Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Target BCA Finance

Target BCA Finance

Pefindo Berikan Peringkat idAAA BCA Finance

Nabil Al Faruq, Selasa, 13 Agustus 2019 | 13:04 WIB

JAKARTA, Investor. Id – Lembaga pemeringkatan Indonesia (Pefindo) memberikan peringkat idAAA untuk PT BCA Finance (BCAF) dengan prospek stabil.

Pefindo melalui penjelasan resminya di Jakarta, selasa (13/8) menyebutkan, peringkat tersebut mencerminkan dukungan yang kuat dari pemegang saham pengendali, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Sedangkan prospek stabil menggambarkan posisi usaha perseroan yang kuat dalam pembiayaan mobil, likuiditas, dan fleksibilitas keuangan. Namun peringkat tersebut dibatasi oleh ketatnya persaingan yang mengakibatkan strategi marjin yang rendah.

Peringkat tersebut dapat diturunkan, jika Pefindo menilai adanya penurunan dalam tingkat dukungan dari pemegang saham, hal tersebut bisa terjadi jika kontirbusi BCAF untuk BBCA mengalami penurunan secara substansial dan konsisten.

Sebagai informasi, pada tanggal 30 Juni 2019, BCAF dimiliki oleh PT Bank Central Asia Tbk (99,6%) dan BCA Finance Limited (0,4%). BCAF bergerak dalam bidang usaha jasa pembiayaan mobil berbagai merek. Perusahaan saat ini memiliki 69 jaringan kantor di kota besar seluruh Indonesia.

Kemudian pada tahun ini, BCA Finance berencana menerbitkn obligasi dengan total Rp 1,5 triliun. Dana hasil emisi tersebut rencananya akan digunakan untuk pembiayaan usaha perseroan.

Direktur Utama PT BCA Finance Roni Haslim sebelumnya mengungkapkan, BCA Finance saat ini sedang mempersiapkan penerbitan obligasi sebesar Rp 1,5 triliun. Surat utang tersebut bagian dari rencana penerbitan obligasi dengan total Rp 10 triliun.

"Bulan ini, kami mulai mempersiapkan penerbitan obligasi dan diharapkan tuntas pada September mendatang,"ujar Roni.

Penerbitan obligasi tersebut merupakan dari strategi pendanaan PT BCA Finance. Selain obligasi, BCA Finance mengandalkan pinjaman bank sekitar Rp 1 triliun dan joint financing dari PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) selaku induk usaha.

Dengan adanya pendanaan tersebut, perseroan berharap merealisasikan pembiayaan tahun ini dengan total Rp 32,5 triliun. “untuk pendanaan, sejauh ini masih aman dan bisa mendukung pembiayaan,” kata dia.

Selain itu, pada 22 April, BCA Finance dan BCA (induk usaha) telah menyepakati pembeliah saham milik PT Royalindo Investa Wijaya, Leslie Soemadi, Ibrahim Soemadi, Nevin Soemadi, Ko, Sugiarto di Bank Royal.

BCA Finance dan BCA membeli sebanyak 2,872 juta saham Bank Royal yang mewakili seluruh modal yang telah ditempatkan dan disetor para penjual dalam Bank Royal. Nilai maksimal transaksi akuisisi Bank Royal sebesar Rp 1,007 triliun.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA