Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pegadaian. Sumber: wikipedia

Pegadaian. Sumber: wikipedia

Pegadaian Terbitkan Obligasi dan Sukuk Rp 3,25 Triliun

Selasa, 8 September 2020 | 23:49 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - PT Pegadaian (Persero) mengumumkan untuk menerbitkan obligasi dan sukuk dengan jumlah pokok mencapai Rp 3,255 triliun. Dana tersebut rencananya digunakan sebagai tambahan modal kerja kegiatan usaha pembiayaan konvensional dan syariah.

Berdasarkan prospektus pada keterbukaan informasi di laman Bursa Efek Indonesia, penerbitan obligasi tersebut menjadi bagian dari penawaran umum berkelanjutan (PUB) IV Pegadaian dengan target dana mencapai Rp 7,8 triliun.

Sebelumnya, perseroan telah menerbitkan obligasi berkelanjutan Tahap I Tahun 2020 sebesar Rp 400 miliar, obligasi berkelanjutan Tahap II Tahun 2020 sebesar Rp 1,5 triliun.

Kali ini, Pegadaian menerbitkan obligasi berkelanjutan Tahap III Tahun 2020 dengan jumlah pokok sebesar Rp 2,42 triliun.

"Dana yang diperoleh dari hasil emisi Obligasi ini setelah dikurangi biaya-biaya emisi, seluruhnya akan digunakan untuk tambahan modal kerja kegiatan usaha pembiayaan dengan menerapkan prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG)," tulis Manajemen Pegadaian, dikutip Selasa (8/9).

Obligasi berkelanjutan IV Tahap III Tahun 2020 itu ditawarkan dalam dua seri. Obligasi Seri A memiliki jumlah pokok sebesar Rp 1,295 triliun dengan tingkat bunga tetap sebesar 5,50%, memiliki jangka waktu 370 hari. Sedangkan obligasi Seri B ditawarkan dengan jumlah pokok sebesar Rp 1,125 triliun dengan tingkat bunga tetap 6,45%, berjangka waktu tiga tahun.

Sementara itu, penerbitan sukuk mudharabah Pegadaian klai ini menjadi bagian dari PUB I dengan target dana sebesar Rp 2,2 triliun. Sebelumnya perseroan telah menerbitkan sukuk mudharabah Tahap I Tahun 2020 sebesar Rp 100 miliar dan Tahap II Tahun 2020 sebesar Rp 500 miliar.

Saat ini Pegadaian kembali menawarkan sukuk mudharabah berkelanjutan I Tahap III Tahun 2020 sebesar Rp 835 miliar. Surat utang berbasis syariah itu juga terbagi menjadi dua seri. Untuk Seri A, dana yang ditawarkan sebesar Rp 704 miliar dengan besaran nisbah sebesar 18,334% dari pendapatan. Nilai tersebut memiliki indikasi bagi hasil ekuivalen 5,50% per tahun dengan jangka waktu 370 hari.

Untuk Seri B sukuk mudharabah ditawarkan dengan jumlah dana sebesar Rp 131 miliar dengan besaran nisbah 21,50%. dari pendapatan. Nisbah tersebut memiliki indikasi bagi hasil sebesar 6,45% per tahun dengan jangka waktu selama 3 tahun.

Mengenai jaminan, obligasi dan sukuk mudharabah itu tidak dijamin dengan suatu agunan khusus namun dijamin dengan seluruh harta kekayaan perseroan.  Termasuk berupa barang bergerak maupun barang tidak bergerak, baik yang telah ada maupun yang akan ada dikemudian hari sesuai dengan ketentuan dalam Pasal 1131 dan Pasal 1132 Kitab Undang Undang Hukum Perdata Republik Indonesia.

Obligasi tersebut mendapat hasil pemeringkatan AAA (triple A) dengan outlook stable, begitu juga sukuk mudharabah dengan hasil pemeringkatan AAA (triple A syariah) dengan outlook stable. Pemeringkatan itu diberikan dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) dan telah diperbaharui pada 4 September 2020.

Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi dan sukuk mudharabah diantaranya PT Bahana Sekuritas, PT BNI Sekuritas, PT Danareksa Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, dan PT Indo Premier Sekuritas. Adapun PT Bank Mega Tbk dipercayakan sebagai wali amanat.

Perkiraan masa penawaran umum obligasi dan sukuk mudharabah dilakukan pada 16-17 September 2020. Kemudian, perkiraan distribusi secara elektronik dilakukan pada 223 September 2020 dan diikuti pencatatan di BEI diperkirakan pada 23 September 2020.

Dalam prospektus, perseroan menyajikan ikhtisar data keuangan per Juni 2020 dengan total aset mencapai Rp 68,44 triliun dan liabilitas sebesar Rp 44,23 triliun. Pada saat yang sama laba bersih tercatat relatif stagnan atau sebesar Rp 1,53 triliun. Adapun rasio utang terhadap ekuitas (DER) sebesar 1,83 kali.

Sebelumnya, Direktur Pemasaran dan Pengembangan Produk Pegadaian Widodo Haryanto menyampaikan, sejatinya likuiditas perseroan dijaga baik. Sampai paruh pertama tahun ini plafon di perbankan yang belum digunakan sebesar Rp 9 triliun. Hal itu juga didukung dengan penerbitan obligasi dan sukuk di Juni 2020 lalu.

"Bahwa sumber likuiditas Pegadaian untuk bisa memberikan pembiayaan sampai akhir tahun ini diperkirakan adalah sekitar Rp 5 triliun lagi. Maka diperkirakan kami masih punya ruang yang cukup untuk Pegadaian yang berasal dari perbankan maupun penerbitan obligasi tadi," ucap dia.

Di samping itu, Pegadaian juga diketahui membidik outstanding pembiayaan dapat tumbuh pada kisaran 8% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi sebesar Rp 54,4 triliun. Guna mendukung eksistensi bisnis, perseroan turut menyisihkan dana sebesar Rp 480 miliar sebagai pengembangan teknologi digital.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN