Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi rapat. Foto: rawpixel (Pixabay)

Ilustrasi rapat. Foto: rawpixel (Pixabay)

SMF Siapkan Emisi Surat Utang Rp 9,35 Triliun

Rabu, 6 Januari 2021 | 22:39 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) berencana menerbitkan surat utang sebesar Rp 9,35 triliun tahun ini. Nilai tersebut meningkat dibandingkan penerbitan surat utang pada 2020 yang mencapai Rp 7,26 triliun.

Direktur SMF Trisnadi Yulrisman mengatakan, penerbitan surat utang sebesar Rp 9,35 triliun tersebut akan dilakukan beberapa kali dalam tahun ini. "Biasanya kami bagi per kuartal dan disesuaikan dengan kebutuhan pembiayaan," kata dia kepada Investor Daily, baru-baru ini.

Adapun untuk bentuk surat utang yang akan diterbitkan, menurut Trisnadi, akan lebih banyak berbentuk obligasi daripada medium term notes (MTN). Hal ini juga disesuaikan dengan perkembangan pasar ke depannya.

Lebih lanjut, pada awal 2021 ini, SMF mencatatkan efek beragun aset berbentuk surat partisipasi (EBA-SP) senilai Rp 576,34 miliar. Efek ini memiliki tingkat bunga 6,5% per tahun dan memiliki tenor tiga tahun. Aset yang disekuritisasi dalam EBA-SP ini adalah portofolio kumpulan tagihan kredit pemilikan rumah (KPR) dengan nilai kumpulan tagihan sebesar Rp 631 miliar. Perseroan juga mendapatkan peringkat AAA dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) untuk penerbitan efek ini.

PT Bank Mandiri Tbk bertindak sebagai wali amanat dan bank kustodian pada penerbitan efek ini. Sementara, PT Bank Tabungan Negara Tbk bertindak sebagai penyedia jasa dan kreditur asal.

Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo mengatakan, dengan adanya pandemi Covid-19, perseroan merevisi target kinerja pada 2020. Pasalnya, pandemi Covid-19 membuat mitra perbankan SMF kelebihan likuiditas sehingga tidak melakukan refinancing segencar sebelum pandemi. “Likuiditas perbankan sangat tinggi, sehingga kebutuhan bank akan dana mungkin masih terbatas. Semoga SMF bisa mencapai target,” ujar Ananta. 

Ananta menjelaskan, dari target sekuritisasi yang sebelumnya Rp 3 triliun  pada 2020 direvisi menjadi Rp 600 miliar. Begitupun penerbitan surat utang, dari target Rp 10 triliun dipangkas menjadi Rp 8,6 triliun dengan penerbitan surat utang hingga September 2020 sebesar Rp 7,1 triliun. Untuk sekuritisasi sudah mencapai Rp 6,06 triliun hingga September 2020 dan ditargetkan mencapai Rp 6,09 triliun hingga akhir 2020. 

Sementara itu, sejak 2006 hingga September 2020, SMF telah mengalirkan dana kepada penyalur KPR sebesar Rp 68,09 triliun. Jumlah itu terdiri atas sekuritisasi sebesar Rp 12,15 triliun, penyaluran pinjaman sebesar Rp 55,83 triliun dan pembelian KPR sebesar Rp 106 miliar. 

Terkait sekuritisasi, sejak 2009 hingga September 2020, SMF telah menginisiasi 13 kali penerbitan transaksi sekuritisasi baik dengan skema Kontrak Investasi Kolektif (KIK), EBA maupun EBA SP dengan nilai total sebesar Rp 12,15 triliun.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN