Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Lelang Sukuk

Lelang Sukuk

PENAWARAN MASUK CAPAI RP 38,84 TRILIUN

Pemerintah Menangi Lelang SBSN Rp 9,5 Triliun

Abdul Aziz, (aziz_id)  Rabu, 24 Juni 2020 | 12:30 WIB

JAKARTA, Investor.id – Pemerintah memenangi lelang enam seri Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) pada 23 Juni 2020 dengan total nominal Rp 9,5 triliun dari penawaran yang masuk sebesar Rp 38,84 triliun atau empat kali dari nominal yang dimenangi.

Enam seri SBSN yang dilelang terdiri atas seri SPNS24122020 yang merupakan emisi baru (new issuance) dan lima seri lain yang seluruhnya adalah seri penerbitan kembali (reopening), yaitu PBS002, PBS026, PBS023, PBS022, serta PBS005.

Direktorat Pembiayaan Syariah Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan (DJPPR Kemenkeu) dalam keterangan resminya mengungkapkan, jumlah penawaran yang masuk untuk SBSN seri SPNS24122020, PBS002, PBS026, PBS023, PBS022, dan PBS005 masing-masing Rp 4,95 triliun, Rp 17,30 triliun, Rp 8,46 triliun, Rp 3,29 triliun, Rp 1,49 triliun, dan Rp 3,34 triliun.

Menurut DJPPR Kemenkeu, penawaran imbal hasil (yield) tertinggi yang masuk untuk setiap seri SBN tersebut adalah 4,75000%, 6,18750%, 6,71875%, 8,12500%, 8,62500%, dan 8,34375%. Sedangkan penawaran yield terendahnya masing-masing 3,90625%, 5,59375%, 6,37500%, 7,34375%, 7,87500%, serta 8,03125%.

Yield 8,16960%

DJPPR Kemenkeu menjelaskan, berdasarkan penawaran yang masuk, pemerintah menetapkan yield rata-rata tertimbang SBSN seri PBS002, PBS026, PBS023, PBS022, dan PBS005 yang dimenangi masing-masing sebesar 5,63871%, 6,49984%, 7,43952%, 7,93739%, serta 8,16960%.

“Tanggal pembayaran imbalan ditetapkan masing-masing pada 15 Januari dan 15 Juli, 15 April dan 15 Oktober, 15 Mei dan 15 November, 15 April dan 15 Oktober, serta 15 April dan 15 Oktober, dengan tingkat imbalan 5,45000%, 6,62500%, 8,12500%, 8,62500%, dan 6,75000%,” demikian DJPPR Kemenkeu.

SBSN seri PBS002, PBS026, PBS023, PBS022, dan PBS005, menurut DJPPR Kemenkeu, akan jatuh tempo pada 15 Januari 2022, 15 Oktober 2024, 15 Mei 2030, 15 April 2034, dan 15 April 2043.

“Jumlah nominal yang dimenangi pemerintah untuk SBSN seri PBS002, PBS026, PBS023, PBS022, dan PBS005 masing-masing Rp 4,20 triliun, Rp 2,35 triliun, Rp 1,40 triliun, Rp 400 miliar, dan Rp 1,15 triliun,” demikian DJPPR.

DJPPR Kemenkeu mengemukakan, nominal kompetitif yang dimenangi pemerintah untuk SBSN seri PBS002, PBS026, PBS023, PBS022, dan PBS005 masing-masing Rp 2,94 triliun, Rp 1,64 triliun, Rp 980 miliar, Rp 280 miliar, dan Rp 805 miliar. Sedangkan nominal nonkompetitif yang dimenangi adalah Rp 1,26 triliun, Rp 705 miliar, Rp 420 miliar, Rp 120 miliar, dan Rp 345 miliar.

SBSN seri PBS002, PBS026, PBS023, PBS022, dan PBS005 memiliki bid to cover ratio masing-masing 4,12, 3,60, 2,35, 3,73, serta 2,91. “Tanggal settlement atau penerbitan seluruh seri SBSN tersebut ditetapkan pada 25 Juni 2020,” demikian DJPPR Kemenkeu.

Khusus untuk SBSN seri SPNS24122020, demikian DJPPR Kemenkeu, yield rata-rata tertimbang tidak ditetapkan. Begitu pula jumlah nominal yang dimenangi, nominal kompetitif yang dimenangi, nominal nonkompetitif yang dimenangi, serta bid to cover ratio-nya.

“Tanggal pembayaran imbalan SPNS24122020 ditetapkan pada akhir periode, dengan tingkat imbalan diskonto. SBSN ini jatuh tempo pada 24 Desember 2020 dengan tanggal settlement 25 Juni 2020,” demikian DJPPR Kemenkeu dalam keterangan resminya.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN