Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Salah satu proyek Adhi Karya. Foto: Joanito

Salah satu proyek Adhi Karya. Foto: Joanito

Pacu Investasi, Adhi Karya Terbitkan Obligasi Rp 2 Triliun

Selasa, 13 Oktober 2020 | 10:46 WIB
Farid Firdaus (farid.firdaus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – PT Adhi Karya Tbk (ADHI) menggelar penawaran obligasi berkelanjutan III tahap I senilai Rp 2 triliun. Aksi ini merupakan bagian dari Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) III dengan target dana hingga Rp 5 triliun.

Tingkat bunga obligasi akan diumumkan kemudian. Perseroan terlebih dahulu melakukan penawaran awal selama 12-23 Oktober, dan target pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 4 November. Sementara, masa penawaran umum dijadwalkan pada 6-9 November, sehingga obligasi bisa dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 13 November.

Adhi Karya telah memperoleh hasil pemeringkatan dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) atas penerbitan obligasi ini, yaitu A-. Para penjamin emisi yang menangani penawaran obligasi antara lain PT Bahana Sekuritas dan PT Mandiri Sekuritas. Sedangkan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk bertindak sebagai wali amanat.

“Sekitar 50% hasil emisi obligasi akan digunakan untuk belanja modal berupa aset tetap seperti alat proyek dan pabrik dan penyertaan proyek investasi infrastruktur,” jelas manajemen Adhi Karya dalam pengumuman resmi.

Proyek investasi yang dimaksud adalah proyek strategis nasional dengan pemerintah Indonesia, serta proyek dengan swasta. Selain itu, sebanyak 31,25% hasil emisi obligasi bakal diserap untuk kebutuhan pelunasan utang (refinancing). Tak ketinggalan, Adhi Karya juga memanfaatkan emisi untuk modal kerja proyek light rail transit (LRT) dan proyek infrastruktur lainnya.

Order Book

Sebagai informasi, Adhi Karya membukukan perolehan kontrak baru sebesar Rp6,2 triliun hingga akhir September 2020, atau naik sebesar 32% dibandingkan perolehan kontrak baru pada bulan sebelumnya sebesar Rp4,7 triliun. Hal ini membuat nilai total kontrak yang ditangani (order book) yang diraih perseroan menjadi sebesar Rp 36,7 triliun.

Sebelumnya, Sekretaris Perusahaan Adhi Karya Parwanto Noegroho mengatakan, realisasi perolehan kontrak baru pada September didominasi oleh pembangunan gedung LIPI senilia Rp 284,7 miliar dan pembangunan gedung UPI di Bandung senilai Rp 203,6 miliar.

“Kontribusi per lini bisnis pada perolehan kontrak baru September, meliputi lini bisnis konstruksi dan energi sebesar 89%, properti sebesar 10% dan sisanya merupakan lini bisnis lainnya,” kata dia dalam keterangan resmi, baru-baru ini.

Sedangkan pada tipe pekerjaan, lanjut Parwanto, perolehan kontrak baru terdiri dari proyek gedung sebesar 37%, mass rapid transit (MRT) sebesar 23%, jalan dan jembatan sebesar 20%, serta proyek Infrastruktur lainnya seperti pembuatan bendungan, bandara, dan proyek-proyek engineering procurement construction (EPC) sebesar 20%. Berdasarkan segmentasi kepemilikan, realisasi kontrak baru dari pemerintah sebesar 74%, BUMN sebesar 20%, sementara swasta dan lainnya sebesar 6%.

Adapun September lalu, Adhi Karya telah menerima realisasi pembayaran keenam untuk pekerjaan proyek LRT Jabodebek Fase I senilai Rp1,8 triliun dari Pemerintah melalui PT Kereta Api Indonesia (Persero). Pembayaran ini dilakukan berdasarkan progres pekerjaan dari bulan Oktober 2019 sampai dengan Desember 2019.

Secara keseluruhan, Adhi Karya telah menerima pembayaran atas pembangunan prasarana LRT Jabodebek senilai Rp10,8 triliun. Nilai tersebut di di luar pajak.

Hingga 25 September 2020, progres pelaksanaan LRT Jabodebek tahap I telah mencapai 77,3%. Secara terperinci, progres tersebut adalah lintas pelayanan 1 yakni Cawang-Cibubur 91,2%, lintas pelayanan 2 yaitu Cawang-Kuningan-Dukuh Atas 73% dan lintas pelayanan 3 adalah Cawang-Bekasi Timur 70,7%.

Lebih lanjut, Adhi Karya tercatat masuk dalam daftar 26 perusahaan yang akan mengikuti tahapan proses aanwijzing (penjelasan) seleksi mitra strategis pengembangan dan pengelolaan Bandara Internasional Lombok yang dibuka Angkasa Pura (AP) I September lalu.

Adhi Karya akan bersaing mengikuti seleksi dengan perusahaan dalam negeri seperti Astra Infra dan Waskita Karya. Tak ketinggalan, sederet perusahaan asing seperti Royal Schiphol, Incheon Airport, Changi Airport, GMR Airport, Malaysia Airport BHD, Munich Airport dan lainnya turut mengikuti seleksi. Proses seleski berjalan Oktober ini, hingga pengumuman hasil prakualifikasi yang dijadwalkan 29 Januari 2021.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN