Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi obligasi. Foto: beritasatu.com

Ilustrasi obligasi. Foto: beritasatu.com

Sehabis AS-Tiongkok, Terbitlah AS-Iran, Bagaimana Nasib Pasar Obligasi?

Thereis Love Kalla, Minggu, 5 Januari 2020 | 22:29 WIB

JAKARTA, investor.id – Harga surat utang negara (SUN) diprediksi cenderung bergerak positif selama sepekan ke depan, seiring kian meredanya perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok. Namun, potensi konflik antara AS dan Iran menjadi tantangan tersendiri. Imbal hasil (yield) 10 tahun diperkirakan dalam rentang 7-7,1%.

Associate Director Fixed Income PT Anugerah Sekuritas Indonesia Ramdhan Ario Maruto mengatakan, kesepakatan dagang antara AS dan Tiongkok turut dinantikan pasar, sehingga menjadi sentimen positif bagi pasar obligasi sepekan ke depan. “Secara global, situasi tersebut cenderung positif bagi pasar kita. Terbukti, belakangan ini pasar obligasi kita cenderung menguat,” kata dia kepada Investor Daily di Jakarta.

Ramdhan menegaskan, nilai tukar rupiah yang cenderung menguat juga menunjang penguatan pasar obligasi. “Rupiah yang mampu bertahan di bawah Rp 14.000 per dolar AS dapat menunjang pasar secara umum,” tuturnya.

Di lain pihak, Associate Director Head of Research and Investment PT Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus menyatakan, beberapa sentimen global juga akan turut menghiasi pergerakan pasar obligasi dalam sepekan ke depan. Salah satunya hasil risalah FED Minutes Meeting yang menunjukkan ekonomi Amerika dalam posisi sangat baik, meskipun masih ada beberapa risiko yang harus diantisipasi.

“The Fed juga melihat bahwa ekonomi masih akan terus mengalami pertumbuhan, meskipun manufaktur mengalami kontraksi. Secara garis besar, The Fed berpotensi menahan tingkat suku bunga rendah dalam waktu yang cukup lama, sehingga tampaknya tahun 2020 tidak ada keinginan untuk kembali memangkas tingkat suku bunga,” jelas Nico.

Dia memperkirakan, dalam sepekan ke depan, yield SUN bertenor lima tahun bergerak pada rentang 6,4-6,5%, SUN bertenor 10 tahun pada kisaran 7-7,1%, SUN bertenor 15 tahun sekitar 7,52-7,62%, dan SUN 20 tahun pada kisaran 7,47-7,55%.

Meski perang dagang sudah mulai mereda, namun masih ada tantangan lain, yaitu meningkatnya tensi antara AS dan Iran. “Ketidakpastian ekonomi akan datang dari AS dan Iran. AS telah membuat salah satu pahlawan Iran terbunuh, dan AS membela diri. Mungkin ini akan menjadi salah satu ujian pertama pada awal bulan ini,” ujar dia.

Selain itu, tensi politik antara AS dan Korea Utara masih akan berlanjut. Pemimpin Tertinggi Republik Demokratik Rakyat Korea Kim Jong-un menyatakan bahwa dirinya tidak akan lagi berdiri pada komitmen yang dibuatnya bersama Trump tahun lalu. “Sehingga kami melihat bahwa Korea Utara juga akan kembali beraksi dengan menjalankan uji coba rudalnya. Apalagi, terakhir Kim mengatakan akan mencoba senjata barunya. Tentu hal ini akan memberikan sentimen negatif terhadap pergerakan pasar global,” sebut Nico.

Meskipun pasar surat utang domestik dalam sepekan ke depan berpotensi menguat, namun kemungkinan penurunan tetap ada. “Memang kecenderungannya menguat, tapi masih ada beberapa sentimen yang bisa melemahkan pasar,” jelas Nico.

Sementara itu, di dalam negeri, para pelaku pasar akan menantikan data Consumer Confidence Index dan cadangan devisa. “Sejauh ini, kami melihat bahwa ekonomi Indonesia masih dalam posisi stabil. Kami memprediksi bahwa data yang akan keluar tidak akan jauh berbeda. Bisa naik atau turun, namun masih dalam rentang yang terbatas,” tambah Nico.

Sebab itu, pemodal disarankan untuk masuk ke obligasi acuan terbaru dari pemerintah. “Sudah saatnya bersiap untuk masuk di obligasi acuan terbaru, yaitu FR 80, 81, 82, dan 83. Seri-seri ini menarik karena masih berada pada kisaran harga 100,” ujarnya.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA