Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Kapuas Prima Coal Tbk. Foto: Perseroan.

PT Kapuas Prima Coal Tbk. Foto: Perseroan.

Pefindo Tegaskan Peringkat BBB untuk Kapuas Prima Coal

Rabu, 14 Oktober 2020 | 10:26 WIB
Nabil Al Faruq (nabil.alfaruq@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menegaskan peringkat BBB untuk PT Kapuas Prima Coal Tbk (ZINC) dan Obligasi I tahun 2018 Seri C. Surat utang perseroan Seri C ini memiliki nilai Rp 1 miliar yang akan jatuh tempo 21 Desember 2020.

Pefindo menyatakan, surat utang Kapuas Prima Coal yang akan jatuh tempo tersebut akan dibayar menggunakan dana internal perseroan. Pada 31 Agustus 2020, kas dan setara kas Kapuas Coal tercatat sebesar Rp 53,1 miliar. “Untuk outlook peringkat perseroan adalah stabil,” jelas Pefindo dalam keterangan resmi.

Dengan memperoleh peringkat tersebut, Kapuas Prima Coal dinilai memiliki kemampuan yang memadai dibandingkan dengan obligor lain. Kemudian, peringkat BBB mencerminkan cadangan dan sumber daya mineral perseroan yang cukup baik, serta kegiatan usaha yang terintegrasi secara vertikal. 

“Peringkat perseroan dibatasi oleh struktur permodalan yang agresif dan perlindungan arus kas yang lemas, kapasitas yang cukup kecil dibandingkan dengan pesaing global, dan eksposur terhadap fluktuasi harga komoditas,” ungkap Pefindo.

Pefindo menegaskan, pandemi Covid-19 memiliki dampak yang cukup tinggi terhadap bisnis Kapuas Prima Coal. Permintaan global menurun signifikan yang berdampak pada penurunan harga komoditas seng, timbal, dan perak. Kondisi ini terlihat pada pertumbuhan pendapatan yang negatif 30% pada performa finansial semester I-2020.

Kemudian, sebagian dari risiko tersebut termitigasi oleh mulai membaiknya harga komoditas seng, timbal, dan perak secara bertahap sejak Juli 2020 seiring pemulihan ekonomi di Tiongkok. Pefindo juga mencatat bahwa manajemen mengimplementasikan beberapa strategi yang fokus pada efisiensi biaya selama masa pandemi, untuk mengkompensasi penurunan profitabilitas. 

Sebelumnya, dikabarkan bahwa emiten yang bergerak di bidang pertambangan logam dasar (galena) di Indonesia ini, menyiapkan dana US$ 3-4 juta pertahun untuk pengembangan dan eksplorasi lahan tambang perusahaan.

Direktur Kapuas Prima Hendra William mengatakan, luas tambang perseroan yang memproduksi logam dasar yang terdiri dari konsentrat timbal (Pb), konsentrat seng (Zn) dan perak (Ag) saat ini mencapai 5.569 Ha dengan area yang baru diproduksi sebesar 390 Ha. "Langkah ini diambil karena besarnya pangsa pasar dan menjaga keberlanjutan usaha perusahaan untuk memastikan adanya cadangan yang cukup untuk jangka panjang,” ujar Hendra.

Untuk diketahui, Kapuas Prima juga telah mengumumkan kenaikan sumber daya galena yang dimiliki perusahaan. Jumlah sumber daya perusahaan per Agustus 2020 mencapai 23,33 juta ton, meningkat dari data sebelumnya sebesar 14,44 juta ton pada tahun 2018.

Potensi sumber daya dan cadangan perseroan sendiri masih cukup besar karena sampai saat ini perseroan baru berproduksi dilahan seluas 390 Ha, atau sekitar 7% dari total luas IUP yang dimiliki.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN