Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Salah satu kegiatan konstruksi Waskita Karya. Foto: Arief

Salah satu kegiatan konstruksi Waskita Karya. Foto: Arief

Pefindo Revisi 'Outlook' Waskita Karya

Selasa, 14 Januari 2020 | 16:00 WIB
Nabil Syarifuddin Al Faruq (nabil.alfaruq@beritasatumedia.com)

JAKARTA, Investor.id — PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menetapkan peringkat A- untuk Obligasi Berkelanjutan II Tahun 2017 Seri B PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) dan Obligasi Berkelanjutan IV Tahun 2019 yang belum diterbitkan perseroan. Prospek (outlook) obligasi tersebut direvisi dari stabil menjadi negatif.

“Prospek peringkat perseroan kami revisi menjadi negatif dari stabil untuk mengantisipasi pelemahan lebih lanjut pada struktur permodalan dan proteksi arus kas,” demikian Pefindo dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa (14/01).

Pefindo juga menegaskan peringkat A- untuk Obligasi Berkelanjutan II Tahun 2017 Seri A Waskita senilai Rp 747 miliar yang akan jatuh tempo pada 21 Februari 2020.

“Untuk melunasi obligasi tersebut, perseroan akan menggunakan kas internal yang berasal dari piutang perusahaan,” demikian Pefindo.

Pefindo menjelaskan, pada kuartal IV-2019, Waskita Karya telah menerima Rp 21 triliun dari pembayaran skema turnkey (dana dibayarkan sesuai perkembangan realisasi proyek), termasuk Rp 10,3 triliun dari PT Hutama Karya (Persero) untuk proyek jalan tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang (bagian dari Trans Sumatra).

Selain itu, menurut Pefindo, Waskita Karya telah menerima dana Rp 1,7 triliun dari divestasi sahamnya di dua jalan tol minoritas di Solo-Ngawi dan Ngawi-Kertosono-Kediri. Perseroan juga telah menerima pengembalian dana talangan tanah sebesar Rp 4 triliun pada kuartal IV-2019.

Berdasarkan informasi keuangan Waskita, leverage keuangan perseroan yang diukur dengan rasio utang bersih terhadap laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) meningkat menjadi 14,8 kali pada kuartal III-2019. Sedangkan rasio interest coverage turun menjadi 1,6 kali.

“Selain akibat investasi yang agresif di jalan tol, kami memahami bahwa peningkatan signifikan atas utang merupakan hasil dari progres proyek-proyek turnkey dan piutang dari Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN). Pembayaran tepat waktu atas piutang ini dan divestasi jalan tol yang sukses memungkinkan perseroan menurunkan leverage keuangan dan meningkatkan profil kredit,” papar Pefindo.

Bisa Direvisi Lagi 

Pefindo menambahkan, peringkat tersebut dapat diturunkan apabila rasio leverage dan interest coverage Waskita masing-masing tetap di atas 10,0 kali dan di bawah 1,0 kali, selama 12-18 bulan ke depan dengan kemungkinan terbatas untuk deleveraging.

Sebaliknya, prospek dapat direvisi menjadi stabil jika Waskita Karya memperbaik leverage dan interest coverage ke tingkat yang dipandang setara dengan peringka A- secara berkelanjutan.

Waskita sebelumnya mengantongi dana Rp 12,3 triliun yang masuk ke kas internal. Dana tersebut berasal dari pembayaran proyek turnkey sekitar Rp 7,8 triliun dan pengembalian talangan tanah dari LMAN sekitar Rp 4,5 triliun.

Dengan masuknya dana ini, arus kas dan likuiditas Waskita membaik. Masuknya dana juga menjadi pemicu perbaikan prospek utang perseroan oleh pemeringkat internasional, Fitch Ratings, dari outlook negatif menjadi stabil.

Direktur Keuangan Waskita Kaya Haris Gunawan mengatakan, sebagian besar arus kas yang masuk akan digunakan untuk melunasi pinjaman kepada kreditur. Hingga akhir tahun ini, Waskita menargetkan tambahan kas masuk hingga Rp 14 triliun. “Kas masuk tersebut akan berasal dari beberapa proyek jalan tol di Pulau Jawa dan Sumatera yang dikerjakan secara turnkey,” tutur dia.

 

Editor : Abdul Aziz (abdul_aziz@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN