Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Adhi Karya. Foto: IST

Adhi Karya. Foto: IST

Rilis Obligasi Rp 673 Miliar, Adhi Karya Tawarkan Kupon 7,5% dan 9,55%

Selasa, 13 Juli 2021 | 23:21 WIB
Muawwan Daelami (muawwan@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – PT Adhi Karya Tbk (ADHI) menerbitkan obligasi berkelanjutan III tahap II tahun 2021 sebesar Rp 673 miliar. Sebesar 60% dana hasil emisi surat utang tersebut dialokasikan untuk belanja modal.

Dalam keterangan tertulis kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) disebutkan, obligasi tersebut ditawarkan dalam dua seri, yaitu seri A sebesar Rp 200 miliar dengan kupon bunga sebesar 7,5% dan berjangka waktu 370 hari kalender. Seri B sebesar Rp 473,5 miliar dengan kupon bunga 9,55% dan tenor tiga tahun sejak tanggal emisi.

Bunga obligasi yang dibayarkan setiap triwulan adalah bunga obligasi pertama tepatnya pada 29 Oktober 2021. Sedangkan bunga obligasi terakhir sekaligus pelunasan dibayarkan pada 29 Agustus 2022 untuk obligasi Seri A dan 29 Juli untuk obligasi Seri B.

Dana yang diperoleh dari PUB tersebut, sekitar 60% akan digunakan perseroan untuk belanja modal berupa aset tetap (alat proyek dan pabrik) dan penyertaan proyek investasi infrastruktur. Kemudian sekitar 16% untuk refinancing, dan 24% untuk modal kerja proyek infrastruktur.

Perseroan sebelumnya telah meluncurkan PUB III dengan total target dana Rp 5 triliun. Hingga kini, perseroan baru meluncurkan PUB III tahap I tahun 2021 emiten sebesar Rp 289 miliar. Sedangkan penjami emisi obligasi yang ditunjuk adalah PT Bahana Sekuritas, PT BRI Danareksa Sekuritas, PT Indo Premier Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, dan PT Sucor Sekuritas.

Sebelumnya, Sekretaris Perusahaan Adhi Karya Farid Budiyanto mengatakan, Adhi Karya akan menggunakan tiga opsi pendanaan untuk mendukung kinerja tahun ini. Opsi pendanaan itu mulai dari penerbitan obligasi, penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham, hingga pinjaman dari bank syariah dengan nilai lebih dari Rp 3,4 triliun. Opsi pendanaan pertama adalah penerbitan obligasi dengan nilai Rp 1,7 triliun. "Obligasi ini akan diterbitkan sekitar bulan Juli 2021," jelasnya.

Kemudian opsi pendanaan kedua adalah IPO saham anak usaha, yakni PT Adhi Commuter Properti (ACP). Farid mengungkapkan, IPO tersebut akan dilakukan pada November dan Desember tahun ini. Sebelumnya, Direktur Keuangan, Manajemen Risiko dan SDM Adhi Commuter Properti Mochamad Yusuf menjelaskan, target dana dari IPO itu adalah Rp 1,7 triliun. Dana dari IPO akan dilakukan untuk pengembangan usaha dan refinancing.

Adapun opsi pendanaan ketiga adalah dari perbankan syariah. Farid mengungkapkan, pendanaan syariah itu akan digunakan untuk reservasi jalan untuk wilayah Sumatera Selatan dan Riau. Namun demikian, perseroan belum bisa menyampaikan nilai pinjaman yang akan diterima dari bank syariah tersebut. "Angkanya belum bisa disampaikan karena masih proses," terang dia.

Dengan pendanaan itu, Adhi berharap mendukung target tahun ini dan lima tahun mendatang. Farid mengungkapkan, dalam kurun waktu lima tahun mendatang, Adhi menargetkan bisa menghasilkan pertumbuhan pendapatan rata-rata 20-25%. Selain itu, kontrak baru Adhi Karya diharapkan bertumbuh 15-20%. Perseroan juga sudah mengalokasikan belanja modal sebesar Rp 2,5-3 triliun untuk mendukung perolehan kontrak baru.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN