Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
 PT J Resources Asia Pasifik Tbk. Foto: Perseroan.

PT J Resources Asia Pasifik Tbk. Foto: Perseroan.

Terbitkan Obligasi Rp 384 Miliar, J Resources Tawarkan Bunga 9,25-10,25%

Senin, 11 Januari 2021 | 23:04 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) akan menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Tahap VII Tahun 2021 sebesar Rp 384,09 miliar. Obligasi ini memiliki tingkat bunga 9,25-10,25%.

Adapun plafon Obligasi Berkelanjutan I perseroan mencapai Rp 3 triliun. Sebelumnya, perseroan telah menerbitkan bagian dari obligasi ini sebesar Rp 756 miliar pada 2019. Kemudian, perseroan menerbitkan kembali pada 2020 sebesar Rp 1,85 triliun.

Untuk obligasi kali ini sebesar Rp 384 miliar terbagi dalam dua seri. “Seri A memiliki tingkat bunga 9,25% dan tenor 370 hari. Seri B dengan tingkat bunga 10,25% dan tenor tiga tahun,” ungkap manajemen J Resources Asia Pasifik dalam keterangan tertulis, Senin (11/1).

Jumlah pokok obligasi seri A sebesar Rp 250,1 miliar yang akan dijamin dengan kesanggupan penuh (full commitment). Sisa pokok obligasi atau sebesar Rp 133,99 miliar akan dijamin dengan kesanggupan terbaik dan bisa diterbitkan dalam seri A atau seri B.

Dalam penerbitan obligasi ini, PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memberikan peringkat A. PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (TRIM) bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) sebagai wali amanat.

Sesuai rencana, masa penawaran umum akan dilakukan pada 20-21 Januari 2021. Distribusi secara elektronik pada 26 Januari 2021 dan pencatatan di bursa pada 27 Januari 2021.

Perseroan akan menggunakan dana dari penerbitan obligasi untuk disalurkan dalam bentuk pinjaman kepada anak usaha, PT J Resources Nusantara. Dana ini akan digunakan JRN untuk melunasi MTN sebesar Rp 300 miliar.

Tahun ini, J Resources mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) senilai US$ 136 juta. Belanja modal ini akan digunakan untuk menyelesaikan proyek Doup dan keperluan belanja modal lainnya. Direktur J Resources Sanjaya Yang mengatakan, sejauh ini untuk proyek Doup, perusahaan sudah menandatangani kontrak dengan SGS Bateman pada Oktober 2020. "Kontrak yang ditandatangani terkait engineering design pada proyek tersebut," ujar dia.

Pada Oktober lalu, perseroan juga menandatangani kerja sama dengan PLN untuk pasokan listrik sebesar 20 MVA. Sementara untuk penempatan mesin long lead dan peralatan akan dimulai pada Desember 2020.

Adapun proyek Doup berlokasi di blok Doup, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur dan ditargetkan rampung pada tahun 2021. Proyek ini diharapkan bisa memproduksi emas sebanyak 80-90 ribu ounces per tahun. "Proyek Doup memiliki cadangan emas sebanyak 1,9 juta ounces dan life time of mine 10-15 tahun," papar dia.

Selain proyek Doup, Direktur Utama J Resources Edi Permadi mengatakan, pihaknya juga memiliki proyek Bakan di Kabupaten Bolaang Mongondow. Dari proyek ini, J Resources menargetkan produksi sebesar 500 ribu ounces.

Saat ini, perseroan sedang melakukan ekspansi Proyek Bakan di bagian Main Ridge, North Main Ridge, Campsite, Vila dan Osela. Perseroan juga melakukan pengeboran secara intensif di Tapagale dan Jalina. "Dari eksplorasi Tapagale kami menargetkan produksi emas 250-350 ribu ounces," jelas dia.

Selain proyek di dalam negeri, J Resources juga menggarap Proyek Penjom di Malaysia. Proyek ini dimulai pada kuartal IV-2020 dengan memproduksi emas dengan tailing stock facilities (TSF).

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN