Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
SMF. Foto: dok. SMF

SMF. Foto: dok. SMF

SMF Terbitkan EBA-SP SMF-BTN06 Rp631 Miliar

Selasa, 5 Januari 2021 | 11:51 WIB
Investor Daily

JAKARTA, investor.id  - PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF kembali melakukan penerbitan Efek Beragun Aset berbentuk Surat Partisipasi dengan seri EBA-SP SMF-BTN06 dengan rating idAAA dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) yang dicatatkan secara resmi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 5 Januari 2021.

Pencatatan EBA-SP SMF-BTN06 tersebut merupakan hasil kerjasama sekuritisasi aset KPR senilai Rp631 miliar antara SMF dengan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Adapun penerbitan EBA-SP SMF-BTN06 terdiri dari Kelas A (senior) dan Kelas B (junior).

Kelas A ditawarkan melalui penawaran umum dengan tenor Weighted Average Life atau WAL (rata-rata tertimbang jatuh tempo) 3 tahun ditawarkan dengan nominal Rp576,734 miliar (91,4% dari jumlah total tagihan) dengan tingkat bunga tetap sebesar 6,50 % per tahun. Sementara itu, sebagai bentuk perlindungan terhadap Kelas A, dibentuk Kelas B dengan total nominal Rp54,266 miliar (8,6% dari jumlah kumpulan tagihan) yang mana ditawarkan secara penawaran terbatas.

Pada transaksi tersebut, SMF berperan sebagai penerbit, arranger dan pendukung kredit. Sedangkan BTN dalam hal ini berperan sebagai kreditur asal dan sebagai penyedia jasa (servicer), serta Bank Mandiri sebagai Wali Amanat dan Bank Kustodian.

Rencananya seluruh dana yang diperoleh dari hasil penawaran umum EBA-SP SMF-BTN06 ini akan digunakan untuk melakukan pembelian Kumpulan Tagihan Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) BTN yang terpilih berdasarkan 32 kriteria seleksi dalam jumlah Rp631 miliar.

Direktur Utama SMF, Ananta Wiyogo dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (5/1/2021) mengatakan, transaksi sekuritisasi tersebut merupakan bagian dari langkah SMF untuk mendukung Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang tengah dijalankan oleh Pemerintah khususnya di sektor perumahan.

“Penerbitan EBA-SP dilakukan untuk mendorong pemulihan sektor perumahan nasional yang sejatinya memerlukan dana jangka panjang yang cukup besar. Penerbitan ini merupakan peran aktif SMF dan Bank BTN dalam mendukung pertumbuhan Pasar Pembiayaan Perumahan di Indonesia untuk mewujudkan kepemilikan rumah yang layak dan terjangkau untuk masyarakat,” kata Ananta.

Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo. Foto: smf-indonesia.co.id
Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo. Foto: smf-indonesia.co.id

Lebih lanjut Ananta berharap EBA-SP dapat menjadi diversifikasi investasi bagi para pemodal, menyediakan dana jangka panjang bagi penyalur KPR, yang merupakan mitigasi atas risiko maturity mismatch. “EBA-SP telah distruktur dengan sangat baik, sehingga tercipta mekanisme perlindungan yang terbaik bagi para investornya.

Di samping mekanisme perlindungan dari internal struktur EBA-SP itu sendiri, SMF selaku penerbit juga memberikan mekanisme perlindungan terhadap investor, melalui penyediaan credit enhancement dalam bentuk dukungan kelancaran pembayaran kewajiban terhadap Kelas A. Hal ini cukup efektif ditengah kebijakan countercyclical dalam kondisi pandemik covid19 saat ini, sehingga diharapkan tidak akan berkepanjangan, kami yakin EBA-SP masih sangat aman,” paparnya.

Sampai dengan Tahun 2020 EBA-SP SMF menorehkan pencapaian kinerja yang teruji dengan baik walaupun di tengah masa pandemi. EBA-SP terus konsisten dengan rating terbaik, idAAA dari Pefindo dan memiliki return yang kompetitif yaitu berkisar antara 6,50%-10%. Hal tersebut tercermin dari historikal penerbitan EBA-SP, dimana Kupon EBA-SP Kelas A sebagai instrumen dengan rating triple A selalu berada di atas return deposito. Merujuk kepada Laporan Keuangan EBA-SP audited yang telah dipublikasikan oleh Perseroan pada akhir bulan September 2020, terlihat kinerja EBA-SP masih gemilang dengan performa yang baik, dimana pembayaran kupon terhadap investor EBA-SP Kelas A tercatat lancar.

Selain itu, pada Laporan Perubahan Aset Bersih tampak masih adanya Dividen Sertifikat EBA-SP Kelas B. Kedua hal tersebut menunjukan EBA-SP sebagai produk structured finance yang aman dan menguntungkan, karena telah distruktur sedemikian rupa sehingga terbentuk mekanisme perlindungan terhadap default bagi para investornya.

Perlu diketahui juga bahwa para investor Kelas B masih memperoleh hak pendapatan investasinya dengan diperolehnya dividen. Hal ini menunjukan bahwa kinerja Pool KPR Underlying EBA masih baik. Itu juga menunjukkan bahwa para investor Kelas A masih aman karena terlindung dari risiko default. Saat ini pendapatan kelas B masih berkisar antara 10%-20%-an per tahun,” Terang Ananta.

Lebih lanjut Ananta mengatakan bahwa disamping perlindungan dari Kelas Subordinasi (Kelas B), EBA-SP juga dijamin oleh SMF selaku penyedia pendukung kredit (credit enhancement). Hal tersebut merupakan proteksi tambahan bagi investor Kelas A, sehingga investor tidak perlu khawatir berinvestasi di EBA-SP meskipun ditengah pandemik. Selain credit enhancement yang diarahkan untuk pembayaran biaya senior dan kupon Kelas A, SMF juga menyediakan Dana Cadangan Tambahan, yang diperuntukkan untuk mendukung kelancaran pembayaran kepada investor Kelas A.

“Kami optimis kedepannya para investor akan semakin confident akan efek ini, karena efek ini diterbitkan oleh SMF yang merupakan BUMN 100% dimiliki oleh pemerintah dengan peringkat idAAA dari Pefindo, baik secara Korporasi maupun Surat Utangnya,”ungkapnya.

Sampai saat ini SMF telah melakukan 14 (sebelas) kali penerbitan transaksi sekuritisasi baik dengan KIK-EBA maupun EBA-SP dengan total nilai sebesar Rp12,78 triliun , dimana 13 transaksi dilakukan bekerja sama dengan BTN dan 1 transaksi dengan Bank Mandiri. Adapun seluruh transaksi tersebut mendapatkan rating idAAA. Rating tersebut mencerminkan kemampuan untuk membayar kewajiban secara tepat waktu yang sangat kuat dan risiko default yang rendah.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN