Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pegawai memantau pergerakan surat utang negara (SUN). Foto ilustrasi: Investor Daily/DAVID GITA ROZA

Pegawai memantau pergerakan surat utang negara (SUN). Foto ilustrasi: Investor Daily/DAVID GITA ROZA

Pemerintah Serap Pembiayaan Rp 41 Triliun dari Lelang SUN

Selasa, 5 Januari 2021 | 19:54 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Kementerian Keuangan mendapatkan pemasukan Rp 41 triliun dari tujuh Surat Utang Negara (SUN) yang dilelang pada Selasa (5/1).  Seri SUN yang ditawarkan adalah  seri SPN03210406 (new issuance), SPN12220106 (new issuance), FR0086 (reopening), FR0087 (reopening), FR0088 (new issuance), FR0083 (reopening) dan FR0089 (new issuance).

“Pemerintah memutuskan untuk memenangkan permintaan sebesar Rp41 triliun. Demand investor untuk lelang kali ini terlihat cukup solid tercermin dari bids yang masuk sebesar Rp 97,2 triliun dengan bids to cover ratio sebesar 2,3 kali,” ucap Direktur SUN Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu Deni Ridwan dalam pernyataan resmi yang diterima, Selasa (5/1).

Deni mengungkapkan dibandingkan dengan incoming bids pada lelang SUN pertama di tahun 2019, terdapat kenaikan demand sebesar 19,2% Fokus investor pada lelang kali ini adalah dua SUN seri benchmark baru dengan tenor 15 dan 30 tahun. Incoming bids untuk kedua seri tersebut mencapai 48,9% dari total, dimana tenor 15 tahun merupakan seri yang paling diminati dengan permintaan yang masuk mencapai Rp31,4 triliun. Komposisi investor asing yang berpartisipasi pada lelang hari ini meningkat, yaitu sebesar 11,5% dari total bids.

“Partisipasi asing ini naik signifikan apabila dibandingkan dengan komposisi Asing pada lelang SUN terakhir di Desember 2020 yang mencapai 5,9%,” ucap Deni.

Yield tertinggi yang dimenangkan pada lelang SUN hari ini (cut off rate) tercatat lebih rendah apabila dibandingkan dengan cut off rate pada lelang terakhir tahun 2020. Penurunan terbesar terdapat pada tenor 20 tahun yang mencapai 37 bps.  

Deni mengatakan dengan mempertimbangkan yield SBN yang wajar di pasar sekunder serta rencana kebutuhan pembiayaan tahun 2021, termasuk untuk pembiayaan program Pemulihan Ekonomi Nasional. Sesuai dengan kalender penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) tahun 2021, lelang penerbitan SUN selanjutnya akan dilaksanakan pada tanggal 19 Januari 2021.

“Pemerintah optimistis kondisi pasar akan tetap kondusif dalam mendukung pemenuhan kebutuhan pembiayaan APBN melalui penerbitan SBN,” tutup Deni.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN