Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gedung Kementerian Keuangan Jakarta. Foto ilustrasi: kemenkeu.go.id

Gedung Kementerian Keuangan Jakarta. Foto ilustrasi: kemenkeu.go.id

ORI 019 Laris Manis, Pemerintah Raup Dana  Rp 26 Triliun

Jumat, 19 Februari 2021 | 12:54 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA- Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko  (DJPPR), Kementerian Keuangan meraup dana sebesar Rp 26 triliun dari hasil penjualan ORI 019.  Masa penawaran seri ini berlangsung sejak 25 Januari hingga 18 Februari 2021.  

Realisasi dana yang diraih pemerintah dari penjualan ORI 019 meningkat hingga 100,46 persen dibandingkan hasil penjualan ORI 018 yang ditawarkan pada Oktober tahun lalu sebesar Rp 12,97 triliun. 

Direktur Surat Utang DJPPR Kementerian Keuangan Deni Ridwan mengatakan bahwa dana yang terkumpul dari pemesanan ORI 019 sebesar Rp 26 triliun telah memenuhi target pemerintah, sehingga pemerintah menutup masa penawaran sejak Rabu (17/2). “Pemesanan ORI 019 sudah ditutup Rabu (17/2), karena sudah memenuhi kuota sebesar Rp 26 triliun,” ujarnya kepada Investor Daily, Jumat (19/2).

Ia mengatakan bahwa animo masyarakat sangat tinggi dan jika   secara statistik profile investor, generasi milenial menjadi yang paling besar sekitar 40 persen dari total investor. Deni optimistis, ke depan partisipasi investor  generasi milenial akan semakin bertambah untuk berinvestasi pada instrumen surat utang pemerintah. 

Kendati begitu ia belum detail menjelaskan lebih rinci statistiknya profile investor. “Statistik profile investor akan kami sampaikan bersamaan dengan rilis hari Senin (22/2) tuturnya.

Lebih lanjut Deni mengatakan bahwa jika dari sisi supply ORI 019 menarik bagi investor karena instrumen investasi yang aman dan memiliki risiko gagal bayar, selain itu sisi imbal hasilnya juga cukup kompetitif. Bahkan ORI 019 juga mudah diakses dengan (pemesanan) melalui Online.

Disisi lain, jika dari  demand sebagian golongan masyarakat kelas menengah memiliki dana untuk investasi sebab spendingnya berkurang. “Kemudian tumbuhnya kesadaran masyarakat mengenai manfaat berinvestasi terutama generasi milineal," tuturnya.

Sebagai informasi, ORI 019 merupakan Surat Berharga Negara (SBN) ritel pertama yang ditawarkan kepada masyarakat di tahun 2021. Obligasi negara ritel seri 019 diterbitkan dengan tingkat kupon 5,57%.  Selain itu, dana yang dihimpun dari penerbitan ORI 019 juga akan digunakan untuk pemenuhan target pembiayaan APBN 2021. Hal ini terutama untuk upaya penanganan dan pemulihan dari dampak covid-19, salah satunya program vaksinasi yang menjadi prioritas pemerintah.

Editor : Frans (ftagawai@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN