Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Salah satu fasilitas Star Energy, anak usaha Barito Pacific.

Salah satu fasilitas Star Energy, anak usaha Barito Pacific.

Pefindo Naikkan Outlook Peringkat Barito Pacific Jadi Stabil

Kamis, 15 April 2021 | 09:36 WIB
Lona Olavia

JAKARTA, Investor.id - PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menetapkan kembali peringkat utang idA (Single A) PT Barito Pacific Tbk (BRPT) dan merivisi outlook dari negatif menjadi stabil. Peringkat ini mencerminkan perbaikan posisi likuiditas emiten tersebut.

Dalam keterbukaan informasi, yang dikutip Kamis (15/4) disebutkan bahwa peningkatan outlook peringkat ini sejalan dengan potensi peningkatan arus kas masuk berupa dividen dari anak-anak perusahaan di sektor energi dari aset Salak dan Darajat, termasuk aset Wayang Windu, yang telah membagikan dividen sejak tahun 2019.

Aset Salak dan Darajat yang dimiliki Star Energy sebelumnya sukses menerbitkan obligasi sebesar US$ 1,11 miliar pada Oktober 2020. Percepatan pelunasan pinjaman sindikasi tersebut berimbas terhadap dihilangkannya ketentuan pembatasan distribusi dividen kepada Barito Pacific.

Pada Desember 2020, Barito menerima dividen sebesar US$ 56 juta dari aset Salak dan Darajat. Perseroan kemudian melunasi US$ 50 juta yang merupakan bagian dari fasilitas pinjaman US$ 200 juta dari Bangkok Bank.

Sedangkan pembatas peringkat tersebut adalah leverage keuangan yang moderat, akses tidak langsung terhadap arus kas operasional anak perusahaan, dan risiko yang melekat dengan segmen inti operasi perusahaan.

Pefindo kemudian menambahkan bahwa peringkat utang perseroan bisa dinaikkan, jika kinerja Barito Pacific membaik yang tercermin dengan membaiknya profil keuangan secara berkelanjutan, terutama leverage finansial yang tercermin dari membaiknya rasio utang terhadap EBITDA menjadi kurang dari 3,0x .

Di sisi lain, peringkat perseroan berpotensi turun, apabila ada penurunan berkelanjutan profil keuangan karena selisih yang menipis di bisnis petrokimia atau utang lebih besar dari yang diproyeksikan tanpa diiringi oleh kemampuan menghasilkan arus kas yang lebih kuat.

Peringkat juga bisa berada dalam tekanan jika terdapat penurunan aliran arus kas dari anak-anak perusahaan, yang dapat dipicu oleh pandemi Covid-19 yang terus berlangsung dan menyebabkan pelemahan lebih lanjut di sektor petrokimia, atau bencana alam yang sangat mempengaruhi segmen panas bumi.

Peringkat juga belum memperhitungkan belanja modal tambahan yang didanai dari utang untuk pembangunan naphtha cracker kedua di bawah PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA), karena keputusan investasi final belum difinalisasi.

Menanggapi hal tersebut, Analis CSA Research Inistitute Reza Priyambada menilai outlook Barito Pacific yang direvisi Pefindo menjadi stabil tentu berdampak positif ke perusahaan tersebut ke depannya. "Valuasi seharusnya berpengaruh positif," ujarnya.

Menurutnya, penilaian Pefindo tersebut seiring dengan potensi arus kas masuk berupa dividen dari anak-anak perusahaan BRPT pada sektor energi. "Di antaranya berasal dari aset Salak dan Darajat, selain aset Wayang Windu yang telah membagikan dividen sejak tahun 2019," ucapnya.

Reza memprediksi saham BRPT akan bergerak pada support Rp 915 per saham dan untuk resistance berada di level Rp 1.120 per saham.

Didirikan pada tahun 1979, Barito Pacific adalah perusahaan holding investasi yang dimiliki oleh Prajogo Pangestu. Saat ini perusahaan beroperasi di dua segmen utama, petrokimia dan energi panas bumi, melalui kepemilikan saham mayoritas di PT Chandra Asri Petrochemical Tbk dan Star Energy Group Holdings.

Perusahaan juga beroperasi di segmen lainnya, seperti pengolahan produk kayu dan properti. Per 31 Desember 2020, pemegang saham perusahaan adalah Prajogo Pangestu (72,18%), PT Barito Pacific Lumber (1,21%), PT Tunggal Setia Pratama (0,34%), saham diperoleh kembali (0,60%), dan lainnya (25,67%).

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN