Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
 PT PP Tbk (PTPP). Foto: IST

PT PP Tbk (PTPP). Foto: IST

PP Siapkan Emisi Surat Utang Rp 4 Triliun

Minggu, 21 Februari 2021 | 23:50 WIB
Farid Firdaus (farid.firdaus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - PT PP Tbk (PTPP) tengah menyusun program Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) III dengan target emisi surat utang hingga Rp 4 triliun selama 2021-2022. Rinciannya, obligasi sebesar Rp 3 triliun dan sukuk Rp 1 triliun.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PP Agus Purbianto mengatakan, tahun ini, perseroan akan terlebih dahulu menawarkan obligasi Rp 1,5 triliun dan sukuk Rp 500 miliar. Perseroan akan menerbitkan kembali surat utang dengan nilai emisi yang sama pada 2022.

“Untuk peringkat surat utang akan ditetapkan dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Perseroan menargetkan PUB III tahap I bisa terlaksana pada April-Mei 2021. Saat ini, perseroan dalam proses penunjukan penjamin emisi,” kata dia kepada Investor Daily, Minggu (21/2). 

Agus menjelaskan, sebagian hasil penawaran surat utang akan digunakan untuk pelunasan kembali utang (refinancing), sebagian lagi untuk memenuhi modal kerja dan investasi. Saat ini, PP memiliki obligasi yang jatuh tempo pada 6 Juli 2021, yakni Obligasi Berkelanjutan II Tahap I Tahun 2018 Seri A senilai Rp 1,04 triliun.

Sementara itu, PP juga melanjutkan negosiasi dengan investor strategis asal Malaysia dan Hong Kong untuk divestasi seluruh saham dua jalan tol perseroan. BUMN karya ini menargetkan bisa meraih dana segar Rp 1,6 triliun dari aksi tersebut pada tahun ini.

Sejak tahun lalu, perseroan telah menginisiasi divestasi dua jalan tol yaitu Pandaan-Malang dan Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi. Perseroan memiliki saham masing-masing sebanyak 35% dan 15% pada dua ruas tol tersebut. “Proses negosiasi masih berjalan, dan saat ini masing-masing investor sudah mengajukan final binding offer,” imbuh Agus. 

Agus mengatakan, pihaknya belum dapat menjelaskan rinci investor asal Malaysia dan Hong Kong yang tertarik mengakuisisi jalan tol perseroan. Ia hanya menyebut investor tersebut merupakan operator jalan tol dan infrastruktur yang berpengalaman, bukan lembaga investasi.

Tahun ini, PP mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) Rp 6,2 triliun. Dari jumlah tersebut, 75% digunakan untuk melanjutkan proyek yang sudah ada, seperti beberapa investasi di jalan tol dan pengembangan anak perusahaan. Sedangkan sisanya yaitu 25% akan digunakan untuk investasi baru. 

Dari segmentasinya, capex tahun ini akan banyak digunakan untuk pengembangan jalan tol sebesar 37%, pengembangan properti dan residensial sebesar 9%, pengembangan kawasan dan bandara sebesar 12%, dan pengembangan investasi di anak perusahaan sebesar 33%.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN