Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Adira Finance.

Adira Finance.

Pefindo Sematkan Peringkat AAA Dua Surat Utang Adira Finance

Kamis, 8 Oktober 2020 | 13:56 WIB
Nabil Alfaruq (nabil.alfaruq@beritasatumedia.com)

JAKARTA, Investor.id — PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menyematkan peringkat AAA untuk dua surat utang PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF), yakni Obligasi Berkelanjutan IV tahap I Tahun 2017 Seri B dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan III Tahap I Tahun 2017 Seri B.

Untuk diketahui, Obligasi Berkelanjutan IV tahap I Tahun 2017 Seri B Adira Finance senilai Rp 893 miliar dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan III Tahap I Tahun 2017 Seri B mencapai Rp 55 miliar.

Analis Pefindo Danan Dito dan Putri Amanda mengatakan, Adira Finance memiliki kesiapan untuk melunasi kedua surat utang tersebut yang didukung oleh dana kas dan setara kas perseroan yang besar mencapai Rp 5,9 triliun hingga akhir Agustus 2020 dan penerimaan angsuran atas piutang pembiayaan sekitar Rp 3,2 triliun per bulan.

“Kedua surat utang tersebut akan jatuh tempo pada 12 Desember 2020,” ujar dia dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (8/10).

Menurut Pefindo, peringkat AAA tersebut juga menggambarkan kemampuan perseroan untuk memenuhi kewajiban keuangan jangka panjang atas efek utang tersebut, dibandingkan dengan emiten Indonesia lainnya.

Sebagai informasi, Adira Finance sepanjang semester I-2020 memperoleh laba bersih sejumlah Rp 597 miliar, turun 37% secara tahunan (year on year/yoy). Penurunan ini dipicu atas kinerja pembiyaan yang terhambat akibat pandemi Covid-19.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan, Adira Finance membukukan penurunan pendapatan bunga 1% menjadi Rp 5,8 triliun, dibandingkan periode sama tahun lalu. Beban bunga turun 2% (yoy) menjadi Rp 2,3 triliun di semester I-2020. Pendapatan bunga bersih relatif flat menjadi Rp 3,6 triliun, menghasilkan margin bunga bersih sebesar 13,5%.

Sedangkan pada periode yang sama, beban operasional tercatat tumbuh tipis sebesar 1% (yoy) menjadi Rp 3,9 triliun. Biaya kredit meningkat sebesar 22% (yoy).

Adapun biaya kerugian atas restrukturisasi sebesar Rp 298 miliar, nilai tersebut turut menggerus laba bersih perseroan. Per Juni 2020, rasio ROA dan ROE masing-masing tercatat sebesar 3,5% dan 16,0%.

Presiden Direktur Adira Finance Hafid Hadeli sebelumnya menuturkan, penyebaran Covid-19 turut memberi dampak pada segmen pasar multifinance. Hal tersebut membuat perseroan mengalihkan fokus untuk menjaga kualitas pembiayaan, seperti melakukan restrukturisasi. Untuk diketahui, hingga 30 Juni 2020, jumlah konsumen yang telah melakukan restrukturiasasi sebesar 745 ribu kontrak atau sekitar Rp 17,4 triliun.

Hafid menambahkan, perseroan juga tetap menyalurkan pembiayaan saat pandemi dengan tetap selektif dan mengedepankan kualitas aset. Dengan demikian, sampai semester I-2020 Adira Finance membukukan total piutang yang dikelola sebesar Rp 50,4 triliun atau turun sebesar 7% (yoy).

"Di tengah pandemi ini perusahaan terus berupaya melayani kebutuhan konsumen dan mitra dengan tetap menyalurkan pembiayaan baru secara selektif yang disesuaikan pada kondisi pasar saat ini," ujar dia.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN