Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Salah satu pabrik milik PT Barito Pacific Tbk (BRPT). Foto: Perseroan.

Salah satu pabrik milik PT Barito Pacific Tbk (BRPT). Foto: Perseroan.

Pefindo Tegaskan Peringkat A Obligasi Barito Pacific

Jumat, 9 Oktober 2020 | 14:13 WIB
Muhammad Ghafur Fadila

JAKARTA - PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menetapkan peringkat A untuk obligasi berkelanjutan I milik PT Barito Pacific Tbk (BRPT) dengan dana maksimum yang ditargetkan Rp 1,5 triliun. Peringkat A tersebut mencerminkan  perseroan memiliki pangsa pasar yang kuat dalam bisnis utamanya yakni  sektor panas bumi yang memberikan perlindungan terhadap sensitivitas siklus industri sektor petrokimia.

“Hal ini juga didukung dengan pembagian dividen yang baik dari anak usaha inti perseroan. Selain itu perseroan dinilai memiliki finansial yang jauh lebih baik ketimbang obligor lainya di Indonesia,” jelasnya dalam keterangan resmi, Jumat (9/10).

Kendati demikian, Pefindo nebegaskan bahwa peringkat ini dibatasi  oleh leverage keuangan yang moderat, akses tidak langsung terhadap arus kas operasional anak perusahaan dan juga risiko yang melekat dengan segmen inti operasi Perusahaan.

Secara bersamaan Pefindo juga memutuskan untuk merevisi Outlook Barito Pacific menjadi negatif dari sebelumnya yang dinyatakan stabil. Terkoreksinya Outlook perseroan ini seiring dengan arus kas masuk yang lebih rendah dari anak usaha perseroan yakni PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA).

Seperti yang diketahui pada Agustus 2020 lalu, Barito Pacific memperoleh fasilitas utang sebesar USD 252,7 juta dari Bangkok Bank. Fasilitas ini akan digunakan perseroan sebagai kontribusi Barito dari segi finansial dalam konstruksi dan pengembangan proyek pembangkit listrik ultra-super critical 2x1.000 megawatt.milik PT Indo Raya Tenaga.

“Rasio pinjaman bersih terhadap EBITDA dan FFO terhadap pinjaman BRPT diproyeksikan akan melemah menjadi sekitar 4,4x dan 7,6% secara rata-rata untuk dua tahun ke depan dibandingkan 3,3x dan 9,9% per posisi 31 Desember 2019,”ujar manajemen Pefindo.

Sementara itu Pefindo mengatakan Outlook tersebut  dapat kembali direvisi menjadi stabil apabila profil keuangan bisnis pada sektor petrokimia milik Barito dapat membaik secara berkelanjutan. Faktor lainnya yakni penurunan utang di level induk perusahaan dan juga arus kas yang menguat dari anak-anak perusahan

“Peringkat ini belum memperhitungkan belanja modal tambahan yang didanai dari utang untuk pembangunan naphtha cracker kedua di bawah anak perusahaan BRPT, karena keputusan investasi final belum difinalisasi,” pungkas manajemen.

Sebelumnya anak usaha PT Barito Pacific Tbk (BRPT) yakni Star Energy Geothermal (Salak-Darajat) BV, menerbitkan surat utang berwawasan lingkungan (green bond) senilai US$ 1,11 miliar. Penawaran green bond ini mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) yang tinggi dengan pesanan yang masuk mencapai US$ 2,8 miliar dari 106 akun.

Para joint global coordinators dan joint bookrunners yang menangani penerbitan green bond Star Energy antara lain Credit Suisse, DBS Bank Ltd, Deutsche Bank, dan Barclays. Sementara, BPI Capital bertindak sebagai co-manager.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Investor Daily, sebanyak 42% investor yang memesan green bond berasal dari Amerika Serikat, 39% dari Asia, serta 19% dari Eropa, Timur Tengah, dan Afrika. Sedangkan berdasarkan tipe investor, sebanyak 82% merupakan asset management, 8% dari kelompok asuransi dan dana penisun, 8% hedge fund, serta 2% private bank.

Green bond Star Energy Geothermal terbagi dalam dua seri. Tranche A sebesar US$ 320 juta dengan tenor 8,5 tahun dan berkupon 3,25%. Sedangkan tranche B senilai US$ 790 juta dengan tenor 18 tahun dan berkupon 4,85%. (fur)

Editor : Frans (ftagawai@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN