Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi perdagangan efek. Foto: Lorenzo Cafaro (Pixabay)

Ilustrasi perdagangan efek. Foto: Lorenzo Cafaro (Pixabay)

Simak, Prediksi Pasar Surat Utang Pekan Ini

Gita Rossiana, Senin, 12 Agustus 2019 | 07:24 WIB

JAKARTA, investor.id - Harga surat utang negara (SUN) diprediksi menguat pekan ini. Penguatan tersebut seiring dengan harapan membaiknya neraca perdagangan dan positifnya sentimen dari internasional.

Direktur Riset dan Investasi PT Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan, sentimen yang mempengaruhi harga dan yield SUN pekan ini berasal dari dalam dan luar negeri. Dari dalam negeri, pekan ini pemerintah akan mengeluarkan data ekspor dan impor serta data neraca perdagangan.

Data ini diharapkan bisa tercatat positif agar berpengaruh baik terhadap pasar modal. Pasalnya, data tersebut menjadi sorotan setelah defisit transaksi berjalan tercatat meningkat.

“Kami harap data ini positif. Karena, apabila memberikan hasil yang negatif tentu akan menjadi sentimen negatif bagi pergerakan pasar dalam negeri. Bantalan untuk menahan sentimen negatif dari asing juga akan semakin tipis,"jelas dia kepada Investor Daily, Minggu (11/8).

Sedangkan dari luar negeri, sentimen positif akan datang dari Eropa. Menurut Nico, setelah The Fed menurunkan tingkat bunga acuan, hal ini kemungkinan akan diikuti oleh bank sentral Eropa. Pasalnya, untuk bisa mendongkrak perlambatan ekonomi yang terjadi di Eropa, bank sentral diharapkan bisa memangkas tingkat suku bunga untuk melonggarkan stimulus perekonomian.

Investor juga harus memperhatikan sentimen yang datang dari Tiongkok. Nico mengungkapkan, di tengah perlambatan ekonomi Tiongkok saat ini, data industrial production Tiongkok menjadi sorotan untuk menunjukkan bagaimana ketahanan Tiongkok di tengah perang dagang yang terjadi.

"Data retail sales Tiongkok juga menjadi perhatian, sesuai konsensus diperkirakan akan menurun. Apabila benar terjadi, maka hal ini akan semakin menunjukkan perekonomian Tiongkok yang terus melemah," jelas dia.

Tidak ketinggalan pula tensi perang dagang antara Tiongkok dan Amerika Serikat. Menurut Nico, sentimen ini masih menjadi perhatian pelalu pasar karena investor yang bisa mencermati sentimen ini dengan baik, maka akan mampu mengantisipasi terjadinya volatilitas yang terjadi di pasar modal.

Dengan berbagai sentimen tersebut, Nico memperkirakan yield SUN pekan ini untuk tenor 5 tahun akan berada di kisaran 6,78-6,85%, tenor 10 tahun di rentang 7,28-7,35%, tenor 15 tahun di angka 7,65-7,77% dan tenor 20 tahun di angka 7,82-7,92%.

Nico mentungkapkan, dengan penguatan harga SUN pekan depan, maka semua obligasi seri benchmark bisa menjadi pilihan. Dia menjelaskan, investor bisa membeli obligasi jangka panjang seperti tenor 10 atau 20 tahun karena ada potensi penguatan harga.

"Namun investor juga harus memperbesar porsi obligasi jangka pendek di tengah volatilitas yang masih berlangsung,"kata dia.

Tetap Waspada

Sementara itu, Associate Director Fixed Income PT Anugrah Sekuritas Indonesia Ramdhan Ario Maruto juga mengatakan harga SUN berpeluang menguat pekan ini. "Yield SUN pekan lalu mencapai 7,6%, namun sekarang yang tenor 10 tahun sudah mencapai 7,3%, jadi kecenderungannya menguat," jelas dia.

Namun sentimen perang dagang masih harus diwaspadai. Sehingga, walaupun ada kecenderungan menguat, tetapi pergerakannya masih sangat volatile. "Potensi penguatan terbuka, tetapi rentan volatil karena isu-isu yang menyebabkan pasar tidak stabil," terang dia.

Kendati demikian, tingkat yield SUN Indonesia masih menarik di pasar global. Apalagi dengan adanya penurunan Federal Fund Rate(FFR) yang mengecilkan imbal hasil US Treasury sehingga membuat pasar SUN Indonesia menguat.

SUN seri benchmark dengan tenor 10 dan 15 tahun bisa menjadi pilihan bagi investor. "Selain itu perhatikan pula seri-seri benchmark tahun depan seperti FR0080, FR0081 dan FR0082," jelas dia.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN