Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gedung SMF. Foto: dok. SMF

Gedung SMF. Foto: dok. SMF

SMF dan PNM Evaluasi Penerbitan Obligasi

Kamis, 30 Juli 2020 | 14:27 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA – Pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini membuat dua perusahaan keuangan mengevaluasi rencana penerbitan obligasi tahun ini. PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF berencana menurunkan target penerbitan obligasi dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM menunggu situasi kondusif sebelum menerbitkan obligasi.

Direktur SMF Trisnadi Yulrisman mengatakan, penerbitan obligasi tahun ini sangat disesuaikan dengan kebutuhan dana untuk penyaluran pinjaman pada masa pandemi Covid-19. Semula, perseroan menargetkan penerbitan obligasi sekitar Rp 9,5 triliun. Namun dengan adanya pandemi Covid-19, penerbitan obligasi bisa menurun 20% menjadi sekitar Rp 8 triliun.

Adapun pada semester I-2020 lalu, perseroan sudah menerbitkan obligasi sebesar Rp 5,18 triliun atau 54,13% dari target sebesar Rp 9,5 triliun. Sedangkan pada semester II-2020 ini, perseroan sudah menerbitkan obligasi pada pertengahan Juli 2020 sebesar Rp 2,45 triliun.

"Untuk semester II-2020 ini masih ada ruang untuk menerbitkan obligasi, karena kalau melihat realisasi pembiayaan dan liabilitas masih ada gap. Tapi kami juga mempertimbangkan sumber dana lain seperti medium term notes (MTN) dan pinjaman perbankan, " kata dia di Jakarta belum lama ini.

Sementara sepanjang semester I-2020, SMF telah berhasil menyalurkan pinjaman kepada penyalur KPR sebesar Rp 4,2 triliun atau 32,23% dari target tahun 2020. Sedangkan total aset SMF sampai dengan semester I-2020 adalah sebesar Rp 29,32 triliun, naik 39,57% dari posisi yang sama di tahun sebelumnya sebesar Rp 21 triliun. Adapun laba bersih di semester I tahun 2020 mencapai Rp 242,53 miliar, naik 0,62% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp 241,03 miliar. 

Di sisi lain, Direktur Utama PNM Arief Mulyadi mengungkapkan, pihaknya masih mempertimbangkan pandemi Covid-19 sebelum menerbitkan obligasi tahun ini. Oleh karena itu, perseroan baru akan menerbitkan sisa plafon dari obligasi berkelanjutan (PUB) pada akhir 2020.

Executive Vice President Keuangan dan Operasional PNM, Sunar Basuki menambahkan, obligasi berkelanjutan tersebut memiliki nilai total Rp 6 triliun dan sampai saat ini perseroan sudah menerbitkan Rp 3,6 triliun.

"Sisa plafon ada Rp 2,4 triliun, kami akan terbitkan dulu sekitar Rp 500 miliar sampai Rp 1 triliun pada kuartal IV-2020 kalau kondisi sudah kondusif," terang dia.

Adapun hingga semester I-2020, PNM berhasil menyalurkan pembiayaan melalui program PNM Mekaar dan ULaMM sebesar Rp 7,69 triliun kepada 6,27 juta nasabah. Sementara saat ini, PNM memiliki 2.998 kantor di 34 provinsi di Indonesia.

 

Editor : Hari Gunarto (hari_gunarto@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN