Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Perdagangan SBSN.

Perdagangan SBSN.

PEMINAT MEMBELUDAK

'Oversubscribed' Hampir 10 Kali, SBSN Terlelang Rp 8 Triliun

Abdul Aziz, Selasa, 11 Februari 2020 | 18:15 WIB

JAKARTA, Investor.id – Peminat lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau Sukuk Negara pada Selasa (11/2) membeludak. Dari target indikatif Rp 7 triliun, total penawaran yang masuk mencapai Rp 69,57 triliun atau mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) hampir 10 kali. Pemerintah akhirnya menetapkan total nominal yang dimenangi dari keempat seri SBSN yang ditawarkan sebesar Rp 8 triliun.

Seri SBSN yang dilelang terdiri atas seri Surat Perbendaharaan Negara Syariah (SPN-S) dan Project Based Sukuk (PBS). SPN-S yang dilelang adalah seri SPN-S 12082020 yang merupakan emisi baru (new issuance). Sedangkan PBS yang dilelang meliputi PBS002, PBS026, dan PBS005 yang semuanya merupakan penawaran ulang (reopening).

Direktorat Pembiayaan Syariah Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DPS DJPPR) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa (11/2) sore, mengungkapkan, jumlah penawaran yang masuk untuk SPN-S 12082020, PBS002, PBS026, dan PBS005 masing-masing sebesar Rp 22,01 triliun, Rp 28,70 triliun, Rp 15,11 triliun, dan Rp 3,74 triliun.

Adapun penawaran imbal hasil (yield) tertinggi yang masuk, menurut DPS DJPPR, masing-masing sebesar 3,90625%, 5,81250%, 6,50000%, dan 7,81250%. Sedankan penawaran yield terendah 3,46875%, 5,46875%, 6,00000%, dan 7,53125%.

“Sesuai kewenangan yang diberikan Undang-Undang (UU) Nomor 19 Tahun 2008 tentang SBSN, menteri keuangan (menkeu) menetapkan total nominal yang dimenangi dari keempat seri SBSN sebesar Rp 8 triliun,” demikian DPS DJPPR.

Yield Tertimbang

DPS DJPPR menjelaskan, yield rata-rata tertimbang yang dimenangi untuk SPN-S 12082020, PBS002, PBS026, dan PBS005 masing-masing 3,46875%, 5,51490%, 6,02266%, dan 7,57342%. Tanggal pembayaran imbalan ditetapkan masing-masaing pada akhir periode, 15 Januari dan 15 Juli 2020, 15 April dan 15 Oktober 2020, serta 15 April dan 15 Oktober.

Jika SPN-S 12082020 memberikan tingkat imbalan berupa diskonto maka PBS002, PBS026, dan PBS005 memberikan tingkat imbalan sebesar 5,45000%, 6,62500%, dan 6,75000%. “Keempat seri SBSN tersebut jatuh tempo masing-masing pada 12 Agustus 2020, 15 Januari 2022, 15 Oktober 2024, dan 15 April 2043,” demikian DPS DJPPR.

DPS DJPPR menambahkan, jumlah nominal dimenangi untuk SPN-S 12082020, PBS002, PBS026, dan PBS005 masing-masing Rp 1,5 triliun, Rp 2,73 triliun, Rp 2,60 triliun, dan Rp 1,17 triliun.

Nominal kompetitif yang dimenangi, demikian DPS DJPPR, masing-masing sebesar Rp 750 miliar, Rp 1,91 triliun, Rp 1,82 triliun, dan Rp 819 miliar. Sedangkan nominal nonkompetitif yang dimenangi senilai Rp 750 miliar, Rp 819 miliar, Rp 780 miliar, dan Rp 351 miliar.

Bid to cover ratio-nya masing-masing 14,67, 10,52, 5,81, dan 3,20, dengan tanggal settlement atau penerbitan pada 13 Februari 2020,” demikian DPS DJPPR.

17 Bank dan 4 Sekuritas

DPS DJPPR Kemenkeu mengungkapkan, lelang keempat jenis SBSN tersebut dilakukan untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan APBN 2020. “Semuanya menggunakan underlying asset proyek atau kegatan dalam APBN 2020 dan barang milik negara,” demikian DPS DJPPR Kemenkeu.

Peserta lelang, menurut DPS DJPPR, terdiri atas 17 bank dan empat perusahaan sekuritas. Ke-17 bank itu meliputi PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, dan PT Bank Permata Tbk.

Bank lainnya yaitu PT Bank Panin Tbk, PT Bank HSBC Indonesia, PT Bank OCBC NISP Tbk, Standard Chartered Bank, PT Bank CIMB Niaga Tbk, PT Bank Maybank Indonesia Tbk, Citibank NA, dan PT Bank Negara Indonesia Syariah.

Itu belum termasuk PT Bank Central Asia Tbk, Deutsche Bank AG, PT Bank BNP Paribas Indonesia, PT Bank Syariah Mandiri, serta PT Bank BRISyariah Tbk.

“Adapun perusahaan efek yang menjadi peserta lelang yaitu PT Danareksa Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk, dan PT Bahana Sekuritas,” papar DPS DJPPR.

Baca juga: Pemerintah Lelang SBSN Rp 7 Triliun

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA