Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT PP Tbk (PTPP).

PT PP Tbk (PTPP).

PP Terbitkan Obligasi Rp 1,25 Triliun, Cek Rinciannya

Gita Rossiana, Jumat, 22 November 2019 | 21:24 WIB

JAKARTA, investor.id – PT PP Tbk (PTPP) menerbitkan obligasi berkelanjutan II tahap II tahun 2019 sebesar Rp 1,25 triliun. Obligasi ini merupakan bagian dari penawaran umum berkelanjutan (PUB) II senilai total Rp 3 triliun.

Perseroan sudah menerbitkan obligasi berkelanjutan tahap I senilai Rp 1,5 triliun pada 2018. Sementara itu, obligasi tahap II yang sebesar Rp 1,25 triliun diterbitkan dalam dua seri. Seri A sebesar Rp 1 triliun, dengan bunga tetap 8,25% dan tenor tiga tahun. Sedangkan Seri B senilai Rp 250 miliar, dengan tingkat bunga 8,5% dan tenor lima tahun.

Obligasi tersebut telah mendapatkan rating A+ dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Surat utang ini tidak memiliki jaminan khusus, namun akan dijamin dengan seluruh harta kekayaan perseroan.

PP menunjuk PT BNI Sekuritas, PT Danareksa Sekuritas dan PT Mandiri Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi. Sedangkan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) bertindak sebagai wali amanat.

Obligasi ini mendapatkan pernyataan efektif pada 28 Juni 2018. Sedangkan penawaran dilakukan pada 22 November 2019 dan pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 28 November 2019.

Perseroan akan menggunakan dana hasil penerbitan obligasi ini sekitar Rp 300 miliar untuk melunasi obligasi berkelanjutan I tahap II tahun 2015. Obligasi ini akan jatuh tempo pada 24 Februari 2020. "Sisanya akan digunakan untuk membiayai proyek-proyek infrastruktur," ungkap manajemen PP dalam keterangan resmi, Jumat (22/11).

Sementara itu, kalangan analis berpendapat, keputusan manajemen untuk memangkas target perolehan kontrak baru tahun ini akan berimbas terhadap tingkat pertumbuhan kinerja keuangan PP tahun depan. Sedangkan bisnis konstruksi diharapkan bertumbuh lebih pesat tahun depan didorong mulai stabilnya bisnis konstruksi tahun depan.

Pemangkasan target kontrak baru PP dari Rp 50,3 triliun menjadi Rp 45 triliun tahun ini mendorong Mirae Asset Sekuritas merevisi turun target kinerja keuangan PP. Target pendapatan perseroan tahun 2020 direvisi turun dari Rp 32,25 triliun menjadi Rp 29,18 triliun. Begitu juga dengan proyeksi laba bersih dipangkas turun dari Rp 1,46 triliun menjadi Rp 1,26 triliun.

Analis Mirae Asset Sekuritas Joshua Michael mengungkapkan, pemangkasan target kontrak baru PP tahun ini akan berpengaruh terhadap perkiraan kinerja keuangan perseroan tahun depan. “Pemangkasan target tersebut mendorong kami untuk merevisi turun target kinerja keuangan perseroan tahun 2020,” tulisnya dalam riset, belum lama ini.

Manajemen PP sebelumnya menyebutkan pemangkasan target kontrak baru tahun ini menjadi Rp 45 triliun dibandingkan perkiraan semula mencapai Rp 50,3 triliun. Revisi turun dipengaruhi atas penundaan tender beberapa proyek pemerintah, begitu juga dengan perusahaan swasta ikut menunda pengembangan proyek baru. Sedangkan sampai September 2019, perseroan telah meraih kontrak baru mencapai Rp 23 triliun.

Pemangkasan target kontrak baru tersebut mendorong Mirae Asset Sekuritas untuk merevisi turun target harga saham PTPP dari Rp 2.100 menjadi Rp 1.900 dengan rekomendasi dipertahankan beli. Target harga tersebut merepresentasikan perkiraan PE tahun 2020 sekitar 9,9 kali. Sementara itu, pada perdagangan Jumat (22/11), PTPP ditutup turun Rp 35 (2,2%) ke level Rp 1.510.

Sebagai informasi, PP bersama PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA), dan PT Danareksa telah sepakat bakal membangun gedung-gedung baru di sekitar kawasan Kementerian BUMN. Investasi proyek bernama BUMN Center ini diperkirakan mencapai Rp 2 triliun.

Direktur Utama PP Lukman Hidayat mengatakan, perseroan ditunjuk oleh Kementerian BUMN sebagai kontraktor utama dalam pembangunan BUMN Center tersebut. Sedangkan model pengembangan melalui skema kerjasama usaha (KSU) dan perusahaan patungan (joint venture/JV). Pembangunan direncanakan mulai November 2019 hingga Juni 2024.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA