Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gedung SMF. Foto: IST

Gedung SMF. Foto: IST

SMF Tawarkan Obligasi Rp 2,5 Triliun

Gita Rossiana, Senin, 12 Agustus 2019 | 15:37 WIB

JAKARTA - PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF berencana menawarkan obligasi senilai Rp 2,5 triliun pada 22 Agustus 2019 mendatang. Obligasi ini merupakan bagian dari Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) V dengan nilai total Rp 19 triliun.

Berdasarkan informasi keterbukaan informasi yang dirilis oleh Bursa Efek Indonesia, obligasi ini ditawarkan dengan kesanggupan penuh (full commitment) senilai Rp 1,28 triliun. Obligasi full commitment ditawarkan dalam dua seri, yakni Seri A dengan nilai Rp 771,5 miliar dengan tingkat bunga 7,8% dan tenor tiga tahun. 

Sementara seri B ditawarkan dengan nilai Rp 517 miliar dengan tingkat bunga 8,1% dan tenor lima tahun. Sedangkan sisa obligasi lainnya, yakni Rp 1,24 triliun diterbitkan dengan kesanggupan terbaik (best effort).

Obligasi ini akan ditawarkan mulai 22 sampai 23 Agustus 2019 dan akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 29 Agustus 2019. Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi adalah PT BNI Sekuritas, PT Danareksa Sekuritas, PT Indo Premier Sekuritas dan PT RHB Sekuritas Indonesia. Sementara PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) bertindak sebagai wali amanat.

Dana dari obligasi ini akan digunakan untuk menggantikan sebagian dana ekuitas yang telah disalurkan sebagai pinjaman kepada penyalur kredit pemilikan rumah (KPR). Per 30 Juni 2019, dana ekuitas yang disalurkan sebagai pinjaman mencapai Rp 4,98 triliun.

Direktur Sekuritisasi dan Pembiayaan SMF Heliantopo mengatakan, perseroan bakal menerbitkan obligasi sebanyak dua kali lagi pada semester dua tahun ini. Adapun nilai total dari dua kali penerbitan obligasi tersebut sekitar Rp5 triliun.

Pada semester I-2019, SMF telah menerbitkan tahap I dari PUB V senilai Rp 2 triliun. Dari penerbitan tersebut, perseroan masih memiliki plafon sebesar Rp17 triliun. Oleh karena itu, pada semester kedua ini, perseroan akan menerbitkan obligasi dua kali.

"Nilainya tergantung pasar, kalau secara rata-rata, semester dua ini sekitar Rp 4-5 triliun,"ujar dia.

Namun nilai penerbitan obligasi tersebut bisa berubah tergantung kondisi pasar. "Kalau market bagus, kami ambil banyak. Kalau market jelek, nanti dulu, nanti menyalurkannya susah," kata dia.

Penerbitan obligasi, menurut Heliantopo memang menjadi bisnis perseroan. Pada semester I-2019, perseroan sudah menghimpun pendanaan sebesar Rp 6,96 triliun. Sebanyak Rp 6,36 triliun diantara pendanaan tersebut berasal dari penerbitan obligasi.

Sebelum menawarkan PUB V dengan nilai total Rp 19 triliun, pada Maret 2019 lalu, perseroan menyelesaikan PUB IV dengan nilai total Rp 11,91 triliun. Adapun sejak tahun 2009 hingga saat ini SMF telah melakukan penerbitan surat utang sebanyak 38 kali dengan total Rp 31,7 triliun.

Tahun ini, perseroan juga berencana menerbitkan efek beragun aset surat partisipasi (EBA-SP) dengan nilai sekitar Rp 2,2 triliun. Nilai penerbitan ini diharapkan lebih besar dari tahun lalu yang sebesar Rp 2 triliun.

Namum sayangnya, perseroan belum menyebutkan bank yang akan melakukan EBA-SP. Di saat yang sama, SMF juga menyebutkan kendala bank yang akan melakukan sekuritisasi aset ini.

Pada tahun ini, SMF membutuhkan pendanaan Rp 9 triliun. Nilai tersebut meningkat dibandingkan pendanaan pada tahun 2018 yang sebesar Rp 6,4 triliun. Pendanaan sebesar Rp 9 triliun tersebut akan digunakan untuk membiayai empat program pada 2019. 

 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA