Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Petani kebun sawit . Foto ilustrasi: IST

Petani kebun sawit . Foto ilustrasi: IST

Tunas Baru Lampung Percepat Pelunasan MTN Rp 411 Miliar

Jumat, 16 Oktober 2020 | 10:44 WIB
Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – PT Tunas Baru Lampung Tbk (TBLA) melakukan pembayaran atas kewajiban medium term note (MTN) Rp 411 miliar.

Wakil Presiden Direktur TBLA, Sudarmo Tasmin mengatakan, pembayaran MTN dilakukan pada tanggal 15 Oktober 2020.

“Jumlah pokok MTN yang dilunasi sebesar Rp 411 miliar ditambah bunga berjalan dan bonus sebesar 0,5% dari nilai pokok MTN,” ujarnya yanng dikutp dari pengumuman resmi Perseroan kepada Bursa Efek Indonesia, Jumat (16/10/2020).

Dipaparkan bahwa pembayaran surat utang tersebut lebih cepat dari waktu jatuh tempo. Sebagai catatan, produsen minyak kelapa sawit ini menerbitkan MTN pada 15 Desember 2017 senilai Rp 411 miliar. Surat utang berjangka menengah tadi memberikan kupon sebesar 9,5% dengan tenor tiga tahun dengan jadual pembayaran bunga dilakukan tiap tiga bulan.

Terkait kinerja, hingga semester I-2020, TBLA meraup peningkatan pendapatan usaha sebanyak 37,86% menjadi Rp 5,68 triliun, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 4,12 triliun. Namun laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik induk perseroan turun sebanyak 10,58% dari Rp 359,13 miliar menjadi Rp 321,11 miliar.

Manajemen TBLA menyampaikan peningkatan pendapatan diperoleh dari pertumbuhan pendapatan dari pihak berelasi menjadi sebesar Rp 2,12 triliun dan pihak ketiga yang tercatat sebanyak Rp 3,56 triliun.

Kendati begitu kenaikan pendapatan diikuti oleh melonjaknya beban pokok penjualan mencapai 46,20% menjadi Rp 4,43 triliun hingga Juni 2020, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 3,03 triliun. Kemudian, laba kotor naik menjadi Rp 1,25 triliun dari semula Rp 1,08 triliun. Peningkatan beban pokok penjualan berakibat terhadap penurunan laba sebelum pajak menjadi Rp 412,74 miliar, dibandingkan realisasi semester I-2019 sebanyak Rp 501,01 miliar.

 

Editor : Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN