Farid Firdaus (farid.firdaus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – PT Jasa Marga Tbk (JSMR) menuntaskan penerbitan obligasi senilai Rp 2 triliun sebagai strategi memperkuat modal. Aksi ini mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) di tengah ramainya penerbitan obligasi korporasi pada awal September.

Corporate Finance Group Head Jasa Marga Eka Setya Adrianto mengungkapkan, permintaan yang masuk untuk Obligasi Berkelanjutan II Jasa Marga Tahap I Tahun 2020 mencapai Rp 2,7 triliun. Jumlah itu melebihi nilai yang ditawarkan sebanyak Rp 2 triliun. “Demand-nya mampu oversubscribed, meski periode penawaran cukup terbatas. Investor yang menyerap bervariasi,” kata dia kepada Investor Daily.

Perseroan akan menggunakan dana hasil penerbitan obligasi untuk modal kerja, namun tidak terbatas pada pemeliharaan jalan tol, serta peningkatan fasilitas dan sarana penunjang jalan tol.

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memberikan peringkat AA- kepada obligasi Jasa Marga. Surat utang ini terdiri atas empat seri, yakni seri A senilai Rp 1,1 trilun dengan tingkat bunga tetap 7,9% dan tenor 3 tahun. Seri B senilai Rp 286 miliar dengan tingkat bunga tetap 8,25% dan tenor 5 tahun. Seri C senilai Rp 90 miliar dengan tingkat bunga tetap 8,6% dan tenor 7 tahun. Seri D senilai Rp 523,6 miliar dengan tingkat bunga tetap 9% dan tenor 10 tahun.

Para penjamin emisi yang menangani penerbitan obligasi Jasa Marga adalah PT BNI Sekuritas, PT CIMB Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk. Adapun PUB II Jasa Marga ini memiliki total plafon hingga Rp 4,5 triliun.

Ke depan, Jasa Marga juga mempertimbangkan penerbitan Surat Berharga Komersial (SBK) senilai Rp 500 miliar hingga Rp 1 triliun sebagai alternatif sumber pendanaan ekspansi. Tenor SBI diprediksi lebih pendek, tak lebih dari satu tahun.

Sebelumnya, Eka menjelaskan, karena SBK merupakan produk baru, sehingga perseroan tidak terlalu menargetkan jumlah yang besar dalam penerbitannya. Selain menjadi alternatif pendanaan, penerbitan SBK juga ditujukan perseroan demi menyemarakkan produk baru yang dibuat oleh Bank Indonesia.

Menurut Eka, selama ini penerbitan SBK hanya dilakukan oleh perusahaan pembiayaan atau multifinance seperti SMF. Sampai saat ini, belum ada perusahaan infrastruktur seperti Jasa Marga yang menerbitkan SBK.

Sebagai informasi, SBK adalah instrumen pasar uang yang memfasilitasi perusahaan menerbitkan surat utang jangka pendek tanpa jaminan di pasar uang. Tenor SBK ini tergolong pendek, yaitu satu bulan, tiga bulan, sembilan bulan, dan 12 bulan.

Instrumen SBK ini bisa diterbitkan oleh korporasi non-bank yang berbentuk emiten dan memenuhi persyaratan dari BI. Selain itu, perusahaan yang tidak tercatat sebagai perusahaan publik di Bursa Efek Indonesia (BEI) juga bisa menerbitkan SBK ini dengan memenuhi persyaratan dari BI.

Lebih lanjut, manajemen Jasa Marga akan meninjau kembali penerbitan KIK EBA Syariah hingga akhir tahun nanti. “Nanti kami akan review, tergantung kebutuhannya,” ujar Eka.

Obligasi PLN

Sementara itu, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) berhasil menghimpun dana Rp 1,87 triliun dari penerbitan obligasi dan sukuk ijarah berkelanjutan tahap IV tahap I tahun 2020. Semula, PLN menargetkan emisi hingga Rp 2 triliun saat bookbuilding, namun nilai tersebut sedikit diturunkan saat penawaran umum.

Masing-masing obligasi dan sukuk PLN terdiri atas lima seri yang memiliki tenor 5 tahun, 7 tahun, 10 tahun, 15 tahun, dan 20 tahun. Sedangkan tingkat bunga obligasi berkisar 6,7-8,86%.

Pefindo telah menyematkan peringkat AAA untuk obligasi PLN, dan AAA syariah untuk sukuk PLN. Sebanyak tujuh underwriter terlibat dalam penawaran surat utang ini. Mereka adalah PT Bahana Sekuritas, PT BCA Sekuritas, PT BNI Sekuritas, PT Danareksa Sekuritas, PT Indo Premier Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk.

Dana yang diperoleh dari hasil penerbitan ini akan digunakan PLN untuk investasi pembangkit, jaringan transmisi, dan interkoneksi di Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, serta Papua.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN