Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi investasi. Foto: Gerd Altmann (Pixabay)

Ilustrasi investasi. Foto: Gerd Altmann (Pixabay)

Pasar Surat Utang Dapat Sentimen Positif

Senin, 7 Juni 2021 | 07:15 WIB
Ghafur Fadillah

JAKARTA, investor.id - Harga surat utang negara (SUN) berpotensi naik pekan ini yang didukung oleh sentimen positif pertumbuhan purchasing manager index (PMI) manufacturing Indonesia dan terjaganya tingkat inflasi. Harga SUN juga akan dipengaruhi hasil lelang obligasi negara pekan ini.

Head of Economic Research Pefindo Fikri C Permana mengatakan, sentimen positif tersebut didukung kenaikan PMI Manufacturing Indonesia dan terjaganya tingkat inflasi. “Optimisme pemodal terhadap sektor riil akan berimbas positif terhadap pergerakan harga obligasi,” jelasnya kepada Investor Daily, akhir pekan lalu.

Kondusifnya pasar surat utang pekan ini, terang dia, juga ditopang tingginya minat investasi oleh investor. Hal ini tercermin dari membaiknya penyerapan surat utang negara di pasar primer dalam dua pekan lalu. Sedangkan, kenaikan yield US Treasury, peningkatan inflasi Amerika Serikat (AS), dan jobless claims yang lebih tinggi, bisa menjadi sentimen negatif terhadap pasar SUN.

Pergerakan harg obligasi, ungkap dia, juga bakal dipengaruhi kesuksesan lelang obligasi negara pekan ini. Untuk diketahui, pemerintah akan menggelar lelang surat utang negara dengan target indikatif Rp 30 triliun dan target maksimal Rp 45 triliun pada Selasa (8/6). Penerbitan ini bertujuan untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan APBN 2021.

Pemerintah akan menerbitkan enam seri obligasi negara, yaitu SPN12210909 dengan tenor hingga 9 September 2021, lalu SPN12220527 memiliki tenor 27 Mei 2022, FR0086 tenor 15 April 2026, FR0087 15 tenor Februari 2031, kemudian FR008815, FR0083, FR0089, masing-masing bertenor 15 Juni 2036, 15 April 2040 dan 15 Agustus 2051.

Pemerintah, ungkap dia, diproyeksikan mampu untuk menyerap hingga Rp 45 triliun dana dari penerbitan SPN ini, sejalan dengan kebutuhan pendanaan yang besar dari kementerian keuangan pada kuartal-II 2021. Sedangkan sektor perbankan diperkirakan tetap menjadi penyerap terbesar SPN seri 10 tahun, lantaran saat ini kondisi penyaluran kredit yang masih belum tumbuh signifikan.

“Selain, benchmark 10 tahun, seri FR0087 akan menjadi pilihan karena yield-nya menarik. Sedangkan seri dengan jangka waktu yang panjang akan dimasuki oleh investor asing, Bank Indonesia, investor dari dana pensiun dan juga asuransi,” kata dia.

Begitu juga dengan investor asing diperkirakan tertarik untuk mengoleksi surat utang tersebut lantaran stabilitas rupiah dan real yield yang menarik, dibandingkan dengan negara peers, seperti India ataupun Thailand. Pada lelang kali ini, Fikri memproyeksikan asing dapat masuk berkisar di Rp 10-20 triliun.

Secara terpisah, Analis Pilarmas Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan, kesuksesan pemerintah melelang obligasi sukuk pekan ini akan menjadi faktor pendorong harga obligasi. Pemerintah diperkirakan mampu untuk menarik dana hingga Rp 50 triliun dari lelang surat utang pekan ini. Sedangkan investor diperkirakan lebih cenderung memilih obligasi jangka pendek sebanyak 65%, 10% jangka menengah, dan 25% jangka panjang.

“Pergerakan harga obligasi juga akan dipengaruhi berita pertemuan FOMC meeting yang bulan ini. Ditambah dengan menyebarnya kabar yang mengatakan bahwa The Fed akan melakukan diskusi mengenai rencana mengurangi portfolio obligasi corporate bond, meskipun tidak dalam jumlah yang besar,” pungkasnya.

Nico memaparkan, apabila kondisi ini terjadi, cepat atau lambat pasar akan dihadapkan pada kondisi taper tantrum. Hal ini kedepannya, menjadi perhatian pemerintah untuk mempersiapkan strategi dan rencana yang matang untuk menanggulangi pasar yang bergejolak agar expected return yang direncanakan tetap tercapai.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN