Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Utama Pefindo, Salyadi Saputra. Foto: Majalah Investor /UTHA A RACHIM

Direktur Utama Pefindo, Salyadi Saputra. Foto: Majalah Investor /UTHA A RACHIM

Pefindo: Emisi Obligasi Semester II 2019 Bisa Rp 80 Triliun

Frans S Imung, Sabtu, 3 Agustus 2019 | 12:36 WIB

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memperkirakan, nilai emisi obligasi korporasi para paruh kedua 2019 bisa mencapai Rp 80 triliun. Jika tercapai, maka realisasi obligasi tahun ini kurang lebih sama dengan tahun lalu. Sementara realisasi emisi obligasi dan sukuk korporasi pada 2018 sekitar Rp 113,6 triliun.

Hal itu ditegaskan Direktur Utama Pefindo, Salyadi Sahputra ketika dihubungi investor.id, Sabtu (3/8/2019). Target tersebut jauh lebih optimistis setelah realisasi semester pertama 2019 hanya Rp 54,41 triliun. “Faktor (pendorong) utama tentunya karena tingkat suku bunga yang kita perkirakan lebih rendah dibanding semester pertama,” ujar Salyadi.

Jika melihat tren bulan Juli 2019, target ini akan bisa tercapai. Sebab, sapmpai dengan 2 Agustus 2019 realisasi emisi obligasi sudah mencapai Rp 73,47 triliun. Itu artinya telah terjadi penambahan hampir Rp 20 triliun dalam rentang waktu satu bulan.

Salah satu penyumbang nilai emisi terbesar diperkirakan datang dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Bank terbesar nasional ini telah menetapkan target emisi sekitar Rp 6 triliun yang akan direalisasikan pada Oktober 2019. Emisi sebesar itu merupakan bagian dari target BRI itu untuk menerbitkan obligasi berkelanjutan sebesar Rp 20 triliun.

Presiden Direktur PT Bank Rakyat Indonesia Tbk Suprajarto mengatakan, pihaknya tengah mematangkan rencana penerbitan obligasi sekitar Rp 6 triliun tersebut. BRI disebut sedang berdiskusi dengan para calon penjamin emisi untuk merancang penerbitan obligasi ini agar bisa terserap maksimal.

“Kami sudah bicara dengan PT Danareksa Sekuritas dan underwriter lainnya, bagaimana caranya penerbitan ini menjadi semenarik mungkin. Mungkin penerbitan bisa dilaksanakan Oktober,” jelas Suprajarto, Senin (29/7), seperti dikutip Investor Daily.

Suprajarto menambahkan, pendanaan melalui emisi obligasi akan lebih menguntungkan di tengah penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia. BRI disebut ingin menyasar segmen ritel sebagai pembeli obligasi perseroan kali ini. Salah satu investor ritel yang dinilai prospektif, yaitu pemodal dari kategori usia milenial.

 

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN